Apa Saja Mata Pelajaran Pendukung Program Studi di SNBP 2026?

Terdapat 59 program studi pendukung yang dirinci berdasarkan kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013. Ada dua jalur seleksi nasional, yaitu SNBP dan SNBT. Pada jalur SNBP, mata pelajaran pendukung yang menjadi pertimbangan seleksi dan rujukan dalam tes kemampuan akademik adalah:

Rumpun Ilmu Humaniora: Seni, Sejarah, Lingistik, Sastra, Filsafat

Rumpun Ilmu Sosial: Sosial, Ekonomi, Pertahanan, Psikologi

Rumpun Ilmu Alam: Kimia, Ilmu Kebumian, Ilmu Kelautan, Biologi, Biofisika, Fisika, Astronomi

Rumpun Ilmu Formal: Komputer, Logika, Matematika

Rumpun Ilmu Terapan: Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan, Arsitektur, Perencanaan Wilayah, Desain, Ilmu Akuntansi, Ilmu Manajemen, Logistik, Administrasi Bisnis, Bisnis, Ilmu Komunikasi, Pendidikan, Teknik/Rekayasa, Ilmu Lingkungan, Kehutanan, Ilmu Kedokteran, Ilmu Kedokteran Gigi, Ilmu Veteriner, Ilmu Farmasi, Ilmu Gizi, Kesehatan Masyarakat, Kebidanan, Keperawatan, Kesehatan, Ilmu Informasi, Hukum, Ilmu Militer, Urusan Publik, Ilmu Keolahragaan, Pariwisata, Transportasi, Bioteknologi, Biokewirausahaan, Bioinformatika.

Terdapat empat mata pelajaran pendukung yang dipilih sebagai prioritas dalam komponen penilaian SNBP 2026. Bobot nilai dari empat mata pelajaran tersebut digabungkan dengan prestasi atau portofolio siswa untuk mencapai bobot maksimal 50%. Setiap kampus memiliki kewenangan untuk menentukan komposisi spesifik dan hanya dua mata pelajaran yang relevan dengan program studi pilihan yang akan dihitung nilai.
 
Gue rasa kalau sistem seleksi ini agak susah, kayaknya ada cara lain untuk menguji kemampuan siswa, kan? Bayangkan kalau gue harus menyelesaikan tes selama 2 jam tanpa bisa ngga coba nih? Itu kayaknya sangat stres banget!

Dan, kenapa harus ada banyak mata pelajaran pendukung? Gue rasa kurang efektif lagi, gak bisa fokus pada satu hal. Kalau bisa, gue sarankan tambahkan ujian yang lebih sederhana, tapi yang masih bisa menilai kemampuan siswa secara keseluruhan.
 
aku rasa program ini jadi makin kompleks kan? sekarang ada banyak jalur seleksi, kurikulum, dan prioritas. sepertinya memerlukan strategi yang lebih matang untuk memilih program studi yang tepat. saya rasa perlu adanya penyesuaian agar tidak membuat mahasiswa terjebak dalam proses seleksi yang panjang dan rumit. kampus-kampus juga perlu bekerja sama lebih serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
 
Gue pikir program ini agak kompleks πŸ€”, ada banyak mata pelajaran pendukung yang dipilih πŸ“š. Gue rasa empat mata pelajaran pendukung yang dipilih sebagai prioritas dalam komponen penilaian SNBP 2026 itu cukup masuk akal πŸ™, karena di antara mereka ada mata pelajaran yang relevan dengan program studi pendidikan πŸŽ“. Tapi gue juga rasa kampus-kampus ini harus berhati-hati agar spesifikasi komposisi spesifik tidak terlalu rumit 🀯. Gue harap program ini dapat meningkatkan kualitas siswa yang lulus dan dapat menjadi kandidat untuk beasiswa πŸ’Ό.
 
Aku tidak biasa berkomentar, tapi aku pikir ini penting banget! Jadi, ada 59 program studi pendukung, tapi siapa nih yang tahu jumlahnya itu? Banyak sekali, kan? πŸ˜‚ Aku hanya ingin tahu, kampus mana yang akan menerima banyak pendaftaran siswa? Itu yang penting, bukan? Dan siapa nih yang akan menentukan komposisi spesifik untuk setiap program studi? Aku rasa perlu ada transparansi lebih lanjut tentang hal ini.
 
Gue pikir ini semakin nge-boros. Sebelumnya, gue sudah terlihat skeptis tentang kurikulum Merdeka. Sekarang, ada banyak program studi pendukung yang bisa dipilih. Gue rasa itu akan membuat mahasiswa lebih sulit fokus pada satu bidang pengetahuan. Matika gue pikir apa punya tujuannya? Mereka ingin menghasilkan mahasiswa yang kaya akan kebun ilmu atau apa? πŸ€”

Dan, apa dengan komponen penilaian SNBP 2026? Gue rasa itu terlalu panjang. Apa ada yang salah kalau kita fokus pada satu bidang pengetahuan dan mengembangkannya? Mungkin itu akan membuat kita lebih kuat dalam dunia kerja. πŸ™„
 
aku rasa ini penting banget bagi mereka yang ingin masuk ke universitas, karena kalau tidak punya kemampuan akademik yang konsisten maka bisa jadi kamu salah satu dari 59 program pendukung itu 😊. tapi aku pikir perlu diadakan penguatan program pendidikan formal seperti pengenalan teknologi informasi, karena sekarang teknologi makin canggih dan banyak sekali pekerjaan yang membutuhkan kemampuan ini. juga pengetahuan umum tentang lingkungan dan kebersihan adalah hal penting, jadi aku harap di tahun-tahun mendatang program pendukung ini bisa lebih fokus pada hal-hal tersebut πŸŒΏπŸ’š.
 
Aku pikir ini keren banget! Platform Loyalist setuju dengan kebijakan ini 🀩. Dengan demikian, para siswa dapat menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang-bidang yang mereka minati. Aku yakin banyak dari kita yang merindukan program studi yang lebih fleksibel dan memungkinkan kita untuk mengembangkan kemampuan kita sesuai dengan minat kita 😊. Saya juga harap ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sehingga para lulusannya dapat siap-siap bekerja di bidang-bidang yang mereka cari πŸ’ͺ.
 
Gue pikir jadwal ini terlalu padat ya πŸ˜…. Gimana caranya siswa bisa fokus di beberapa mata pelajaran pendukung sekaligus? Semua program studi gini pasti membuat siswa lelah banget 🀯. Dan apa artinya kalau setiap kampus punya komposisi spesifik? Gue rasa ini sama sekali tidak transparan πŸ˜’. Bagaimana caranya kita bisa yakin bahwa siswa yang lulus program ini benar-benar siap untuk bekerja di lapangan? πŸ€”
 
Aku pikir ini salah satu kebijakan pendidikan yang bagus banget! Membuat prioritas mata pelajaran yang relevan dengan program studi itu membuat siswa lebih fokus dan tertarik dalam belajar. Aku senang melihat ada banyak pilihan mata pelajaran yang bisa dipilih, mulai dari Humaniora, Sosial, Alam, Formal hingga Terapan. Ini memungkinkan siswa untuk menemukan minat dan bakatnya sendiri.

Mungkin saja ini juga akan membuat program studi lebih kompetitif dan relevan dengan dunia kerja, karena banyak perusahaan yang membutuhkan orang-orang yang memiliki pengetahuan dalam bidang tertentu. Aku harap ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia! πŸ“šπŸ‘
 
Oke, aku pikir hal ini agak bingung. Nah, kalau gak salah, ada 59 program studi pendukung yang bakal dipilih berdasar kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, kan? Aku penasaran apa aja kampus-kampusnya, sih. Tapi, aku rasa kabarin ini sederhana, gak? Di SNBP, ada dua jalur seleksi nasional, ya? Dan ada beberapa rumpun ilmu yang dipertimbangkan di dalam tes kemampuan akademik...

Aku pikir ini agak susah, tapi kalau aku harus memilih, aku lebih suka mata pelajaran yang terkait dengan teknologi dan informatika. Aku senang bisa mengejar kebutuhan industri dan inovasi. Misalnya, aku ingin belajar di bidang ilmu informasi atau bioteknologi.

Aku rasa kampus-kampus harus membuat prioritas program studi pendukung yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Jadi, bukan semua program studi sama-sama penting, kan? Aku ingin lulus SNBP 2026!
 
Gampang banget aja cari informasi tentang jurusan pendukung ya! Tapi gini, kalau kamu ingin lulus SNBP, kamu harus fokus pada beberapa Mata Pelajaran Pendukung (MP) yang diprioritaskan oleh komisi tersebut. Jadi, siapa tau kamu punya bakat dalam Fisika atau Biologi, dan kamu ingin masuk ke jurusan Ilmu Alam, kamu harus fokus di sana dulu!

Tapi, gini juga, kalau kamu punya prestasi yang keren di salah satu MP, seperti Seni atau Sastra, itu juga bisa menjadi faktor yang membuat kamu lebih kompetitif. Jadi, jangan lupa untuk memperkirakan nilai kamu dari MP-mp tersebut!
 
saya pikir ini bisa menjadi jalur seleksi yang lebih baik buat orang yang ingin lulus S1, tapi juga harusnya ada kemandirian dalam program Studi, gak usah sama saja dengan mata pelajaran yang dipilih oleh orang lain ya... misalnya kalau kamu pilih jurusan Teknik, bukan cuma teknik aja yang dihitung nilai, tapi juga komponen lain yang relevan seperti matematika dan fisika.
 
ini gak usah ribet kok, ada banyak cara buat bisa masuk universitas, tapi masih ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan. dulu tahun lalu aku tau adikku sedang mencari informasi tentang program studi pendukung, jadi aku cari info di internet dan ternyata ada banyak program studi yang ditawarkan. kalo mau masuk universitas, harus memilih salah satu jurusan dari 59 program studi tersebut.

senonnya mata pelajaran pendukung yang dipilih untuk prioritas penilaian SNBP tahun ini juga agak menarik, rumpun ilmu humaniora dan sosial itu kaya sekali opsi, tapi sayangnya tidak ada program studi yang menyediakan komentar atau informasi lebih lanjut tentang program studi pendukung ini.
 
aku pikir porsi pendidikan akademik ini terlalu panjang, kan? πŸ€” sepertinya ada 2 rumpun ilmu yang sama, yaitu Ilmu Formal dan Teknik/Rekayasa, tapi dengan nama yang berbeda-beda... misalnya Ilmu Komputer dan Teknik/Rekayasa... yang artinya sama-sama komputer, kan? πŸ˜‚

atau mungkin yang lebih penting adalah bagaimana cara mereka menggabungkan bobot nilai dari empat mata pelajaran pendukung dengan prestasi atau portofolio siswa... misalnya 50% untuk akademik dan 50% untuk proyek, tapi bagaimana caranya mereka bisa menilai keduanya? πŸ€”

saya pikir ada cara yang lebih efektif untuk menggabungkan kedua aspek ini, seperti menilai prestasi proyek dengan bobot nilai yang lebih tinggi... misalnya 70% dan akademik hanya 30%. πŸ“Š
 
Halo teman-teman, aku bawa kabar buruk... πŸ€•

Aku nggak bisa tahan ketika aku lihat ada 59 program studi pendukung yang harus dipilih oleh mahasiswa Indonesia. Wah, makin banyak pilihan yang harus diambil, tapi juga makin kompleks ya!

Dan aku lagi-ngali, ada dua jalur seleksi nasional, SNBP dan SNBT. Tapi apa yang terjadi jika aku salah pilih? Aku nggak bisa ngecewakan orang tuh, kan? πŸ€¦β€β™‚οΈ

Aku rasa mahasiswa Indonesia harus lebih berhati-hati dalam memilih program studi pendukung. Karena setelah itu, segalanya tergantung pada prestasi yang kamu dapatkan. Tapi apa jadi kalau kamu gagal? πŸ€”
 
Pikirannya kalau ada banyak program studi pendukung, tapi kemudian ada 2 jalur seleksi nasional aja... aku rasa ini bisa membuat kurangnya transparansi dalam proses seleksi. Bayangkan nanti kamu sudah lama menunggu hasil ujian dan akhirnya tahu bahwa mata pelajaran yang kamu pilih sebenarnya tidak relevan dengan program studi yang kamu pilih... ini bikin kecewa banget! πŸ€”
 
aku pikir ini sangat bagus, kalau kita punya banyak pilihan program studi yang mendukung kurikulum Merdeka itu akan semakin beragam untuk mahasiswa bebas mengejar minatnya πŸ’‘, tapi aku khawatir ada ketidaksamaan dalam penilaian nilai, misalnya apabila mahasiswa tidak memiliki pengalaman kerja atau portofolio yang memadai maka akan terkena penilaian rendah 😬.
 
ini ke kabar buruk lagi, siapa sapa yang punya niat masuk ke universitas nantinya jangan percaya, soalnya kriteria seleksi ini terlalu panjang dan susah banget, apa yang salah dengan kita Indonesia kalau kita tidak cukup berbakat untuk masuk ke universitas? aku pikir ada masalah di dalam sistem pendidikan kita sendiri, jadi gampang saja kita tidak bisa masuk.
 
Maksudnya apa sih kalau kita punya banyak sekali program Studi pendukung? Itu seperti mencoba menemukan jalan tengah dalam hidup, kan? Kita harus memilih mana yang paling penting untuk kita. Seperti bagaimana kita harus memilih antara kesenangan dan keberanian, keduanya sangat penting tapi tidak bisa dimiliki bersamaan waktu. Jadi, apakah prioritas adalah tentang menemukan keseimbangan atau mencari kebenaran? Atau mungkin itu semua hanya sebuah pilihan yang kita buat sendiri? πŸ€”
 
kembali
Top