Anggota Permanen Dewan Perdamaian Gaza Bayar Rp16 T, Buat Apa?

Pernyataan PBB tentang pembentukan dewan damai yang dianggap oleh banyak orang sebagai 'wadah penindasan Palestina' masih menggenupkan hati. Tidak ada salahnya jika negara-negara ini mempertanyakan biaya status keanggotaan tetap yang sangat berat, yaitu Rp16 triliun. Bagaimana dulu pembayaran biaya anggota dalam organisasi seperti FIFA? Mereka hanya membayar berjuta-juta rupiah saja.
 
Aku pikir ini yang salah juga deh 😊. Masyarakat Indonesia memang peduli dengan masalah Palestina, tapi kita harus fokus pada masalah internal kita sendiri. Biaya anggota PBB itu kan seperti biaya untuk menghadapi keadaan darurat yang terjadi di dunia. Tapi, apa artinya kita harus membayar lebih banyak? Kita harus mempertimbangkan bahwa Rp16 triliun itu sangat besar, bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan penting di Indonesia, seperti pembangunan infrastruktur atau pendidikan. Jadi, giliran kalangan internasional ya, jangan membuat kita merasa terlilit. 😐
 
I don’t usually comment but... aku pikir ini masalah biaya yang terlalu banyak sih... Rp16 triliun itu kayaknya sudah lama sekali kena dikenakan oleh Indonesia. Apa yang diinginkan PBB itu, kita harus membayar begitu berat? Sementara Palestina sendiri masih banyak masalahnya, tapi giliran kita harus bayar biaya anggota? Itu seperti membandingkan harga ban dan mobil, sama-sama tidak masuk akal. FIFA juga bisa jalan dengan baik tanpa biaya anggota yang begitu mahal, kan? Mungkin ada cara lain untuk mengatasi masalah Palestina, tapi ini giliran kita harus membayar biaya keanggotaan PBB yang terlalu berat... :-(
 
Aku pikir kalau PBB harus diubah dulu sebelum mau mengejar isu Palestina. Kalau mau diintervensi, toh jangan terlambat! Aku rasa biaya anggota yang terlalu berat ini seperti 'makanan' untuk negara-negara kecil, sementara yang lebih besar kok tetap bisa membayar. Seperti FIFA aja, kalau mau kompetitif, harus ada konsekuensi. Tapi, siapa tahu, mungkin ada cara lain untuk mencegah PBB jadi 'penindas' Palestina itu 😂🤣
 
Pernyataan PBB tentang pembentukan dewan damai yang dianggap sebagai 'wadah penindasan Palestina' memang membuat saya sedikit bingung. Saya tidak bisa mengerti mengapa negara-negara tersebut tidak bisa membayar biaya anggota yang sepadan dengan keanggotaan mereka. Rp16 triliun itu terlalu berat, kan? Mereka harus mempertanyakan prioritasnya apa lagi. Sepertinya mereka ingin menyebutkan bahwa pembayaran biaya anggota itu tidak adil. Tapi, siapa bilang bahwa FIFA tidak membayar biaya anggota yang mahal sebelumnya? Mungkin mereka hanya memperbarui sistem pembayaran saja.
 
Sama-sama, kalau kita jangan terlalu serius dengan pernyataan PBB tentang pembentukan dewan damai itu. Mungkin mereka memang ingin mengintervensi tapi nggak usah terlalu keras aja ya. Tapi aku rasa biaya yang ditentukan itu masih terlalu berat, aku bayangkan kalau kita perlu membayar Rp16 triliun untuk menjadi anggota FIFA... itu aja untuk pertandingan internasional kayak aja, tapi negara-negara ini harus membayar Rp16 triliun untuk menjadi anggota PBB? Kalau jadi begitu, nggak mau kebuntuan lagi ya. Mungkin perlu ada pengawasan yang lebih ketat tentang biaya tersebut.
 
Pernyataan PBB itu benar-benar bikin rasa sedih, kalau negara-negara di sana masih sibuk memikirkan biaya dan ganti-ganti kata untuk menghindari tanggung jawabnya 🤔. Itu tidak masuk akal, seperti FIFA yang kalian sebutkan itu, biaya anggota tetap mahal tapi mereka tidak pernah mengatakan bahwa itu adalah 'wadah penindasan' 🙅‍♂️. Nah, kalau kita pandang dari sudut pandangnya, siapa yang bilang dewan damai ini tidak mungkin bisa mengatasi konflik di Timur Tengah? Mungkin kita harus lebih santai dan mencoba memahami perspektif mereka terlebih dahulu 😊.
 
Aku pikir ini bikin masalah besar! PBB selalu bicara tentang damai dan keadilan, tapi ternyata ada yang tetap jebak di dalamnya. Kenapa biaya anggota tetap mahal sehingga negara-negara mikro seperti Indonesia harus merogoh kocek? Seperti FIFA, gampang-ganja aja setoran berjuta rupiah aja sih! Tapi PBB ini masih mengharapkan Rp16 triliun? Itu bikin penasaran kayaknya. Aku rasa biaya anggota harus lebih terjangkau agar semua negara bisa bergabung dan bekerja sama untuk damai dunia.
 
Dengan demikian PBB terus mengulang kesalahannya sendiri... 🤷‍♂️ Saya pikir ini kena mengingatkan kita semua tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam kegiatan internasional. Biaya Rp16 triliun untuk dewan damai yang digunakan untuk menindas seseorang di Palestina... itu berarti biaya per orang di Indonesia bisa dibayangkan, kan? 🤯 Mereka harus mempertanyakan sendiri mengapa negara-negara seperti Yordania dan Mesir bisa bergabung dengan PBB tanpa banyak kompromi. Dulu FIFA punya masalah serupa, tapi mereka bisa menyelesaikannya dengan mengurangi biaya anggota. Bagaimana dengan PBB? 💡 Mungkin itu yang perlu dilakukan.
 
Pernyataan PBB ini memang bikin perasaan sedih banget 🤕. Tapi, aku pikir negara-negara yang mengutuk pembentukan dewan damai itu, ada apa sih? Apa mereka nggak peduli dengan masalah Palestina? Mereka hanya memikirkan kepentingan sendiri dan membayar biaya anggota yang mahal itu bagus buat bagaimana? 🤑

Mengenai FIFA, aku ingat aja, mereka membayar biaya anggota yang wajar, tapi kalau PBB, biayanya punya sifat khusus, bisa dipertanyikan sih. Kalau kita memperhatikannya dari aspek keuangan, mungkin bisa jadi negara-negara itu nggak memahami bagaimana cara mengelola anggaran yang efisien, atau apa. Tapi, aku pikir masih ada kesempatan bagi mereka untuk berubah dan menjadi lebih baik.
 
Gak bisa percaya apa yang terjadi di PBB! Mereka bilang 'wadah penindasan Palestina', tapi apa yang dibawa oleh Indonesia sendiri? Uang saja! Rp16 triliun itu bikin kita kewalahan, kayaknya kalau kita tidak mau membayar biaya anggota, mereka pasti tidak akan mau menerima kita sebagai anggota. Tapi, kenapa FIFA bisa hanya membayar berjuta-juta rupiah aja? Mereka kan juga punya masalah yang serius, tapi apa keuntungan Indonesia dari PBB ini? Semua ngejebak! Kalau saya, kalau saya tidak mau membayar biaya anggota, saya coba tahu lebih banyak tentang PBB dan apa yang mereka lakukan sebenarnya... 🤔
 
Haha, itu lagi-lagi soal Palestina, kan? 😒 Berdasarkan data saya, 62% dari orang Indonesia yang bertindak sebagai netizen percaya bahwa PBB harus meninju masalah ini dengan lebih bijak. Tapi, apa yang kita ketahui adalah biaya anggota PBB yang sangat berat itu sebenarnya sudah ada sejak tahun 1945! 🤯 Artinya, selama puluh tahun terakhir, negara-negara tidak pernah membayarnya beratnya karena tidak ada biaya yang cukup untuk membayar. Maka, siapa yang bilang Indonesia harus menuruti kebijakan PBB? 😂

Lihat saja data ini 📊: Jumlah biaya anggota PBB vs GDP dunia. Perlu diingat bahwa 63% dari biaya tersebut hanya digunakan untuk membiayai kantor dan staf, yang biasanya sudah melimpah! 🤦‍♂️ Maka, apa yang sebenarnya dicari oleh negara-negara ini? Jangan lupa, data ini masih bisa diakses di https://www.un.org/en/sections/about UN/ 📊
 
Pernyataan PBB tentang pembentukan dewan damai itu memang bikin rasanya sedih. Nah, mungkin kalau negara-negara ini mempertanyakan biaya keanggotaan yang terlalu berat, itu bisa jadi mereka akan lebih fokus pada apa yang sebenarnya penting yaitu keselamatan dunia. Sama-sama kan, kita harus ngetren dengan cara pembayaran anggota FIFA yang murah kok, Rp500an saja! Nah, kalau Indonesia bisa seperti itu, biar negara kita bisa lebih stabil dan tidak banyak korban. Yang penting adalah keamanan dan kesejahteraan rakyatnya.
 
Pernyataan PBB itu memang bikin perasaan tidak adil, kalau kita lihat dari sisi biaya status keanggotaan yang super mahal itu. Sama-sama kita bayar Rp16 triliun, tapi FIFA di Indonesia hanya membayar berjuta-juta rupiah aja. Siapa yang berhak membayar uang itu? Kita harus tanyakan lebih lanjut tentang biaya tersebut dan apakah benar-benar perlu dibayarkan. Saya pikir kita seharusnya fokus pada masalah kepentingan umat manusia, bukan hanya mempertahankan status keanggotaan.
 
Maksudnya apa kalau PBB harus lebih transparan tentang penggunaan uang keanggotaan? Biaya Rp16 triliun itu luar biasa, kan? Mungkin perlu dipertimbangkan lagi bagaimana cara mengelola dana keanggotaan agar tidak menyinggung banyak orang. Sama sekali tidak adil kalau negara-negara kecil harus membayar lebih dari besar-besaran seperti itu.
 
Aku pikir PBB harus lebih transparan tentang penggunaan anggaran negara-negara anggotanya. Rp16 triliun itu besar banget, kan? Bagaimana kalau kita tanyakan keapa saja di PBB mau bikin dewan damai yang terus memeras negara-negara anggota? Aku rasa biaya anggota itu lebih sesuai dibayarkan oleh donor donatur, bukan dari negara anggotanya sendiri. Misalnya seperti FIFA, aku tahu mereka bayar kecil saja tapi sudah bisa. Jadi, nggak perlu kita kaget kalau PBB mau bikin dewan damai yang tepat tepat seperti itu.
 
Pernyataan PBB tentang pembentukan dewan damai yang serasa hanya mencoba menindas Palestina, rasanya sama sekali tidak masuk akal. Apakah benar kita harus selalu membayar biaya untuk 'dalam nama damai' itu? Kita juga perlu mempertanyakan apakah biaya tersebut sebenarnya berasal dari mana. Mungkin sudah waktunya kita untuk meninjau ulang prioritas kita dalam membantu kepentingan internasional. Tapi, salah satu hal yang membuatku sedih adalah kalau kita terlalu fokus pada uang saja. Apa itu biaya anggota tersebut untuk kita? Jika FIFA bisa melakukan hal yang sama dengan beberapa milyar rupiah saja, mengapa PBB harus membayar triliunan? Kita harus jujur kepada diri sendiri, kita tidak benar-benar ingin damai jika itu berarti kita harus membayar mahalnya dulu. 🤔💸
 
Pernyataan PBB tentang pembentukan dewan damai itu sangat membosankan, kayak nungguin orang tidak mau menangis. Kalau asalnya mereka ingin membuat perdamaian, tapi sekarang malah jadi 'wadah penindasan Palestina' aja... 🤷‍♂️

Banyak orang yang bingung, siapa yang memutuskan biaya untuk keanggotaan ini? Rp16 triliun itu angka-angka besar banget, kayak mau dibawa pulang oleh mobil sedan mewah. Biar bisa dipahami apa kabar sih. Di FIFA, biaya anggota itu berjuta-juta rupiah saja, bukan triliunan! 🤑

Kalau PBB ingin membantu perdamaian di Medana (Palestina), gampang aja caranya. Coba duduk bersama-sama, bicara-bicara, dan cari jalan keluarnya yang aman untuk semua pihak. Tapi kabar kabar ini bikin kita pikir PBB lebih fokus pada biaya anggota daripada perdamaian itu... 😒
 
Ughhh... kalau PBB bisa menarik biaya keanggotaan yang itu, tapi Palestina masih ngeluh-nyeleun dulu... kan sih mereka sudah punya kesempatan banyak banget untuk terlibat di proses dialog damai, tapi mending saja berlari ke dalam kekerasan. Mereka yang menentang PBB pasti juga ngeh, apa salahnya mereka kalahkan dengan paksaan. Sekarang kalo kita biarkan mereka 'bertahan' saja, bagaimana caranya kita bisa percaya lagi... kalau kita biarkan mereka terus ngeluh-nyeleun, itu semua berarti kita udah tidak ambil hati dari kasus mereka, tapi sayangnya itu bukan opsi yang ada. Biar apa sih kita kalahin lagi dengan kelompok-kelompok yang lebih 'kuat' dulu...
 
Maksudnya apa sih kalau PBB harus mengurangi biaya? Kalau gini, makanya sih kita selalu terus membantu mereka? 🤔
Aku pikir biaya yang dibayarkan PBB itu masih wajar, setengahnya nanti aja bisa digunakan untuk bantuan Palestina. Tapi kalau mau dihitung rilus, Rp16 triliun itu gak kecil banget! Seperti aja di FIFA, tapi PBB berbeda kayak apa? Mungkin perlu kita ngobrol lebih lanjut tentang hal ini... 🤷‍♂️
 
kembali
Top