Gempa Bumi Jogja Hari Ini Dibebaskan Sebagai Aktivitas Sesar Opak Penyebabnya
Selasa pagi, tepat pukul 13.15 WIB, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 4,5 di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Opak dan merupakan jenis gempa bumi tektonik.
Menurut BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 7,87 derajat Lintang Selatan dan 110,49 derajat Bujur Timur di bagian timur Kabupaten Bantul. Kedalaman ini tergolong dangkal sehingga getaran gempa dapat dirasakan cukup luas oleh masyarakat.
Sesar Opak adalah salah satu patahan atau rekahan besar pada kerak bumi yang berada di wilayah Jogja, khususnya di sekitar aliran Sungai Opak. Sesar ini termasuk sesar aktif dan masih terus mengalami pergerakan dan berpotensi menimbulkan gempa di masa mendatang.
Jalur Sesar Opak membentang sepanjang kurang lebih 45 kilometer, mengikuti aliran Sungai Opak. Sangatlah pentingnya pengetahuan ini agar kita dapat memperkirakan gempa yang akan terjadi di masa depan dan mengambil tindakan untuk menurunkan risiko kerusakan akibat gempa.
Kondisi geologi wilayah Jogja berdampak besar pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah setempat harus lebih serius dalam memperkirakan dan merencanakan bagaimana akan menghadapi gempa yang dapat terjadi di masa depan.
Sementara itu, aktivitas Sesar Opak juga diketahui memotong dua satuan morfologi utama, yaitu Yogya Low (dataran rendah Yogyakarta) dan Wonosari High (dataran tinggi Wonosari).
Selasa pagi, tepat pukul 13.15 WIB, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 4,5 di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Opak dan merupakan jenis gempa bumi tektonik.
Menurut BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 7,87 derajat Lintang Selatan dan 110,49 derajat Bujur Timur di bagian timur Kabupaten Bantul. Kedalaman ini tergolong dangkal sehingga getaran gempa dapat dirasakan cukup luas oleh masyarakat.
Sesar Opak adalah salah satu patahan atau rekahan besar pada kerak bumi yang berada di wilayah Jogja, khususnya di sekitar aliran Sungai Opak. Sesar ini termasuk sesar aktif dan masih terus mengalami pergerakan dan berpotensi menimbulkan gempa di masa mendatang.
Jalur Sesar Opak membentang sepanjang kurang lebih 45 kilometer, mengikuti aliran Sungai Opak. Sangatlah pentingnya pengetahuan ini agar kita dapat memperkirakan gempa yang akan terjadi di masa depan dan mengambil tindakan untuk menurunkan risiko kerusakan akibat gempa.
Kondisi geologi wilayah Jogja berdampak besar pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah setempat harus lebih serius dalam memperkirakan dan merencanakan bagaimana akan menghadapi gempa yang dapat terjadi di masa depan.
Sementara itu, aktivitas Sesar Opak juga diketahui memotong dua satuan morfologi utama, yaitu Yogya Low (dataran rendah Yogyakarta) dan Wonosari High (dataran tinggi Wonosari).