Virus Nipah, virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, saat ini kembali mengancam masyarakat karena beberapa kasus terkonfirmasi di India. Sehingga, wajar jika kita membutuhkan pengetahuan tentang cara mencegah dan merawat penyakit ini. Virus ini ditemukan pertama kali pada tahun 1999 di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi.
Sumber awal virus Nipah adalah kelelawar buah, yang kemudian menularkannya ke babi, lalu dari babi ke manusia. Kelelawar buah disebut sebagai "reservoir alami" virus Nipah karena dapat hidup di tubuh tanpa menyebabkan kelelawar sakit. Virus ini dapat berpindah ke hewan lain atau manusia melalui kerusakan lingkungan seperti penebangan hutan.
Kasus terakhir virus nipah yang dikonfirmasi di India membuat banyak negara Asia menerapkan status pengamanan khusus di gerbang kedatangan bandara mereka. Negara seperti Thailand, Nepal, dan Taiwan memberlakukan protokol pengawasan seperti saat pandemi Covid-19 dulu.
Virus ini dapat menular dengan gejala ringan hingga berat yang sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala, gejala ringan, hingga penyakit berat yang bisa berujung kematian. Setelah seseorang terpapar virus Nipah, gejala biasanya muncul dalam waktu 4-14 hari, meskipun dalam kasus tertentu bisa muncul hingga 45 hari kemudian.
Gejala awal sering kali mirip dengan flu biasa sehingga sulit dikenali. Gejala tersebut meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Jika infeksi berkembang, penderita dapat mengalami pusing, mengantuk berlebihan, kebingungan atau perubahan kesadaran, serta gangguan saraf.
Pada kasus yang parah, virus Nipah dapat menyerang otak dan menyebabkan radang otak (ensefalitis), dengan gejala seperti kejang, hilang keseimbangan, dan koma. Tingkat kematian akibat virus Nipah sangat tinggi, yaitu sekitar 40-75 persen, tergantung pada kecepatan diagnosis dan kualitas perawatan medis.
Untuk mencegah penularan virus Nipah, langkah-langkah yang dapat kita lakukan adalah menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko seperti kelelawar dan babi. Selain itu, kita juga harus memastikan untuk mencuci bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, serta kupas buah sebelum dimakan.
Jika Anda memiliki gejala yang mirip dengan virus Nipah, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Selain itu, kita juga harus menjaga kebersihan dan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Sumber awal virus Nipah adalah kelelawar buah, yang kemudian menularkannya ke babi, lalu dari babi ke manusia. Kelelawar buah disebut sebagai "reservoir alami" virus Nipah karena dapat hidup di tubuh tanpa menyebabkan kelelawar sakit. Virus ini dapat berpindah ke hewan lain atau manusia melalui kerusakan lingkungan seperti penebangan hutan.
Kasus terakhir virus nipah yang dikonfirmasi di India membuat banyak negara Asia menerapkan status pengamanan khusus di gerbang kedatangan bandara mereka. Negara seperti Thailand, Nepal, dan Taiwan memberlakukan protokol pengawasan seperti saat pandemi Covid-19 dulu.
Virus ini dapat menular dengan gejala ringan hingga berat yang sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala, gejala ringan, hingga penyakit berat yang bisa berujung kematian. Setelah seseorang terpapar virus Nipah, gejala biasanya muncul dalam waktu 4-14 hari, meskipun dalam kasus tertentu bisa muncul hingga 45 hari kemudian.
Gejala awal sering kali mirip dengan flu biasa sehingga sulit dikenali. Gejala tersebut meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Jika infeksi berkembang, penderita dapat mengalami pusing, mengantuk berlebihan, kebingungan atau perubahan kesadaran, serta gangguan saraf.
Pada kasus yang parah, virus Nipah dapat menyerang otak dan menyebabkan radang otak (ensefalitis), dengan gejala seperti kejang, hilang keseimbangan, dan koma. Tingkat kematian akibat virus Nipah sangat tinggi, yaitu sekitar 40-75 persen, tergantung pada kecepatan diagnosis dan kualitas perawatan medis.
Untuk mencegah penularan virus Nipah, langkah-langkah yang dapat kita lakukan adalah menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko seperti kelelawar dan babi. Selain itu, kita juga harus memastikan untuk mencuci bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, serta kupas buah sebelum dimakan.
Jika Anda memiliki gejala yang mirip dengan virus Nipah, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Selain itu, kita juga harus menjaga kebersihan dan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.