Pemimpin Antam, Wisnu Danandi, mengklarifikasi video beredar yang menunjukkan kepulan asap di area tambang perusahaan di Pongkor, Bogor. Menurutnya, informasi tentang adanya ledakan dan ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah hoaks.
Menurut Wisnu, kondisi di lokasi tersebut hanya berupa dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan. Pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja pun telah dilakukan.
Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan semua aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali. Wisnu juga menekankan bahwa senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice.
Sementara itu, Polres Bogor membenarkan adanya asap mengepul di area tambang milik PT Antam di Bogor. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan bahwa pihaknya masih memastikan kondisi di lokasi kejadian dan belum bisa konfirmasikan informasi tentang penambang yang terjebak.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang.
Menurut Wisnu, kondisi di lokasi tersebut hanya berupa dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan. Pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja pun telah dilakukan.
Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan semua aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali. Wisnu juga menekankan bahwa senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice.
Sementara itu, Polres Bogor membenarkan adanya asap mengepul di area tambang milik PT Antam di Bogor. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan bahwa pihaknya masih memastikan kondisi di lokasi kejadian dan belum bisa konfirmasikan informasi tentang penambang yang terjebak.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang.