Apa Saja Mata Pelajaran Pendukung Program Studi di SNBP 2026?

Peraturan baru untuk SNBP 2026 telah terumum dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 102/M/2025. Pada tahap Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, ada dua jalur yaitu SNBP dan SNBT. Bagi calon mahasiswa yang terdaftar pada jalur SNBP, pemerintah menetapkan mata pelajaran pendukung sebagai pertimbangan seleksi dan rujukan tes kemampuan akademik.

Pada kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, ada dua daftar matpel pendukung program studi yang akan dihitung nilai selama evaluasi SNBP. Ada perbedaan besar antara keduanya, jadi penting sekali calon mahasiswa memilih rincian matapelajaran pendukung apa yang diakui dan relevan dengan program studi yang dipilih mereka.

Mata pelajaran pendukung pada kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut: Rumpun Ilmu Humaniora (Seni, Sejarah, Lingistik, Sastra, Filsafat); Rumpun Ilmu Sosial (Sosial, Ekonomi, Pertahanan, Psikologi); Rumpun Ilmu Alam (Kimia, Ilmu Kebumian, Ilmu Kelautan, Biologi, Biofisika, Fisika, Astronomi); Rumpun Ilmu Formal (Komputer, Logika, Matematika); Rumpun Ilmu Terapan (Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan, Arsitektur, Perencanaan Wilayah, Desain, Ilmu Akuntansi, Ilmu Manajemen, Logistik, Administrasi Bisnis, Bisnis, Ilmu Komunikasi, Pendidikan, Teknik/Rekayasa, Ilmu Lingkungan, Kehutanan, Ilmu Kedokteran, Ilmu Kedokteran Gigi, Ilmu Veteriner, Ilmu Farmasi, Ilmu Gizi, Kesehatan Masyarakat, Kebidanan, Keperawatan, Kesehatan); Rumpun Ilmu Formal (Ilmu Informasi, Hukum, Ilmu Militer, Urusan Publik, Ilmu Keolahragaan, Pariwisata, Transportasi, Bioteknologi, Geografi).

Sementara itu, mata pelajaran pendukung pada kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: Rumpun Ilmu Humaniora (Seni Budaya, Sejarah Indonesia, Lingistik, Sastra, Filsafat); Rumpun Ilmu Sosial (Sosial, Ekonomi/Matematika, Pertahanan); Rumpun Ilmu Alam (Kimia, Ilmu Kebumian/Fisika/Matematika Geometri/Peminatan MIPA, Ilmu Kelautan/Biologi/Geografi); Rumpun Ilmu Formal (Komputer/Mematika Tingkat Lanjut/Peminatan MIPA, Logika/Mematika Tingkat Lanjut/Peminatan MIPA, Matematika/Mematika Tingkat Lanjut/PeminatanMIPA).

Dalam SNBP 2026, calon mahasiswa dipungut ujian dengan bobot nilai matapelajaran pendukung berkisar 50% dari bobot total nilai yang diberikan pada SNPMB.
 
heya guys πŸ€”. aku pikir ini salah pilihan nih. mengapa harus ada dua jalur lagi? SNBP sendiri sudah cukup panjang dan rumit, sekarang mereka tambahkan SNBT juga? itu bikin mahasiswa lebih stres aja. kalau mau yang benar, hanya perlu satu jalur aja, yaitu SNBP saja. tapi aku sih tidak paham apa keuntungan dari menambahkan SNBT, cuman bikin mahasiswa lebih bingung aja.
 
gak ngerti sih, apa logika kalau mahasiswanya harus memilih rincian matapelajaran pendukungnya apa aja yang diakui dan relevan dengan program studi yang dipilih? kayaknya kunci jawabannya adalah program studi itu sendiri, bukan karena ada perbedaan besar antara kurikulum Merdeka dan 2013. apa sih keuntungan kalau mahasiswa harus memilih rincian matapelajaran pendukung? kayaknya hanya membuat pribadi mahasiswa yang dipertimbangkan lebih serius, tapi siapa tahu nanti mahasiswanya sendiri yang tidak mengerti konsep pendukung tersebut.
 
Wah kira-kira gak bisa masuk universitas kalau punya kebobolan dalam pilihan mata pelajaran pendukung πŸ˜’. Kalau aku memilih Rumpun Ilmu Humaniora, tapi aku tidak mengetahui kalau ada perbedaan besar antara 2 daftar matpel pendukung program studi yang diakui dan relevan. Maksudnya aku harus belajar apa saja dari Rumpun Ilmu Humaniora, tapi gak tahu apa saja yang diakui oleh pemerintah. Gimana kalau aku salah pilih? πŸ€”. Aku rasa perlu ada penjelasan lebih lanjut tentang 2 daftar matapelajaran pendukung program studi yang ada di kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013.
 
ya guys! 🀯
Kalau lama ga update di sini, kira-kira 1000+ komentar pas gampang bangetπŸ‘€.
Aku rasa peraturan ini banyaan aja πŸ€¦β€β™‚οΈ. Kalau mau dipilih program studi apa, kan harus fokus juga pada mata pelajaran pendukung ya? πŸ€”
Menurutku kalau kurikulum 2013 lebih mudah diingat kan? πŸ“š
Lalu, ujian berbobot 50% dari total nilai SNBP. Gimana caranya sih untuk bisa fokus dan siap? πŸ˜…
Aku nyoba buat grafik, cek aja! πŸ“Š

| Program Studi | Rincian Mata Pelajaran Pendukung (Kurikulum Merdeka) | Bobot Nilai |
| --- | --- | --- |
| Teknik Rekayasa | Ilmu Komputer, Logika, Matematika | 10% |
| Ekonomi | Sosial, Ekonomi, Pertahanan | 12% |

| Program Studi | Rincian Mata Pelajaran Pendukung (Kurikulum 2013) | Bobot Nilai |
| --- | --- | --- |
| Teknik Rekayasa | Komputer, Logika, Matematika Tingkat Lanjut | 8% |
| Ekonomi | Sosial, Ekonomi/Matematika Tingkat Lanjut | 10% |

Aku rasa perlu juga bikin grafik untuk kurikulum 2013 lagi πŸ“Š.
 
Aku pikir ini penting sekali bagi kita mahasiswa baru di masa depan, kan? Kita harus paham betapa pentingnya memilih mata pelajaran pendukung yang tepat dan relevan dengan program studi kita nantinya. Jangan sampai kita salah pilih dan kesepian di luar dunia pendidikan, hehe emoticon πŸ™‚ . Dan wajib diingat juga bahwa bobot nilai matapelajaran pendukung itu 50% dari total nilai SNPMB, jadi kita harus fokus dan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Saya berharap kita semua bisa mengambil keputusan yang tepat dan sukses di masa depan 🀞.
 
Aku rasa kalau penting banget bagi mahasiswa berpikir secara teliti tentang mata pelajaran pendukung yang dipilihnya, karna kalau salah pilihan bisa jadi mempengaruhi hasil ujian SNBP 2026, ya? πŸ€” Selain itu, aku juga ingin mengajak temen-temen untuk memeriksa kembali kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, karna aku rasa ada perbedaan besar antara dua kurikulum itu, jadi mahasiswa harus hati-hati dalam memilih mata pelajaran pendukung. Semoga berhasil yang mengikuti SNBP 2026! πŸ™
 
Mengenai peraturan baru ini, aku pikir penting sekali kita mempertimbangkan apa yang sebenarnya diakui oleh negara kita. Kalau mata pelajaran pendukungnya jadi semisal itu, berarti kita nggak fokus pada bidang-bidang penting seperti Ilmu Kedokteran atau Teknik/Rekayasa? Mungkin karena kita ingin lebih menekankan kebutuhan sosial dan ekonomi, tapi aku rasa kita harus canggih juga! 😐

Aku penasaran kalau kita bisa mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kemampuan mahasiswa itu sendiri, bukan hanya mata pelajaran pendukung. Mungkin ada cara untuk menyesuaikan nilai ujian dengan kemampuan mahasiswa yang lebih adiktif? πŸ€”

Tapi, aku juga pikir ini bisa menjadi kesempatan bagus untuk kita memahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh pemerintah dalam menyelenggarakan SNBP. Kita tidak perlu hanya nggakot-nggat, tapi juga harus mempertimbangkan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh negara dan masyarakat kita. πŸ™
 
Saya pikir ini penting banget kalau kita pilih mata pelajaran pendukung yang tepat, jangan salah pilihan! Kita tidak ingin kehilangan kesempatan karena tidak memenuhi kriteria di seleksi SNBP 2026, ya? Saya lihat ada perbedaan besar antara kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, itu berarti kita harus waspada dan berhati-hati saat memilih mata pelajaran pendukung. Yang penting adalah kita pilih yang relevan dengan program studi kita dan diakui oleh pemerintah πŸ€”. Jangan biarkan bobot nilai matapelajaran pendukung mengganggu kesempatan kita, yaitu!
 
Gue rasa kan kalau kita harus memilih mata pelajaran pendukung yang diakui dan relevan kaya penting banget sekali! πŸ€”πŸ“š[![Mata Pelajaran Pendukung](https://i.imgur.com/O0s7eH8.jpg)](https://i.imgur.com/O0s7eH8)

Kita gak mau salah pilihan kan? πŸ˜‚![SALAH PILIHAN](https://i.imgur.com/0ZnqVY9.jpg)](https://i.imgur.com/0ZnqVY9)

Gue rasa kurikulum 2013 lebih kompleks deh! 🀯[![KURIKULUM 2013](https://i.imgur.com/eu7j6Wm.jpg)](https://i.imgur.com/eu7j6Wm)

Tapi gak apa2 kalau kita salah pilih kan? πŸ˜‚![SALAH PILIHAN](https://i.imgur.com/0ZnqVY9.jpg)](https://i.imgur.com/0ZnqVY9)
 
Wow 🀯, apa lagi perubahan yang harus kita hadapi di masa depan ya? Informasi ini terasa sangat penting banget untuk mahasiswa yang berencana melamar kuliah nanti. Pilih salah satu rincian mata pelajaran pendukung punya konsekuensi besar pada skornya di tes SNPMB nanti πŸ’‘.
 
Gue pikir kalau ini kayaknya ada kejadian yang agak serem. Kita harus paham bahwa SNBP 2026 bukan sekedar tentang masuk kuliah, tapi juga tentang memilih program studi yang tepat.

Lalu apa yang bikin penting adalah memilih mata pelajaran pendukung yang relevan dengan program studi kita. Gue pernah lihat banyak orang yang memilih matapelajaran yang tidak diakui atau tidak relevan dengan program studi yang dipilih, padahal ini bisa membuatnya kalah dalam seleksi.

Gue sarapan kalau mahasiswa-mahasiswanya harus lebih teliti dalam memilih matapelajaran pendukung. Kita harus memilih yang benar-benar diakui dan relevan dengan program studi kita. Jangan sampai kita terkecanduan dengan mata pelajaran pendukung yang tidak perlu, kayak gue sendiri waktu masih SMA πŸ€¦β€β™‚οΈ.

Gue juga rasa kalau ini bukan sekedar tentang ujian, tapi juga tentang bagaimana kita belajar dan memahami materi-materia yang dipilih. Kita harus lebih teliti dalam memahami materi-materia itu agar bisa menyesuaikannya dengan program studi kita.
 
Aku rasa kalau pemerintah memperkenalkan peraturan baru ini, itu bukan mainan anak-anak, tapi ada alasan yang masuk akal juga. Kalau kita ambil mata pelajaran pendukung pada kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, kan keduanya memiliki rincian matapelajaran yang berbeda-beda? Jadi, kalau mahasiswa mau dipilih program studi apa pun, mereka harus memastikan kalau pilihan itu relevan dengan rincian matapelajaran pendukung. Tapi, apakah semua mahasiswa yang ada di Indonesia benar-benar bisa memahami perbedaan antara keduanya? πŸ˜…
 
Kurikulum 2026 lagi-lagi membuat kita sedih, kan? 🀯 Kita sudah lama ngeliatin kurikulum ini apalagi kalau masuk ke kuliah πŸŽ“. Kalau gini, penting sekali kita paham kapan-apaan kita harus memilih matapelajaran pendukung mana. Karena kalau salah memilih, ujiannya akan berat banget 🀯.

Kita lihat dulu matapelajaran pendukung kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 apa aja. Yang jelas, Humaniora dan Sosial itu sudah ada di kedua kurikulumnya 😊. Tapi kemudian lagi-lagi kita bisa melihat perbedaan besar antara keduanya. Jadi, penting sekali kita memilih rincian matapelajaran pendukung apa yang diakui dan relevan dengan program studi yang dipilih kita. Karena kalau tidak, ujiannya akan berat banget 🀯.

Dan yang paling penting, adalah pengaturan bobot nilai matapelajaran pendukung. Pada SNPBM 2026, calon mahasiswa dipungut ujian dengan bobot nilai matapelajaran pendukung berkisar 50% dari bobot total nilai yang diberikan pada SNPMB. Jadi, kita harus sangat berhati-hati dalam memilih rincian matapelajaran pendukung dan juga mengerti siapa-siapa program studi kita. Karena kalau salah, kita bisa kehilangan kesempatan untuk masuk ke kuliah πŸŽ“.
 
hehehe, aku rasa kurikulum barunya ini cukup bumbu ya! apa aja yang perlu diingat kalau mau masuk SNBP 2026? pertama, pilih matpel pendukung yang relevan dengan program studi kamu, gak usah memilih matpel yang bakal bikin kesulitan banget! dua, jangan lupa kamu harus mengecek apakah matpel pendukung itu sudah diakui dan diatur oleh Kepmendikdasmen ya! tiga, pastikan kamu siap dengan ujian matapelajaran pendukung karena nilai ituuu akan dipertimbangkan dengan bobot 50% dari total nilai SNPMB! πŸ€“πŸ“š
 
kembali
Top