Serangan pasukan AS terhadap Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, menimbulkan ketegangan geopolitik yang mendominasi berita utama. Pengingat dari invasi Panama pada 1989 kembali mengingatkannya kepada kita bahwa ketegangan-ketegangan ini seringkali memiliki dampak global.
Kenaikan harga emas dan kontrak berjangka saham AS dan ekuitas Asia terjadi setelah gejolak yang muncul, menandakan bahwa pasar harus menghadapi risiko berita utama yang jauh lebih besar daripada yang biasanya mereka alami. Kondisi ini kemungkinan akan berdampak pada ekonomi Indonesia, salah satu yang paling terasa adalah kenaikan harga minyak dunia.
Presiden Trump telah menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS siap mengeluarkan miliaran dolar untuk memulihkan produksi minyak mentah Venezuela. Hal ini dapat membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tertekan, yaitu diperkirakan akan turun hingga 17-18 ribu per dolar.
Sektor pertahanan dan keamanan dalam negeri juga akan terdampak. AS berpotensi mengulangi kebijakan serangan mendadak ke kawasan Indo-Pasifik, terutama terhadap negara-negara yang memiliki pandangan ekonomi dan energi berbeda dengan Washington.
Oleh karena itu, pemerintah RI harus menyikapi keadaan ini dengan mengawasi perbatasan darat, laut, dan udara agar tidak diganggu oleh berbagai aksi yang membahayakan pertahanan dan keamanan nasional.
Kenaikan harga emas dan kontrak berjangka saham AS dan ekuitas Asia terjadi setelah gejolak yang muncul, menandakan bahwa pasar harus menghadapi risiko berita utama yang jauh lebih besar daripada yang biasanya mereka alami. Kondisi ini kemungkinan akan berdampak pada ekonomi Indonesia, salah satu yang paling terasa adalah kenaikan harga minyak dunia.
Presiden Trump telah menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS siap mengeluarkan miliaran dolar untuk memulihkan produksi minyak mentah Venezuela. Hal ini dapat membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tertekan, yaitu diperkirakan akan turun hingga 17-18 ribu per dolar.
Sektor pertahanan dan keamanan dalam negeri juga akan terdampak. AS berpotensi mengulangi kebijakan serangan mendadak ke kawasan Indo-Pasifik, terutama terhadap negara-negara yang memiliki pandangan ekonomi dan energi berbeda dengan Washington.
Oleh karena itu, pemerintah RI harus menyikapi keadaan ini dengan mengawasi perbatasan darat, laut, dan udara agar tidak diganggu oleh berbagai aksi yang membahayakan pertahanan dan keamanan nasional.