Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, telah menyatakan pandangan soal aksi protes kalangan buruh terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026. Menurutnya, masalah upah sebenarnya juga terkait dengan daya saing Indonesia di mata investor lokal maupun asing.
"Kalau dari dunia usaha (masalah upah minimum) memang pasti selalu ada pro-kontra," kata Anindya di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Januari 2026. Dia menjelaskan bahwa soal kesejahteraan para pekerja sangat penting, namun masalah upah juga terkait dengan daya saing Indonesia.
"Kalau kita ingin meningkatkan daya saing di pasar domestik dan internasional, maka semakin tinggi upah minimum, maka semakin sulit kita untuk kompetitif," ujarnya. Namun, dia juga menekankan bahwa UMP sangat penting bagi para pekerja.
"Namun secara umum, yang paling penting adalah bagaimana daya saing Indonesia dibanding negara tetangga, baik bagi diri sendiri dan bagi foreign direct investment,โ ujarnya.
"Kalau dari dunia usaha (masalah upah minimum) memang pasti selalu ada pro-kontra," kata Anindya di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Januari 2026. Dia menjelaskan bahwa soal kesejahteraan para pekerja sangat penting, namun masalah upah juga terkait dengan daya saing Indonesia.
"Kalau kita ingin meningkatkan daya saing di pasar domestik dan internasional, maka semakin tinggi upah minimum, maka semakin sulit kita untuk kompetitif," ujarnya. Namun, dia juga menekankan bahwa UMP sangat penting bagi para pekerja.
"Namun secara umum, yang paling penting adalah bagaimana daya saing Indonesia dibanding negara tetangga, baik bagi diri sendiri dan bagi foreign direct investment,โ ujarnya.