Garda Revolusi Iran, Organisasi Teroris Menurut Uni Eropa
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi dianggap sebagai kelompok teroris oleh Uni Eropa. Penetapan ini dilakukan dalam pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels pada Kamis, 29 Januari 2026. Keputusan ini membuat IRGC dianggap setara dengan Al Qaeda, ISIS, dan Hamas oleh Eropa.
IRGC dibentuk pada tahun 1979, seiring dengan terjadinya revolusi yang dipimpin oleh Ayatollah Ali Khamenei di Negeri Para Mullah tersebut. Meskipun terpisah dari angkatan bersenjata Iran, IRGC merupakan struktur militer terkuat Iran. Mereka memiliki cabang di semua lini, baik darat, laut, udara, intelijen, dan pasukan khususnya sendiri.
Tugas utama IRGC adalah mempertahankan sistem negara Islam di Iran. Dengan mandat tersebut, Garda Revolusi Iran diberi akses terhadap senjata strategis Iran. Diperkirakan, IRGC memiliki 150.000 hingga 190.000 personel tentara, termasuk unit ekspedisi elite yang dikenal sebagai Pasukan Quds.
Pasukan Quds telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS sejak tahun 2007. Garda Revolusi Iran juga dilaporkan memiliki afiliasi dengan sejumlah kelompok paramiliter, seperti Pasukan Perlawanan Basij. Pasukan Perlawanan Basij merupakan unit milisi berisi sukarelawan paramiliter yang berperan penting dalam menekan protes anti-pemerintah di Iran.
Keputusan Uni Eropa ini mengikuti Australia, Kanada, dan Amerika Serikat (AS) yang sudah lebih dulu menetapkan IRGC sebagai kelompok teroris. Dengan demikian, organisasi tersebut kini dikenai sanksi seperti larangan perjalanan dan pembekuan aset.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi dianggap sebagai kelompok teroris oleh Uni Eropa. Penetapan ini dilakukan dalam pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels pada Kamis, 29 Januari 2026. Keputusan ini membuat IRGC dianggap setara dengan Al Qaeda, ISIS, dan Hamas oleh Eropa.
IRGC dibentuk pada tahun 1979, seiring dengan terjadinya revolusi yang dipimpin oleh Ayatollah Ali Khamenei di Negeri Para Mullah tersebut. Meskipun terpisah dari angkatan bersenjata Iran, IRGC merupakan struktur militer terkuat Iran. Mereka memiliki cabang di semua lini, baik darat, laut, udara, intelijen, dan pasukan khususnya sendiri.
Tugas utama IRGC adalah mempertahankan sistem negara Islam di Iran. Dengan mandat tersebut, Garda Revolusi Iran diberi akses terhadap senjata strategis Iran. Diperkirakan, IRGC memiliki 150.000 hingga 190.000 personel tentara, termasuk unit ekspedisi elite yang dikenal sebagai Pasukan Quds.
Pasukan Quds telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS sejak tahun 2007. Garda Revolusi Iran juga dilaporkan memiliki afiliasi dengan sejumlah kelompok paramiliter, seperti Pasukan Perlawanan Basij. Pasukan Perlawanan Basij merupakan unit milisi berisi sukarelawan paramiliter yang berperan penting dalam menekan protes anti-pemerintah di Iran.
Keputusan Uni Eropa ini mengikuti Australia, Kanada, dan Amerika Serikat (AS) yang sudah lebih dulu menetapkan IRGC sebagai kelompok teroris. Dengan demikian, organisasi tersebut kini dikenai sanksi seperti larangan perjalanan dan pembekuan aset.