Dewan Perdamaian Gazza, lembaga yang dikibarkan Presiden AS Donald Trump dengan uang Rp16 triliun, ternyata keberadaannya tidak jelas. Kekhawatiran muncul dari negara-negara lain, terutama Kanada dan Inggris, mengenai bagaimana uang keanggotaan itu akan dialokasikan.
Rancangan piagam lembaga ini menyatakan bahwa uang Rp16 triliun yang dikumpulkan dari negara anggota tetap ini akan digunakan sebagai uang komitmen para anggota. Namun, Gedung Putih tidak menyebut Gaza atau Palestina, sehingga banyak menteri di Kanada dan Inggris khawatir tentang penggunaan dana keanggotaan Dewan Perdamaian Gazza.
Visi dan misi organisasi ini juga mengisyaratkan ruang lingkup global, yakni di setiap wilayah "yang terkena dampak atau terancam konflik". Meskipun demikian, tidak ada informasi yang jelas tentang bagaimana uang keanggotaan itu akan dialokasikan. Sebagaimana dikutip dari Time, seorang pejabat AS menyatakan bahwa uang itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan ulang Gaza.
Namun, pernyataan Gedung Putih sama sekali tidak menyebut Gaza atau Palestina. Kekhawatiran muncul dari berbagai sumber, termasuk para menteri di Kanada dan Inggris yang mempertanyakan soal kerangka hukum yang akan digunakan dewan dalam beroperasi.
Dengan demikian, banyak orang masih belum jelas tentang apa yang akan dilakukan uang keanggotaan Dewan Perdamaian Gazza. Apakah itu untuk pembangunan ulang Gaza? Atau apakah itu untuk tujuan lain yang lebih besar dari itu? Tidak ada jawaban yang pasti, sehingga kita harus tetap khawatir tentang penggunaan dana keanggotaan ini.
Rancangan piagam lembaga ini menyatakan bahwa uang Rp16 triliun yang dikumpulkan dari negara anggota tetap ini akan digunakan sebagai uang komitmen para anggota. Namun, Gedung Putih tidak menyebut Gaza atau Palestina, sehingga banyak menteri di Kanada dan Inggris khawatir tentang penggunaan dana keanggotaan Dewan Perdamaian Gazza.
Visi dan misi organisasi ini juga mengisyaratkan ruang lingkup global, yakni di setiap wilayah "yang terkena dampak atau terancam konflik". Meskipun demikian, tidak ada informasi yang jelas tentang bagaimana uang keanggotaan itu akan dialokasikan. Sebagaimana dikutip dari Time, seorang pejabat AS menyatakan bahwa uang itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan ulang Gaza.
Namun, pernyataan Gedung Putih sama sekali tidak menyebut Gaza atau Palestina. Kekhawatiran muncul dari berbagai sumber, termasuk para menteri di Kanada dan Inggris yang mempertanyakan soal kerangka hukum yang akan digunakan dewan dalam beroperasi.
Dengan demikian, banyak orang masih belum jelas tentang apa yang akan dilakukan uang keanggotaan Dewan Perdamaian Gazza. Apakah itu untuk pembangunan ulang Gaza? Atau apakah itu untuk tujuan lain yang lebih besar dari itu? Tidak ada jawaban yang pasti, sehingga kita harus tetap khawatir tentang penggunaan dana keanggotaan ini.