Arab Saudi Tetapkan Shalat Tarawih 10 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi : Okezone Muslim

Arab Saudi telah menetapkan format shalat Tarawih 10 rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi, termasuk tambahan tiga rakaat shalat Witir. Pemutusan ini dilakukan untuk menjaga keseragaman dalam pelaksanaan ibadah di dua masjid suci tersebut.

Menurut sumber resmi, format ini telah menjadi bagian dari tradisi ibadah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Arab Saudi memastikan bahwa pola ini tetap dipertahankan untuk menjaga keseragaman dalam pelaksanaan ibadah, terutama bagi umat Islam di seluruh dunia.

Pelaksanaan shalat Tarawih akan dilakukan dengan format 10 rakaat dan ditutup dengan salam terakhir dari shalat Witir. Pada setiap kali salam yang ditempuh, umat dapat merasakan kekhusyukan ibadah Ramadhan di Tanah Suci secara virtual melalui siaran langsung.

Dengan langkah ini, Arab Saudi berharap umat Islam dapat merasakan keserasian dan kekhusyukan dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan.
 
Pakai format shalat 10 rakaat di Masjidil Haram nanti kira-kira bagus banget, tapi aku pikir lebih penting lagi ya harusnya kita fokus pada akal budi dan hati, bukan hanya kekhusyukan saja. Kita jangan lupa bahwa ibadah itu bukan hanya tentang ritual-ritual saja, tapi juga tentang memberikan rasa syukur dan keberuntungan kepada orang lain.
 
Pagi ini kabar itu tentang format shalat Tarawih di Masjidil Haram ya... Nah, aku pikir ini adalah contoh bagus dari kemampuan pemerintah Arab Saudi dalam mengelola masalah keseragaman di tempat suci tersebut. Mereka benar-benar bisa mengatasi konflik antara umat Islam yang memiliki pendapat berbeda tentang format shalat.

Aku pikir ini juga menunjukkan betapa pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam mengelola masalah yang kompleks seperti ini. Dengan demikian, mereka bisa mencapai kesepakatan yang universal dan membuat ibadah menjadi lebih harmonis bagi semua umat Islam.

Tapi, aku tidak tahu apa yang terjadi di Indonesia kalau format shalat kita tetap terpisah-pisahan seperti itu... Mungkin kita perlu belajar dari contoh Arab Saudi dalam mengelola masalah keseragaman. πŸ€”
 
Gak usah bingung lagi format shalat Tarawih di Masjidil Haram & Nabawi, udah jelas kan 10 rakaat + Witir = keseragaman dalam ibadah 😊. Mereka nggak ingin ada keributan atau kesalahpahaman saat shalat, jadi format ini harus disempurnakan. Aku senang bisa melihat Arab Saudi berusaha menjaga keserasian di Masjid suci itu πŸ™. Tapi, gak sabar juga banget nih! 🀩
 
Wah itu keren banget! Format shalat Tarawih 10 rakaat dan Witir itu jadi bagian dari tradisi yang sudah lama, kayaknya Arab Saudi ingin menjaga keseragaman di Masjidil Haram dan Nabawi. Aku pikir ide ini benar-benar kreatif, dengan salam terakhir dari shalat Witir bisa kita rasakan kekhusyukan ibadah Ramadhan secara virtual, itu kayaknya makin seru! 🀩 Aku rasa umat Islam di seluruh dunia pasti senang banget dengan langkah ini.
 
Pernah aku nggak pernah mikir, nih... kenapa kudu harus shalat tarawih 10 rakaat di Masjidil Haram & Nabawi? Aku pikir itu terlalu banyak, makanya aku kurang suka shalat malam di Masjid. Tapi, kalau aku duduk di rumah, aku nggak peduli kalau aku shalat 1 rakaat aja, karena aku sudah nge-witir ke alam batin πŸ˜΄πŸ™

Aku yakin kalau aku tidak pernah ngerasa keseragaman dalam shalat tarawih, jadi aku senang kalau Arab Saudi membuat aturan ini. Aku rasa aturan ini bagus untuk umat Islam di Indonesia, karena kita semua suka keseragaman, kan? πŸ˜ŠπŸ™

Aku juga penasaran, bagaimana kalau aku shalat tarawih 10 rakaat dan aku nggak merasakan kekhusyukan ibadah Ramadhan? Aku pikir itu bisa terjadi, karena aku pernah merasakan seperti itu πŸ˜”. Tapi, kalau aku bisa merasakan keseragaman dalam shalat tarawih, aku senang banget! πŸ™πŸ’–
 
Wah, format shalat Tarawih 10 rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi kayaknya keren banget! Saya pikir itu bagus sekali kalau umat Islam bisa merasakan keserasian dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan. Tapi, aku perlu tahu lebih banyak tentang format ini, misalnya siapa yang membuat keputusan ini dan bagaimana caranya mereka pastikan semua umat Islam bisa melakukan shalat dengan seragam? Aku juga penasaran banget kalau bagaimana virtual live streaming siaran langsung shalat Tarawih itu berjalan. Apakah itu bisa diakses oleh umat Islam di seluruh dunia?
 
Makasih banget pengaruh Arab Saudi untuk tetepin tradisi shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Nabawi. Saya rasa ini membuat umat Islam bisa merasakan keseragaman dalam beribadah, kamu tahu gak, aku pernah ke Masjidil Haram bersama keluarga dan kita all do shalat Tarawih bersama-sama. Rasa khusyuknya banget, tapi aku sedikit penasaran, siapa yang memutuskan format shalat itu?
 
Makasih banget gini info tentang shalat Tarawih 10 rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi! Aku pikir itu ide yang bagus untuk menjaga keseragaman dalam pelaksanaan ibadah, tapi aku rasa aku ingin mencoba membuat format shalat sendiri di rumah. Aku suka dengan ide menambahkan tiga rakaat shalat Witir, tapi aku juga ingin mencoba menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah, misalnya kayu dan tanah liat. Mungkin aku bisa membuat tempat shalat yang sederhana tapi nyaman untuk beribadah. Aku senang sekali dengan kemajuan teknologi yang memungkinkan umat Islam merasakan keserasian dalam pelaksanaan ibadah secara virtual! 😊
 
aku suka banget dengan format shalat Tarawih 10 rakaat di Masjidil Haram πŸ™πŸΌ, aku yakin itu akan membuat umat Islam merasa lebih dekat dengan Allah SWT πŸ’«! dan ari Arab Saudi memastikan keseragaman dalam pelaksanaan ibadah ini, aku setuju banget 😊. aku senang bisa merasakan kekhusyukan ibadah Ramadhan di Tanah Suci secara virtual melalui siaran langsung, itu sangat keren πŸ“Ί! dan aku berharap umat Islam semuanya dapat merasakan keserasian dan kekhusyukan dalam pelaksanaan ibadah ini πŸ’•.
 
Aku pikir format shalat Tarawih yang baru ini itu keren banget 🀩. Mereka ingin menjaga keseragaman, tapi aku rasa juga perlu ada sedikit variasi agar umat tidak bosan dengan rutinitas yang sama setiap tahun. Tapi secara umum, aku setuju kalau format ini bertujuan untuk meningkatkan keserasian dan kekhusyukan dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan. Karena, ya, shalat Tarawih itu pasti menjadi momen yang sangat krusial bagi banyak orang Muslim di Indonesia dan dunia 🌎.
 
Gue pikir format shalat Tarawih 10 rakaat itu bukanlah sesuatu yang salah, tapi lebih tentang menjaga keseragaman aja deh πŸ€—. Kalau gue tidak salah, di Indonesia juga ada tradisi shalat Tarawih sama-sama 20 rakaat, tapi di Masjidil Haram dan Nabawi itu formatnya berbeda. Gue rasa Arab Saudi ingin membuat umat Islam merasakan keserasian dalam pelaksanaan ibadah, terutama pada bulan Ramadhan yang paling penting bagi umat Islam πŸ•―οΈ.
 
Wahhh gak sabar banget dengar news ini! Format shalat Tarawih 10 rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi ini udah lama digunakan, tapi Arab Saudi masih punya kecerdasan untuk memperbaiki lagi, kan? Dulu aja formatnya terbatas padahal sekarang udah ada tambahan shalat Witir, jadi apa yang bedanya? Gak ada jawabannya di forum ni, hanya-anya ngomong-ngomong tanpa bukti.
 
mas bro, aku pikir nanti shalat Tarawih 10 rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi bakal menjadi opsi utama umat Islam di seluruh dunia πŸ€”. aku rasa ini bagus banget, karena semua umat Islam bisa berbagi pengalaman dalam shalat Ramadhan secara virtual, bukan cuma yang ada di Masjidil Haram aja 😊. tapi gak tahu apakah ini bakal bikin kekhusyukan ibadah Ramadhan kurang asli, kalau kita hanya shalat dari jarak jauh πŸ€·β€β™‚οΈ. aku harap umat Islam bisa merasa keserasian dan kekhusyukan dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan, sama-sama πŸ™.

saya punya link tentang penjelasan lebih lanjut tentang shalat Tarawih 10 rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi: [link ke situs resmi Arab Saudi](https://www.almasjid.com/id/). kamu bisa membacanya sendiri bro πŸ“š.
 
kembali
Top