Pemprov DKI Jakarta mengumumkan plan normalisasi sungai tiga, yakni Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Ini akan dilakukan untuk mencegah banjir di Ibu Kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa ini adalah langkah jangka menengah untuk mengatasi masalah banjir.
Tiga sungai tersebut memiliki peran penting dalam sistem drainase kota. Normalisasi sungai Ciliwung sudah segera dimulai bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sedangkan normalisasi Sungai Cakung Lama dan Krukut akan dilakukan kemudian.
Pramono menekankan pentingnya normalisasi sungai untuk mengurangi dampak banjir. Ia juga menyatakan bahwa wilayah Jakarta diprediksi akan mengalami curah hujan dengan intensitas tinggi besok, Selasa (27/1). Oleh karena itu, pihaknya melakukan pengerukan di sejumlah sungai untuk mencegah banjir.
Selain itu, Pemprov DKI juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan dan meminimalkan risiko banjir. Pihaknya menyiapkan 200 unit ekskavator yang tersebar di lima wilayah Jakarta.
Pramono berharap bahwa tindakan preventif yang dilakukan dapat mengurangi dampak dari banjir yang ada di Jakarta. Ia juga menyatakan bahwa seluruh limbah dari pengerukan di lima wilayah Jakarta akan dibuang ke lokasi pembuangan milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang terletak di CDF Ancol.
Dengan demikian, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk mengatasi masalah banjir di Ibu Kota melalui normalisasi sungai dan operasi modifikasi cuaca.
Tiga sungai tersebut memiliki peran penting dalam sistem drainase kota. Normalisasi sungai Ciliwung sudah segera dimulai bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sedangkan normalisasi Sungai Cakung Lama dan Krukut akan dilakukan kemudian.
Pramono menekankan pentingnya normalisasi sungai untuk mengurangi dampak banjir. Ia juga menyatakan bahwa wilayah Jakarta diprediksi akan mengalami curah hujan dengan intensitas tinggi besok, Selasa (27/1). Oleh karena itu, pihaknya melakukan pengerukan di sejumlah sungai untuk mencegah banjir.
Selain itu, Pemprov DKI juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan dan meminimalkan risiko banjir. Pihaknya menyiapkan 200 unit ekskavator yang tersebar di lima wilayah Jakarta.
Pramono berharap bahwa tindakan preventif yang dilakukan dapat mengurangi dampak dari banjir yang ada di Jakarta. Ia juga menyatakan bahwa seluruh limbah dari pengerukan di lima wilayah Jakarta akan dibuang ke lokasi pembuangan milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang terletak di CDF Ancol.
Dengan demikian, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk mengatasi masalah banjir di Ibu Kota melalui normalisasi sungai dan operasi modifikasi cuaca.