Apa Itu Ptosis dan Kenapa Dikaitkan dengan Gibran serta Pandji?

Komika yang menyinggung penampilan mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ternyata membuat orang tertawa, namun ada komentar dari masyarakat yang mengeluh. Mereka bilang ada kalanya komika itu memang tidak tepat, karena menyinggung aspek fisik yang bersifat personal.

Ia menilai bahwa bentuk mata Gibran merupakan kondisi anatomis yang bersifat bawaan sejak lahir. "Ptosis itu otot levator (kelopak mata) kepanjangan turun ke bawah, jadi mata dia tertutup, bukaan matanya tidak maksimal," kata Tompi.
 
heh, aku pikir wakil presiden punya wajah yang kayak ikan bilis aja ๐ŸŸ๐Ÿคฃ apa sih yang salah? komika itu gak sabar-sabar, kalo kita nggak bisa tertawa, tapi kalo kita nyangka terlalu keras, aku rasa kita jadi orang yang nggak punya sense of humor ๐Ÿ˜‚. tapi tompimuncir yang bilang ada kalanya komik itu tidak tepat, aku setuju dia, karena mata wakil presiden itu bagian dari tubuh yang personal aja ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. tapi aku rasa kita gak perlu terlalu serius, kalo kita bisa tertawa dulu, baru kita nggak sabar-sabar lagi ๐Ÿ˜Š.
 
Wah, aku rasa komika yang konyol banget gitu, tapi juga ada kalanya masyarakat makin sensitif banget ๐Ÿ˜‚. Aku pikir aspek fisik wakil presiden itu nggak apa-apa, tapi aku lihat ada orang yang bilang komedi itu memang tidak tepat ๐Ÿ™„. Tapi aku ajiin, mata Gibran itu kondisi anatomis sejak lahir, jadi nggak bisa diubah ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Aku lihat Tompi jelas-jelas mengasah, dia bilang bahwa otot levator yang panjang turun ke bawah itu memang mengakibatkan mata tertutup dan bukaan matanya tidak maksimal ๐Ÿ˜Š. Sepertinya komedi itu nggak ada masalah, tapi aku lihat juga ada orang yang masih makin sensitif banget, aku ajiin kita harus lebih bijak dalam menilai sesuatu ๐Ÿค”.
 
Makasih informasinya tentang komika yang bikin Gibran Rakabuming Raka tertawa... tapi aku rasa juga sedikit galat. Aku pikir komik itu tidak perlu jadi isu, tapi aku juga paham kalau ada orang bisa terluka karena komentar yang kasar... tapi gimana kalau kita fokus pada hal yang benar-benar penting? Aku rasa Gibran masih banyak hal yang bisa dibicarakan selain tentang mata atau fisiknya... seperti apa yang dia lakukan untuk membantu masyarakat atau yang dianggap penting oleh dirinya. Tapi, aku juga senang kalau komika itu bisa membuat orang tertawa dan berbagi kesenangan... tapi aku ingin mendengar pendapat dari orang lain tentang hal ini... apakah benar-benar tidak tepat untuk dibicarakan? ๐Ÿค”๐Ÿ˜Š
 
Aku pikir komika itu nggak tepat banget! Bayangkan kalau kalian menyinggung rambut seseorang atau bulu mati orang lain, siapa aja yang mau tertawa? Tapi aku juga paham kalau ada komentar dari masyarakat yang mengeluh, karena memang ada batas yang tidak boleh disebarluaskan. Aku pikir lebih baik banget jika kita fokus pada isu-isu yang sebenarnya membuat masalah di Indonesia, bukan hanya menyinggung aspek fisik orang-orang. Dan aku juga rasa komika itu nggak bisa dipahami dengan benar, mungkin dia tidak bermaksud untuk menyinggung Gibran secara spesifik, tapi hanya ingin menghibur dengan cerita lucu yang nggak ada hubungannya dengan kondisi fisiknya. ๐Ÿ˜’๐Ÿ’”
 
Komika itu memang bisa bikin orang tertawa, tapi nggak ada salahnya kalau kita juga bisa sedikit peduli dengan perasaan orang lain. Mungkin komedian itu nggak sadar betapa sensitif hal itu, tapi kita bisa jujur dan berkata "nggak nyaman" bukan?
 
ada kalanya komika harus bisa menyesuaikan diri dengar kesalahan orang lain kan? tapi secara fisik ya mantap aja, mata Gibran nggak masalah apa-apa ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ. toh apa yang penting adalah komedian itu bisa membuat orang tertawa dan bertebaran senyum ๐Ÿคฃ. masyarakat Indonesia harus bisa berbeda-beda pendapat kan, tapi sepertinya banyak yang masih cangkir air hangat lagi ๐Ÿ˜Š.
 
gak bisa disangka sih, komika itu kayaknya harus dilarang sih, karena ada orang yang terlalu sensitif dengan hal ini... tapi aku rasa komika itu bukan untuk memakiin orang lain, tapi untuk membuat orang tertawa dan tidak sombong... tapi kalau kita lihat dari segi ilmu pengetahuan, ada yang bilang bahwa mata si Gibran itu karena kerusakan otot levator, tapi aku rasa jangan terlalu serius lagi, komika itu untuk menghibur ya! ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ
 
Hahaha, komika yang bikin orang tertawa tapi ada masyarakat yang kecewa, ya๐Ÿ˜‚. Aku pikir itu bagus sekali, karena komika harus bisa membuat kita tertawa dan tidak bisa salah, kan? Tapi aku juga paham kalau ada kalanya comik itu memang harus hati-hati, karna bentuk tubuh seseorang bukanlah topik yang bisa dibicarakan. Kondisi mata Gibran itu nyawang, aku rasa topi atau kacamata yang tepat bisa membuatnya terlihat lebih baik, tapi itu bukan komika, kan? ๐Ÿ˜Š
 
kembali
Top