Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membentuk sebuah badan yang disebut Board of Peace dengan tujuan mendorong penyelesaian konflik global dan mempromosikan perdamaian dunia. Dalam acara pembukaan di Davos, Swiss, Trump meresmikan rencana "master plan" untuk merekonstruksi wilayah Gaza yang terluka akibat serangan Israel.
Rencana ini menekankan pembangunan kawasan tepi laut, gedung-gedung modern, serta fasilitas mewah yang diklaim akan mengubah Gaza menjadi kota baru yang menyerupai kawasan maju di Timur Tengah. Proyek ini akan dilakukan secara bertahap dan dibagi ke dalam beberapa zona atau kota, yaitu Rafah atau "kota 1", Khan Younis atau "kota 2", Kamp Pusat atau "kota 3" dan Kota Gaza atau "kota 4".
Setiap zona dirancang memiliki perumahan permanen dalam jumlah besar, fasilitas pendidikan, pusat budaya dan keagamaan, serta layanan kesehatan. Salah satu bagian paling menonjol adalah konsep "coastal tourism" yang menampilkan hotel, apartemen bertingkat tinggi, vila mewah, pusat data, dan kawasan industri modern di sepanjang pantai.
Namun, warga Palestina di Gaza merasa terabaikan dan tidak optimistis terhadap rencana ini. Mereka mengatakan bahwa mereka dibicarakan sebagai masalah yang harus dikelola, bukan sebagai manusia dengan hak-hak yang harus sepenuhnya dipenuhi.
Dalam kesimpulan, proyek Board of Peace dari Trump masih banyak hal yang perlu disimpulkan sebelum dapat dipercaya.
Rencana ini menekankan pembangunan kawasan tepi laut, gedung-gedung modern, serta fasilitas mewah yang diklaim akan mengubah Gaza menjadi kota baru yang menyerupai kawasan maju di Timur Tengah. Proyek ini akan dilakukan secara bertahap dan dibagi ke dalam beberapa zona atau kota, yaitu Rafah atau "kota 1", Khan Younis atau "kota 2", Kamp Pusat atau "kota 3" dan Kota Gaza atau "kota 4".
Setiap zona dirancang memiliki perumahan permanen dalam jumlah besar, fasilitas pendidikan, pusat budaya dan keagamaan, serta layanan kesehatan. Salah satu bagian paling menonjol adalah konsep "coastal tourism" yang menampilkan hotel, apartemen bertingkat tinggi, vila mewah, pusat data, dan kawasan industri modern di sepanjang pantai.
Namun, warga Palestina di Gaza merasa terabaikan dan tidak optimistis terhadap rencana ini. Mereka mengatakan bahwa mereka dibicarakan sebagai masalah yang harus dikelola, bukan sebagai manusia dengan hak-hak yang harus sepenuhnya dipenuhi.
Dalam kesimpulan, proyek Board of Peace dari Trump masih banyak hal yang perlu disimpulkan sebelum dapat dipercaya.