Apakah Gap Year Bisa Ikut SPAN PTKIN 2026? Ini penjelasannya

Siswa Gap Year tidak bisa ikut SPAN-PTKIN 2026, karena peraturan yang ditetapkan oleh Kemenag memang menolak mereka. Namun, siswa gap year tetap bisa ikut jalur seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) yang berbarengan dengan SPAN PTKIN 2026.

Jalur ini adalah opsi bagi mereka yang ingin terus melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Siswa gap year harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh perguruan tinggi, seperti nilai rapor dan prestasi akademik. Selain itu, mereka juga wajib memiliki nilai TKA yang telah diinput dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh sekolah.

UM-PTKIN biasanya dilakukan secara luring, yaitu peserta harus hadir di titik lokasi ujian untuk menjalani tes berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE). Pengerjaan ujian menggunakan komputer, baik PC atau laptop, dan tanpa pemakaian kertas.
 
Hmmm, apa artinya siswa gap year bisa ikut UM-PTKIN tapi tidak SPAN-PTKIN? Itu seperti ada aturan yang berbeda untuk mereka, kan? Mau tahu kenapa? Saya butuh informasi lebih lanjut tentang persyaratan dan proses seleksi. Apakah nilai TKA sudah diakui oleh semua perguruan tinggi yang akan diikuti? Saya ragu-ragu, saya butuh bukti yang jelas 🤔💡
 
Kalau sih, saya pikir ini bisa menjadi kesempatan bagus banget untuk siswa gap year. Mereka bisa terus melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan yang mereka inginkan. Tapi, harusnya juga ada syarat yang lebih tegas, seperti nilai Ujian Nasional (UN) yang lebih ketat. Saya masih ragu-ragu dengan sistem ini, karena siapa tahu hasil tes nanti bakal ditentukan oleh komputer aja... 🤔
 
Wahhh, kalau gini kayaknya banyak yang salah paham soal SPAN-PTKIN 2026. Mereka pikir cuma siapa pun bisa ikut, tapi ternyata ada aturan tuh yang harus diikuti. Tetapi, sepertinya ada opsi lain, yaitu jalur UM-PTKIN. Jadi, kalau kamu lagi gap year, kamu masih bisa ngerjain seleksi itu, asalkan kamu memenuhi syarat-syaratan yang ditentukan oleh perguruan tinggi.

Makanya kayaknya ini menjadi pelajaran bagi kita semua, yaitu pentingnya memahami aturan dan persyaratan sebelum kita ikut. Jangan sampai kita terjebak dalam kesalahpahaman atau kesalahan, ya... Ini juga mengajarkan kita untuk tidak menyerah, tapi mencari alternatif yang lebih baik. Misalnya, kalau kamu gap year, kamu bisa mencoba jalur UM-PTKIN sebagai opsi.
 
Hampir semua mahasiswa gap year ini pasti bingung banget kan? Tapi kalau aku pikirnya, itu bisa menjadi kesempatan bagus untuk mereka yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan Islam. Aku rasa sistem ini cukup jelas dan transparan, mahasiswa gap year tidak perlu khawatir karena masih bisa ikut seleksi UM-PTKIN. Yang penting adalah mereka harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh perguruan tinggi, seperti nilai rapor dan prestasi akademik. Itu bisa diatasi banget! Aku juga senang karena umumnya program ini dilakukan secara online, jadi tidak perlu khawatir tentang biaya atau waktu perjalanan. Tapi aku rasa pemerintah harus berhati-hati agar program ini bisa berjalan lancar dan tidak ada kesalahan-kesalahan yang bisa membuat mahasiswa gap year bingung lagi 😊
 
Mana nih sih, pemerintah benar-benar mau memberikan kesempatan bagi siswa gap year yang tidak bisa ikut SPAN-PTKIN 2026. Kalau sebelumnya mereka harus mager-mager, sekarang mereka bisa ikut UM-PTKIN yang berbarengan aja. Saya rasa ini bagus banget, karena mereka masih bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Tapi, saya juga merasa sedikit frustrasi, apa sih sih? Kalau tidak bisa ikut SPAN-PTKIN, tapi bisa ikut UM-PTKIN, siapa yang beda aja? 😂🤔
 
kembali
Top