Gempa Bumi Jogja Hari Ini: Sesar Opak sebagai Penyebab
Gempa bumi dengan kekuatan 4,5 pada Selasa (27/1) siang sekitar pukul 13.15 WIB terjadi di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Stasiun Geofisika Sleman mengatakan, gempa ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Opak.
Sesar Opak adalah salah satu patahan besar pada kerak bumi yang berada di wilayah Jogja, khususnya di sekitar aliran Sungai Opak. Sesar merupakan retakan pada lapisan batuan bumi yang diikuti oleh pergeseran antar blok batuan akibat tekanan dari dalam bumi. Pergeseran ini sering menjadi penyebab terjadinya gempa bumi.
Sesar Opak termasuk sesar aktif, artinya hingga saat ini masih terus mengalami pergerakan dan berpotensi menimbulkan gempa di masa mendatang. Jalur Sesar Opak membentang sepanjang kurang lebih 45 kilometer, mengikuti aliran Sungai Opak. Aktivitas Sesar Opak memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya.
Gempa Jogja hari ini dirasakan di sejumlah wilayah Jogja seperti Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Klaten dengan intensitas III MMI. Selain itu, di wilayah yang lebih jauh seperti Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI.
BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa bumi dengan kekuatan 4,5 pada Selasa (27/1) siang sekitar pukul 13.15 WIB terjadi di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Stasiun Geofisika Sleman mengatakan, gempa ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Opak.
Sesar Opak adalah salah satu patahan besar pada kerak bumi yang berada di wilayah Jogja, khususnya di sekitar aliran Sungai Opak. Sesar merupakan retakan pada lapisan batuan bumi yang diikuti oleh pergeseran antar blok batuan akibat tekanan dari dalam bumi. Pergeseran ini sering menjadi penyebab terjadinya gempa bumi.
Sesar Opak termasuk sesar aktif, artinya hingga saat ini masih terus mengalami pergerakan dan berpotensi menimbulkan gempa di masa mendatang. Jalur Sesar Opak membentang sepanjang kurang lebih 45 kilometer, mengikuti aliran Sungai Opak. Aktivitas Sesar Opak memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya.
Gempa Jogja hari ini dirasakan di sejumlah wilayah Jogja seperti Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Klaten dengan intensitas III MMI. Selain itu, di wilayah yang lebih jauh seperti Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI.
BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.