Rencana pembangunan kembali Gaza yang disebut "New Gaza" dan "New Rafah" oleh Board of Peace Trump telah menimbulkan perdebatan di kalangan warga Palestina. Rencana ini dipresentasikan oleh Jared Kushner, pengembang properti dan menantu Donald Trump, dalam forum internasional di Davos.
Rencana pembangunan wilayah Gaza yang hancur akibat serangan Israel ini ditekankan pada pembangunan kawasan tepi laut, gedung-gedung modern, serta fasilitas mewah yang diklaim akan mengubah Gaza menjadi kota baru yang menyerupai kawasan maju di Timur Tengah. Rencana ini menekankan pembangunan perumahan permanen dalam jumlah besar, fasilitas pendidikan, pusat budaya dan keagamaan, serta layanan kesehatan.
Namun, warga Palestina di Gaza merasa terabaikan dan tidak optimistis terhadap rencana ini. Mereka melihat bahwa dewan perdamaian yang baru tersebut tidak ada dalam kenyataan dan hanya sekedar upaya untuk menghindari respons dari internasional.
Pihak warga Palestina juga menutupkan diri dengan mengatakan bahwa "dewan perdamaian itu tidak ada dalam kenyataan" dan "tidak ada sesuatu yang nyata yang membuat kami merasa bahwa keadaan benar-benar akan diperbaiki atau penderitaan kami akan diringankan."
Rencana pembangunan wilayah Gaza yang hancur akibat serangan Israel ini ditekankan pada pembangunan kawasan tepi laut, gedung-gedung modern, serta fasilitas mewah yang diklaim akan mengubah Gaza menjadi kota baru yang menyerupai kawasan maju di Timur Tengah. Rencana ini menekankan pembangunan perumahan permanen dalam jumlah besar, fasilitas pendidikan, pusat budaya dan keagamaan, serta layanan kesehatan.
Namun, warga Palestina di Gaza merasa terabaikan dan tidak optimistis terhadap rencana ini. Mereka melihat bahwa dewan perdamaian yang baru tersebut tidak ada dalam kenyataan dan hanya sekedar upaya untuk menghindari respons dari internasional.
Pihak warga Palestina juga menutupkan diri dengan mengatakan bahwa "dewan perdamaian itu tidak ada dalam kenyataan" dan "tidak ada sesuatu yang nyata yang membuat kami merasa bahwa keadaan benar-benar akan diperbaiki atau penderitaan kami akan diringankan."