Apakah Boleh Puasa Qadha saat Nisfu Syaban & Niatnya Digabung?

Tirto.id - Pagi ini, kebanyakan umat islam sedang memikirkan tentang apa yang harus dilakukan selama bulan Syaban. Pasalnya, bulan ini dikenal sebagai bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Namun, ada pula yang masih memiliki kewajiban membayar puasa qadha Ramadhan karena belum lunas. Apakah boleh melakukan puasa qadha Ramadhan di bulan Syaban? Tidak ada larangan syariat menjalankannya.

Sekarang, mari kita simak apa yang dikatakan oleh para ulama tentang hal ini. Menurut mereka, puasa qadha memiliki prioritas lebih tinggi dibanding puasa sunnah, termasuk puasa Nisfu Syaban. Sebagaimana diatur dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 184 yang bertuliskan "Barangsiapa dari antaramu sakit atau berpergian (lalu ia berbuka), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkannya pada hari-hari lain".

Karena itu, sebaiknya umat islam memprioritaskan untuk menunaikan puasa qadha Ramadhan terlebih dahulu daripada melakukan puasa sunnah Nisfu Syaban. Namun, ada juga hal yang perlu diperhatikan, yaitu tidak melakukan penundaan kewajiban puasa qadha.

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah, bolehkah menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Syaban? Dalam konteks penggabungan niat dua ibadah tersebut terdapat 4 pendapat. Yang pertama, dua ibadah yang diniatkan bersama hukumnya sah. Yang kedua, ibadah wajibnya sah, sedangkan ibadah sunahnya tidak. Yang terakhir, ibadah wajibnya tidak sah, tetapi ibadah sunahnya sah. Terakhir, kedua ibadah tersebut tidak sah.

Untuk umat islam yang hendak melakukan puasa qadha Ramadhan pada hari Nisfu Syaban, ada 2 bacaan niatnya yang perlu diketahui. Pertama, "Saya berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadhan karena Allah Ta'ala". Kedua, "Saya berniat puasa pada pertengahan bulan Syaban sunah karena Allah Ta'ala".

Dengan demikian, umat islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan dan ingin melaksana shaum pada 15 Syaban, sebaiknya utamakan untuk menunaikan kewajiban qadha tersebut terlebih dahulu.
 
Hai temen-temen, aku punya pendapat tentang hal ini... Aku pikir om ulama yang berbicara di Tirto.id nanti siapa-siapa yang memutuskan untuk melakukan puasa qadha Ramadhan di Syaban, kira-kira harus benar-benar paham apa yang dimaksud dengan "syarat" dalam puasa qadha itu sendiri. Kalau tidak, mungkin saja nanti terjadi kesalahpahaman dan akhirnya jadi masalah...
 
Maafkan aku, tapi aku pikir yang penting adalah kita harus fokus pada memahami konsep puasa qadha Ramadhan dan apa yang dimaksud dengan "shaum". Aku bayangkan banyak orang yang masih dalam kesulitan membayar utang puasa Ramadhan, lalu mau melakukan "shaum" di bulan Syaban. Itu kan seperti mencoba menyelesaikan utangmu dengan cara baru, tapi belum memahami apa yang harus dilakukan dulu. Aku rasa lebih baik kita fokus pada menyelesaikan kewajiban puasa qadha Ramadhan terlebih dahulu, jadi kita tidak menunda-nundanya lagi πŸ˜ŠπŸ™
 
Saya rasa masyarakat islam nggak perlu dipaksa lagi tentang apa yang harus dilakukan selama bulan Syaban, kan? Yang penting adalah kita bisa memenuhi kewajiban kita di Ramadan, seperti puasa qadha. Saya lihat ada ulama yang bilang prioritas utamanya untuk menunaikan puasa qadha Ramadhan sebelum melakukan puasa sunnah Nisfu Syaban, dan itu wajar banget πŸ€”.

Tapi, aku rasa ada hal lain yang perlu kita perhatikan, yaitu tidak membuat orang kaget atau stres dengan banyak informasi tentang apa yang harus dilakukan. Kita udah tahu bahwa Ramadan adalah bulan yang berat, jadi kita nggak perlu menambah bebannya dengan informasi yang berlebihan πŸ™„.

Saya juga sangat senang melihat bahwa ada 2 bacaan niat puasa qadha Ramadhan yang bisa kita gunakan, itu akan membantu kita untuk lebih jelas tentang apa yang harus dilakukan. Saya harap semua umat islam bisa memahami dan menerapkan informasi tersebut dengan bijak πŸ’‘.
 
Hebu dahsyat kena nih, siapa yang punya uang untuk membayar puasa Ramadhan? Puasa qadha Ramadhan di bulan Syaban itu seperti mencari harta karun, tapi gak tahu kapan lagi bisa temuinnya. Kalau mau puasa sunnah Nisfu Syaban, itu juga nggak mudah, harus ngerjain banyak hal sebelum malam itu. Maksudnya, umat Islam harus bijak dalam memilih apa yang prioritas, karena keduanya penting banget. Saya rasa lebih baik buat kita fokus pada menyelesaikan utang puasa Ramadhan terlebih dahulu, jadi gak perlu stres lagi nanti. πŸ€”πŸ’€
 
Gue rasa puasa qadha ramadan harus dipesan sebelum nisfu syaban. kalau mau nyesel di syaban itu aja bikin kesal. dan gue juga rasa tidak ada masalah bila kita buat niat puasa syaban sunah, tapi pastikan gak nyesel.
 
Bisa juga gak nggabung niat puasa qadha dengan sunnah syaban. Tapi kalau udah laksanakan keduanya, apa salahnya loh 😊. Yang penting adalah kita tidak menunda kewajiban puasa qadha dan sudah membayar utangRamadhan ya.
 
Wow, ini kayaknya macet banget. Umat Islam banyak yang masih belum lulus utang puasa Ramadhan, tapi sekarang saatnya juga untuk melakukan puasa qadha di bulan Syaban. Kalau niatnya benar-benar ingin mengganti kewajiban puasa Ramadhan, toh tidak ada masalah. Tapi kalau masih penundaan utang puasa, itu gak baik banget. 😊
 
Hmmpp, kalau mau lakukan puasa qadha Ramadhan di bulan Syaban nggak ada larangan syariat, tapi aku rasa itu gampang banget. Puasa qadha Ramadhan yang belum lunas harus diatasi terlebih dahulu, kan? Ngga bisa langsung nanti ke hari Nisfu Syaban dan lupa kewajiban apa-apa. Nah, tentang gabungan niat puasa qadha dengan puasa sunnah Syaban... aku pikir itu masalah. Jika kita sudah memiliki utang puasa Ramadhan, nggak bisa lagi nanti ke hari Nisfu Syaban dan lupa aturannya. Kita harus fokus terlebih dahulu menunaikan kewajiban qadha, ya. πŸ€”
 
Aku pikir kalau ada orang yang belum lunas puasa ramadan pasti harus nyelesaikan dulu aja, kayaknya jangan mau penundaan ya... apalagi nanti bulan syaban sudah dekat dan aku rasa ada banyak orang yang lagi sibuk dengan pekerjaan atau apapun jadi nggak bisa nyobain puasa qadha ramadan.
 
heya bro, aku pikir ini kontroversi yang bisa bikin kita sulit paham kan? kalau kita harus memilih antara puasa qadha Ramadhan dan puasa sunnah Syaban, aku rasa kita harus prioritas utama menunaikan kewajiban puasa qadha Ramadhan terlebih dahulu. tapi siapa tahu ada yang berbeda pendapat, bro! πŸ€” apa kamu pikir apa itu yang paling penting dalam hal ini?
 
ini masalah keterlibatan politesi di hari ramadan ya 😊. apa yang kita lihat disini adalah contoh cara-cara para ulama berpikir tentang hal keterlibatan dengan puasa lainnya, padahal yang terpenting adalah keterlibatan dengan kepentingan rakyat. kalau kita fokus pada prioritas utama, seperti membayar utang-utang rakyat, atau memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, itu bukanlah masalah syariat ya πŸ€”. tapi apa yang ada di sini adalah contoh bagaimana politesi seringkali mengancam keterlibatan kita dalam hal-hal yang kita anggap penting, seperti membantu rakyat yang membutuhkan πŸ‘₯. jadi, padahal kita memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang baik dan membantu orang lain, kita malah tertekan dengan masalah-masalah keagamaan yang lebih sibuk πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
aku penasaran kalau umat islam mau lakukan puasa qadha ramadhannya di bulan syaban nih... aku rasa gak perlu memikirkan banyak, jadi aku yang paling fokus untuk melakukan puasa sunnah di bulan syaban juga aja πŸ€”πŸ’¨. tapi aku tahu beberapa orang ulama bilang kalau prioritasnya harus sebaliknya yaitu puasa qadha terlebih dahulu... tapi aku rasa gak penting banget, apa yang penting adalah kita dapat berpuasa dengan niat yang benar πŸ’ͺ. dan apa kalau kita lupa niat puasa qadha ramadhannya? aku rasa itu juga tidak apa-apa, kita bisa selalu menambah waktu lagi deh πŸ™ƒ.
 
Gue pikir kalau orang muslim punya wawasan tentang ini, harus fokus utama sama kita buat luasan puasa qadha Ramadhan ya, bukan nanti lagi puasa sunnah yang lain. Kita harusnya berhati-hati terhadap waktu juga, jangan mau menunda kewajiban puasa qadha.
 
oh iya! aku pikir gak perlu sibuk banget dng puasa syaban deh... aku masih belum lunas puasa ramadan juga! aku rasa lebih baik aku fokus utamakan puasa qadha ramadan terlebih dahulu, jadi aku nggak lupa membayar utangku. tapi siapa tahu aku mungkin bisa puasa syaban dengan niat 'saya berniat puasa sunah' kayak gini... πŸ€”πŸ™
 
Pesan dari aku adalah: kalau kamu punya uang, jangan simpan di luar rumah nanti keluarga lagi bingung makan nanti yaπŸ˜‚. Tapi serius, kalau orangnya masih belum bayar puasa qadha Ramadhan, mereka harus buat prioritas dulu terus! Aku rasa tidak adil jika orang lain harus menunggu nanti kamu sudah bayar aja. Makanya kalian harus siap-siap dulu gini. Dan kalau ada yang ingin puasa Nisfu Syaban bersama puasa qadha Ramadhan, aku pikir itu bisa dilakukan juga! Tapi kamu harus pasti buat niatnya jujur terlebih dahulu ya πŸ€”.
 
Pesan dari suara hati adalah: siapa yang tidak punya niatan itu? puasa qadha Ramadhan di bulan Syaban itu nggak masalah, apa yang penting adalah niatan benar atau tidak πŸ™
 
Puasa qadha ramadan selama bulan syaban nggak salah, tapi udhahkannya harus diprioritaskan dulu. Jika kamu masih punya utang puasa ramadan, jangan sekalian dengan niat puasa syaban karena itu akan bikin utangmu tidak selesai. Pilihlah antara utamakan kewajiban qadha atau utamakan niat puasa syaban, jangan biarkan keduanya sama-sama.

Jadi, kamu bisa memilih salah satu, misalnya hanya berpuasa di Syaban dan tidak berpuasa esok hari Ramadan, atau kamu hanya berpuasa esok hari Ramadan dan tidak berpuasa di Syaban. Itu sudah cukup, asalkan kamu telah menyelesaikan utang puasa ramadan terlebih dahulu. πŸ“…
 
Mungkin seharusnya kita fokus pada hal yang benar-benar penting yakin? Mau kita bimbang niat puasa di bulan Syaban atau bukannya kita sudah lama tidak menyelesaikan utang puasa qadha Ramadhan? Bayangkan kalau kita memprioritaskan niat puasa di Syaban, sementara ada banyak orang yang masih belum lunas utang puasa sebelumnya... Mungkin kita harus jujur dulu, lalu setelah itu aja kita fokus pada niat puasa di Syaban. πŸ™
 
kembali
Top