Prajurit TNI Mendadak Membawa Hidup Miliarder, Rp5.000 Berubah Jadi Rp50 Miliar!
Seorang prajurit TNI di Indonesia memang bisa mengucapkan "ketiban durian runtuh" ketika ia mendapat uang tunai senilai Rp1 miliar pada 1991 silam. Semua berawal dari undian Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB) periode ke-14.
Kapten Marinir Suseno dipanggil langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan saat itu, Sudomo untuk penyerahan hadiah uang tunai. Awalnya, dia hanya membeli kupon seharga Rp5.000, tapi dia berhasil menang hingga mendapat uang Rp 1 miliar dalam semalam.
Kebenaran keberhasilan Suseno memperoleh undian SDSB langsung mengubah jalan hidupnya dari prajurit biasa-biasa saja menjadi prajurit miliarder. Dengan uang Rp 1 miliar, ia bisa menikmati hidup hingga akhir hayat tanpa kerja.
Namun, perlu diingat bahwa program SDSB adalah program undian yang resmi dijalankan Kementerian Sosial di era Pemerintahan Soeharto dan berlaku sejak 1 Januari 1989. Program ini bertujuan untuk menarik uang dari masyarakat yang nantinya dialihkan untuk pembangunan.
Keberhasilan Suseno memperoleh undian SDSB langsung mengubah jatah hoki seumur hidupnya terpakai. Namun, program ini kemudian dianggap sebagai perjudian yang dilegalisasi pemerintah Soeharto. Aktivis penentang Orde Baru, Sri Bintang Pamungkas, menyebutkan bahwa SDSB seperti judi yang dilegalisasi pemerintah Soeharto.
Akhirnya, SDSB pun berakhir pada 1993. Tetapi, keberhasilan Suseno memperoleh undian SDSB masih bisa dijadikan inspirasi bagi banyak orang.
Seorang prajurit TNI di Indonesia memang bisa mengucapkan "ketiban durian runtuh" ketika ia mendapat uang tunai senilai Rp1 miliar pada 1991 silam. Semua berawal dari undian Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB) periode ke-14.
Kapten Marinir Suseno dipanggil langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan saat itu, Sudomo untuk penyerahan hadiah uang tunai. Awalnya, dia hanya membeli kupon seharga Rp5.000, tapi dia berhasil menang hingga mendapat uang Rp 1 miliar dalam semalam.
Kebenaran keberhasilan Suseno memperoleh undian SDSB langsung mengubah jalan hidupnya dari prajurit biasa-biasa saja menjadi prajurit miliarder. Dengan uang Rp 1 miliar, ia bisa menikmati hidup hingga akhir hayat tanpa kerja.
Namun, perlu diingat bahwa program SDSB adalah program undian yang resmi dijalankan Kementerian Sosial di era Pemerintahan Soeharto dan berlaku sejak 1 Januari 1989. Program ini bertujuan untuk menarik uang dari masyarakat yang nantinya dialihkan untuk pembangunan.
Keberhasilan Suseno memperoleh undian SDSB langsung mengubah jatah hoki seumur hidupnya terpakai. Namun, program ini kemudian dianggap sebagai perjudian yang dilegalisasi pemerintah Soeharto. Aktivis penentang Orde Baru, Sri Bintang Pamungkas, menyebutkan bahwa SDSB seperti judi yang dilegalisasi pemerintah Soeharto.
Akhirnya, SDSB pun berakhir pada 1993. Tetapi, keberhasilan Suseno memperoleh undian SDSB masih bisa dijadikan inspirasi bagi banyak orang.