US$ 1,5 Triliun Anggaran Militer Trump Mendorong Investasi Dengan Biaya Tinggi
Anggaran militer Amerika Serikat (AS) yang akan ditetapkan untuk tahun fiskal 2027 sebesar US$ 1,5 triliun memicu perubahan strategi investasi di pasar bursa. Pada satu sisi, investor mencari peluang besar-besaran dalam kontraktor pertahanan yang dapat menikmati kenaikan biaya pembelian senjata. Pada sisi lain, terdapat narasi tentang efisiensi yang ketat, dipimpin oleh "Department of Government Efficiency" (DOGE) di bawah arahan Elon Musk dan Vivek Ramaswamy.
Pasar perang murah, seperti drone dan kecerdasan buatan (AI), mengalami kenaikan jauh lebih tinggi dibandingkan kontraktor pertahanan tradisional. Perusahaan teknologi perang seperti Kratos Defense & Security Solutions (KTOS) dan AeroVironment (AVAV) menjadi primadona baru di lantai bursa.
Kratos, yang dikenal dengan drone tempur otonom, dianggap sebagai solusi sempurna bagi doktrin militer baru: canggih namun jauh lebih murah dibandingkan jet tempur berawak. AeroVironment juga mendapatkan sinyal positif dari pasar, terutama karena inisiatif "Replicator" Pentagon yang menargetkan pengadaan ribuan sistem otonom dalam waktu singkat.
Sementara itu, kontraktor pertahanan tradisional seperti Lockheed Martin dan Northrop Grumman hanya mencatatkan kenaikan yang lebih moderat. Mereka memiliki basis pendapatan tahunan yang sangat besar, namun pertumbuhannya cenderung stagnan di single digit growth.
Saham RTX Corp, induk usaha Raytheon, menjadi laggard dengan kenaikan tipis hanya 0,8% pasca-berita. Investor institusi mengambil sikap wait and see karena ada peringatan keras dari Trump tentang memblokir aksi pembelian kembali saham dan pembayaran dividen jika tidak segera membenahi masalah kapasitas produksi rudal mereka.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar tidak sedang membeli besaran pendapatan, melainkan membeli growth story. Perusahaan "New Defense" seperti Kratos dan AeroVironment memiliki ruang ekspansi fiskal yang sangat luas berkat doktrin perang murah (drone/AI).
Anggaran militer Amerika Serikat (AS) yang akan ditetapkan untuk tahun fiskal 2027 sebesar US$ 1,5 triliun memicu perubahan strategi investasi di pasar bursa. Pada satu sisi, investor mencari peluang besar-besaran dalam kontraktor pertahanan yang dapat menikmati kenaikan biaya pembelian senjata. Pada sisi lain, terdapat narasi tentang efisiensi yang ketat, dipimpin oleh "Department of Government Efficiency" (DOGE) di bawah arahan Elon Musk dan Vivek Ramaswamy.
Pasar perang murah, seperti drone dan kecerdasan buatan (AI), mengalami kenaikan jauh lebih tinggi dibandingkan kontraktor pertahanan tradisional. Perusahaan teknologi perang seperti Kratos Defense & Security Solutions (KTOS) dan AeroVironment (AVAV) menjadi primadona baru di lantai bursa.
Kratos, yang dikenal dengan drone tempur otonom, dianggap sebagai solusi sempurna bagi doktrin militer baru: canggih namun jauh lebih murah dibandingkan jet tempur berawak. AeroVironment juga mendapatkan sinyal positif dari pasar, terutama karena inisiatif "Replicator" Pentagon yang menargetkan pengadaan ribuan sistem otonom dalam waktu singkat.
Sementara itu, kontraktor pertahanan tradisional seperti Lockheed Martin dan Northrop Grumman hanya mencatatkan kenaikan yang lebih moderat. Mereka memiliki basis pendapatan tahunan yang sangat besar, namun pertumbuhannya cenderung stagnan di single digit growth.
Saham RTX Corp, induk usaha Raytheon, menjadi laggard dengan kenaikan tipis hanya 0,8% pasca-berita. Investor institusi mengambil sikap wait and see karena ada peringatan keras dari Trump tentang memblokir aksi pembelian kembali saham dan pembayaran dividen jika tidak segera membenahi masalah kapasitas produksi rudal mereka.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar tidak sedang membeli besaran pendapatan, melainkan membeli growth story. Perusahaan "New Defense" seperti Kratos dan AeroVironment memiliki ruang ekspansi fiskal yang sangat luas berkat doktrin perang murah (drone/AI).