Anggota Komcad Ditangkap Kasus Jual-Beli Senpi Ilegal di Bali

Anggota Komcad Ditangkap Kasus Jual-Beli Senpi Ilegal di Bali

Dalam operasi yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut Denpasar, seorang anggota Komcad (Komponen Cadangan) TNI Angkatan Darat ditangkap karena terlibat dalam penjualan senjata api ilegal. Pria berinisial ASR, dengan usia 33 tahun, diringkus di kawasan Padang Sambian, Denpasar Barat, Kamis (22/01/2026) pukul 12.00 WITA.

Menurut informasi yang diterima dari salah satu warga, kemudian didalami oleh tim intel, pelaku menawarkan senjata api tersebut di media sosial. Kemudian, dilakukan pendalaman di warung yang terlibat dalam transaksi tersebut, dan pelaku ditangkap saat hendak melakukan bertransaksi.

Pelaku membeli senjata api jenis pistol beserta 5 butir amunisinya seharga Rp2.000.000 pada tahun 2022 untuk berjaga diri karena akan bekerja di luar daerah. Kemudian, pelaku membawa senjata tersebut ke Bali pada bulan Februari 2023 melalui perjalanan darat.

Namun, karena kendala ekonomi, pelaku menjual senjata api tersebut dengan harga Rp35.000.000 secara ilegal di media sosial. Akibatnya, pelaku dilaporkan oleh warga kepada markas TNI di Bali, sehingga anggota TNI menyamar menjadi pembeli dan menghubungi pelaku.

Petugas lantas menangkapnya ketika hendak bertransaksi di sebuah warung makan di Jalan Buana Raya, Kota Denpasar. Awalnya, senjata api tersebut memiliki 5 butir amunisi, tetapi sekarang sudah menjadi 4 karena pelurunya telah mengetes sekali di lapangan kosong.

Pelaku tersebut bekerja dalam jasa pengamanan dan membeli senjata api untuk mengamankan diri. Setelah meringkus pelaku, TNI Angkatan Laut Denpasar menyerahkan pelaku dan barang bukti kepada Polresta Denpasar untuk diproses lebih lanjut.

Barang bukti yang didapatkan terdiri atas satu pucuk senjata api jenis SIG Sauer, empat butir amunisi tajam kaliber 9 mm, satu pucuk air soft gun, beberapa kartu ATM, satu buah holster (sarung pistol), dua kartu kesehatan, sejumlah kartu identitas, serta satu unit telepon genggam milik pelaku.

Selain itu, turut diamankan sebuah motor Yamaha berwarna hijau beserta kunci motor dengan gantungan kunci TNI AD.
 
Gue pikir ini bikin bingung deh, siapa yang aja beli senjata api ilegal di Bali? Membeli senjata api buat jaga diri karena akan bekerja luar daerah aja, tapi kemudian jualnya dengan harga 35 juta rupiah? Kenyataannya gue pikir ini bikin perubahan penting. Di masa lampau, kalau kamu ingin beli senjata api, harus capek-capek cari di pasar ilegal, sekarang bisa terpaksa jual lagi karena kebutuhan ekonomi yang terus berubah. Gue rasa penangkapnya ini tepat waktu, si pelaku pasti akan memberikan banyak informasi tentang siapa yang lagi ngecapa-ka-panya.
 
ini news yang bikin kita khawatir ya... senjata api ilegal lagi-lagi muncul di Bali, dan ini bukan cuma 1 orang yang terlibat, tapi 1 anggota Komcad TNI Angkatan Darat! asalnya dia beli senjata api itu untuk berjaga diri, tapi kemudian dia menjualnya secara ilegal dengan harga Rp35.000.000 di media sosial... ituuu, kita harus lebih hati-hati dalam menggunakan teknologi ya...
 
ini bikin saya papa kaget, siapa nih yang bisa jual pistol di media sosial? dan masih bisa dijual seharga Rp 35 miliar? itu biaya untuk bertransaksi di restoran mewah aja, kabarnya pelaku bekerja sebagai pengamanan dan membeli senjata itu buat keamanan dirinya sendiri. tapi jangan diadu dengan pembawa senjata api, kalau tidak hati-hati bisa ganti nyawa 😂. yang penting adalah kasus ini sudah diselesaikan oleh TNI Angkatan Laut Denpasar, dan sekarang pelaku bisa fokus untuk memulihkan kesehatannya, tapi sepertinya si pelaku harus lebih berhati-hati di masa depan 💭.
 
Aku pikir kayaknya orang yang ngeliat-elasin senjata api ilegal itu benar-benar perlu diajak kesadaran. Kalau nggak ada penangkapan seperti ini, pasti banyak lagi orang yang ikut berburu-buru jualin senjata api ilegal.

Aku setuju pula kalau TNI harus bekerja keras untuk menangkap pelaku. Kadang-kadang aku lihat ada orang-orang yang nggak peduli dengan hukum, tapi setelah ditegangi, mereka akan cepat ganti pikiran.

Tapi apa yang aku ragu adalah bagaimana caranya mencegah hal ini terjadi lagi di masa depan. Kalau tidak ada solusi untuk masalah ekonomi seseorang, pasti masih banyak lagi orang yang akan mencari jalan 'kompak' seperti itu.

Saya setuju dengan TNI Angkatan Laut Denpasar dalam tindakan penangkapan dan penyitaan barang bukti. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi orang-orang lain untuk berhati-hati dalam hal ini.
 
"Ketika kamu jatuh, kamu akan mengadopsi perilaku yang tidak baik."
Pernahkah kamu melihat seorang pelaku yang melakukan kesalahan besar seperti itu? Mengapa dia harus terus menjual senjata api ilegal? Mungkin karena tekanan ekonomi dan ingin berjaga diri. Tapi, apa yang diharapkan dari kita sebagai masyarakat Indonesia?
 
kembali
Top