Bali memasuki masa antisipasi virus nipah yang berasal dari luar negeri. Dinkes Bali memperketat pengawasan terhadap potensi penularan penyakit melalui ternak babi dan pintu masuk internasional. Hal ini dilakukan sejak ada laporan kejadian luar biasa (KLB) di beberapa negara tetangga untuk melindungi masyarakat serta sektor pariwisata di Pulau Dewata.
Antisipasi ini dipercepat karena Indonesia memiliki produksi daging babi terbesar. Peternak babi diminta mencuci tangan setelah kontak dengan babi, serta menggunakan alat pelindung diri dan rajin mencuci tangan. Masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi daging yang tidak matang.
Sementara itu, Dinkes Bali juga memantau kasus virus nipah yang telah terkonfirmasi di India dengan masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari dan dapat ditularkan dari hewan. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Karantina Kesehatan untuk menerapkan antisipasi di pintu-pintu masuk ke Bali.
Saat ini, Bandara Internasional Ngurah Rai Bali meningkatkan pengawasan di area kedatangan bandara akibat merebaknya virus nipah di luar negeri. Terdapat 2 unit thermal scanner dan 1 unit yang disiagaskan di terminal VIP untuk memantau gejala pada penumpang yang sedang berada di bandara.
Dinkes Bali juga mengimbau petugas surveilans untuk mewaspadai kasus influenza-like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI). Mereka harus tahu apa yang terjadi di wilayah mereka masing-masing.
Antisipasi ini dipercepat karena Indonesia memiliki produksi daging babi terbesar. Peternak babi diminta mencuci tangan setelah kontak dengan babi, serta menggunakan alat pelindung diri dan rajin mencuci tangan. Masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi daging yang tidak matang.
Sementara itu, Dinkes Bali juga memantau kasus virus nipah yang telah terkonfirmasi di India dengan masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari dan dapat ditularkan dari hewan. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Karantina Kesehatan untuk menerapkan antisipasi di pintu-pintu masuk ke Bali.
Saat ini, Bandara Internasional Ngurah Rai Bali meningkatkan pengawasan di area kedatangan bandara akibat merebaknya virus nipah di luar negeri. Terdapat 2 unit thermal scanner dan 1 unit yang disiagaskan di terminal VIP untuk memantau gejala pada penumpang yang sedang berada di bandara.
Dinkes Bali juga mengimbau petugas surveilans untuk mewaspadai kasus influenza-like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI). Mereka harus tahu apa yang terjadi di wilayah mereka masing-masing.