Andre Rosiade mengajak pemerintah berinvestasi di pembangunan Gardu Induk Ujung Gading di Pasaman Barat untuk memastikan ketersediaan listrik di Pelabuhan Teluk Tapang (Pelabuhan Air Bangis). Menurutnya, pelabuhan ini merupakan titik strategis untuk ekspor komoditas dan logistik energi.
"Kami tidak punya gardu induk di sana. Gardu terdekat jaraknya sekitar 115 kilometer. Ini tentu tidak efisien dan berisiko bagi pasokan listrik kawasan industri dan pelabuhan," kata Andre Rosiade.
Dia meminta agar pemerintah segera melaksanakan rencana pembangunan gardu induk ini agar dapat dimulai pada tahun 2026. Dia percaya bahwa dengan tersedianya gardu induk, kawasan barat Sumatera Barat akan berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan daerah.
"Pemerintah harus berinvestasi untuk memperkuat infrastruktur listrik agar investor mau masuk. Kami tidak bisa selamanya bergantung pada kiriman uang perantau Minang," kata Andre Rosiade.
Dia juga menekankan pentingnya pembangunan gardu induk ini untuk mewujudkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.
"Kami tidak punya gardu induk di sana. Gardu terdekat jaraknya sekitar 115 kilometer. Ini tentu tidak efisien dan berisiko bagi pasokan listrik kawasan industri dan pelabuhan," kata Andre Rosiade.
Dia meminta agar pemerintah segera melaksanakan rencana pembangunan gardu induk ini agar dapat dimulai pada tahun 2026. Dia percaya bahwa dengan tersedianya gardu induk, kawasan barat Sumatera Barat akan berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan daerah.
"Pemerintah harus berinvestasi untuk memperkuat infrastruktur listrik agar investor mau masuk. Kami tidak bisa selamanya bergantung pada kiriman uang perantau Minang," kata Andre Rosiade.
Dia juga menekankan pentingnya pembangunan gardu induk ini untuk mewujudkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.