Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tercatat rendah untuk jenjang SMA/SMK tahun 2025. Hal ini memicu kekhawatiran para siswa dan guru yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Namun, apakah nilai TKA benar-benar mempengaruhi peluang lolos SNBP 2026?
Pernyataan jawabannya tidaklah sederhana. Menurut ketua Umum Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Prof. Eduart Wolok, nilai TKA adalah salah satu komponen yang digunakan sebagai validasi prestasi akademik siswa di dalam skema SNBP 2026.
Dalam penilaian ini, nilai TKA berfungsi sebagai penguat sekaligus pembanding terhadap nilai rapor yang diperoleh selama masa sekolah. Hal ini menjadikan nilai TKA memiliki posisi strategis sebagai nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing siswa di tengah persaingan SNBP yang semakin ketat dari tahun ke tahun.
Saat ini, skema penilaian SNBP 2026 terdiri dari dua komponen utama: nilai rapor dan mata pelajaran pendukung. Nilai TKA berada dalam kedua komponen tersebut sebagai instrumen pendukung penilaian.
Namun, secara teknis, nilai TKA tidak secara langsung mempengaruhi nilai rapor maupun akreditasi sekolah. Tetapi, nilai ini memiliki peran penting dalam menunjang dan memperkuat hasil penilaian siswa secara keseluruhan.
Beberapa contoh mengenai penggunaan nilai TKA sebagai faktor pembanding tambahan bisa dilihat pada program studi yang sama. Misalnya dua siswa dari sekolah yang sama mendaftar ke program studi dan PTN yang sama, dengan kedua siswa memiliki nilai rapor yang hampir identik. Dalam kondisi seperti ini, pihak PTN dapat menggunakan nilai TKA sebagai alat untuk membandingkan kemampuan akademik kedua siswa tersebut.
Nilai TKA dalam skema penilaian SNBP 2026 juga berfungsi sebagai validator nilai rapor siswa. Ini berarti, nilai TKA dapat meningkatkan posisi tawar dan memperbesar peluang lolos seleksi SNBP 2026 bagi siswa, terutama di program studi favorit dengan tingkat persaingan yang tinggi.
Namun, perlu diingat bahwa setiap PTN memiliki kewenangan untuk menentukan proporsi dan pemanfaatan komponen penilaian tersebut sesuai dengan kebutuhan program studi, tingkat persaingan, dan jumlah pendaftar.
Pernyataan jawabannya tidaklah sederhana. Menurut ketua Umum Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Prof. Eduart Wolok, nilai TKA adalah salah satu komponen yang digunakan sebagai validasi prestasi akademik siswa di dalam skema SNBP 2026.
Dalam penilaian ini, nilai TKA berfungsi sebagai penguat sekaligus pembanding terhadap nilai rapor yang diperoleh selama masa sekolah. Hal ini menjadikan nilai TKA memiliki posisi strategis sebagai nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing siswa di tengah persaingan SNBP yang semakin ketat dari tahun ke tahun.
Saat ini, skema penilaian SNBP 2026 terdiri dari dua komponen utama: nilai rapor dan mata pelajaran pendukung. Nilai TKA berada dalam kedua komponen tersebut sebagai instrumen pendukung penilaian.
Namun, secara teknis, nilai TKA tidak secara langsung mempengaruhi nilai rapor maupun akreditasi sekolah. Tetapi, nilai ini memiliki peran penting dalam menunjang dan memperkuat hasil penilaian siswa secara keseluruhan.
Beberapa contoh mengenai penggunaan nilai TKA sebagai faktor pembanding tambahan bisa dilihat pada program studi yang sama. Misalnya dua siswa dari sekolah yang sama mendaftar ke program studi dan PTN yang sama, dengan kedua siswa memiliki nilai rapor yang hampir identik. Dalam kondisi seperti ini, pihak PTN dapat menggunakan nilai TKA sebagai alat untuk membandingkan kemampuan akademik kedua siswa tersebut.
Nilai TKA dalam skema penilaian SNBP 2026 juga berfungsi sebagai validator nilai rapor siswa. Ini berarti, nilai TKA dapat meningkatkan posisi tawar dan memperbesar peluang lolos seleksi SNBP 2026 bagi siswa, terutama di program studi favorit dengan tingkat persaingan yang tinggi.
Namun, perlu diingat bahwa setiap PTN memiliki kewenangan untuk menentukan proporsi dan pemanfaatan komponen penilaian tersebut sesuai dengan kebutuhan program studi, tingkat persaingan, dan jumlah pendaftar.