Harga Saham Indonesia Guncang Setelah MSCI Membekukan Rebalancing
Pengumuman MSCI yang membekukan pengaturan ulang indeks saham konstituen oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi pemicu utama gelombang jual di pasar saham domestik. Kehilangan minat investor asing, terutama dana pasif yang sering memanfaatkan indeks MSCI sebagai acuan investasi, mengakibatkan IHSG terpukul.
Pengaturan ulang ini dilakukan oleh MSCI untuk memastikan bahwa bobot saham di dalam indeks mencerminkan kondisi pasar terkini. Salah satu elemen penting dalam penilaian itu adalah free float, yaitu jumlah saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan oleh publik dan tidak terikat oleh kepemilikan mayoritas institusi atau pemegang khusus.
MSCI menghitung Foreign Inclusion Factor (FIF), atau proporsi saham yang dapat diakses oleh investor asing sehingga mencerminkan seberapa investable sebuah saham bagi pasar global. Jika free float dianggap rendah atau data pendukungnya kurang transparan, MSCI bisa menunda atau membekukan perubahan penempatan saham dalam indeks.
Kehilangan minat investor asing ini mengakibatkan berkurangnya harga saham di pasar Indonesia. IHSG ambruk 659,67 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,56 pada penutupan perdagangan Rabu sore, 28 Januari 2026.
Dengan demikian, pengumuman MSCI membekukan rebalancing indeks saham konstituen oleh BEI menjadi pemicu utama gelombang jual di pasar saham domestik. Keputusan ini menunjukkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap investasi di Indonesia.
Pengumuman MSCI yang membekukan pengaturan ulang indeks saham konstituen oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi pemicu utama gelombang jual di pasar saham domestik. Kehilangan minat investor asing, terutama dana pasif yang sering memanfaatkan indeks MSCI sebagai acuan investasi, mengakibatkan IHSG terpukul.
Pengaturan ulang ini dilakukan oleh MSCI untuk memastikan bahwa bobot saham di dalam indeks mencerminkan kondisi pasar terkini. Salah satu elemen penting dalam penilaian itu adalah free float, yaitu jumlah saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan oleh publik dan tidak terikat oleh kepemilikan mayoritas institusi atau pemegang khusus.
MSCI menghitung Foreign Inclusion Factor (FIF), atau proporsi saham yang dapat diakses oleh investor asing sehingga mencerminkan seberapa investable sebuah saham bagi pasar global. Jika free float dianggap rendah atau data pendukungnya kurang transparan, MSCI bisa menunda atau membekukan perubahan penempatan saham dalam indeks.
Kehilangan minat investor asing ini mengakibatkan berkurangnya harga saham di pasar Indonesia. IHSG ambruk 659,67 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,56 pada penutupan perdagangan Rabu sore, 28 Januari 2026.
Dengan demikian, pengumuman MSCI membekukan rebalancing indeks saham konstituen oleh BEI menjadi pemicu utama gelombang jual di pasar saham domestik. Keputusan ini menunjukkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap investasi di Indonesia.