Jalan Lembah Anai Mulai Berlari Kembali, Target Rampung Juli 2026, Banyak Mengesakan.
Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, meninjau langsung progres perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar). Peninjauan dilakukan Senin lalu. Andre didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi serta Kepala Proyek Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Lembah Anai Fathoni.
Andre mengatakan bahwa kehadiran jajaran teknis ini memberikan gambaran langsung mengenai kondisi lapangan dan progres pekerjaan yang sedang berjalan. Andre juga menilai, kecepatan penanganan kerusakan jalan strategis penghubung utama antarwilayah pascabencana sangat penting. Jalan Lembah Anai memiliki peran strategis sebagai urat nadi perekonomian, distribusi logistik, serta konektivitas antardaerah di Sumatera Barat.
Dalam beberapa hari terakhir, kerusakan jalan parah akibat bencana galodo akhir November lalu terlihat. Kondisi tersebut sempat berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah. Namun, setelah instruksi langsung dari pemerintah pusat, jalur tersebut mulai kembali dapat dilewati sejak 16 Desember lalu.
Saat ini, pengaturan lalu lintas dilakukan melalui sistem buka-tutup jalan untuk memastikan proses pengerjaan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan faktor keselamatan pengguna jalan. Jalan bisa dilalui mulai pukul 17.00 hingga 08.00 WIB.
Andre juga menyampaikan bahwa jalur Lembah Anai direncanakan dibuka penuh dua arah selama 24 jam selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran mendatang. Kebijakan ini diambil untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat.
Target proyek perbaikan jalan Lembah Anai secara keseluruhan ditargetkan rampung pada Juli 2026, kata Andre. "Karena itu pentingnya konsistensi pengerjaan agar target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal," katanya.
Elsa Putra Friandi menambahkan bahwa fokus utama pengerjaan saat ini adalah penguatan struktur badan jalan untuk memastikan ketahanan jalan terhadap beban lalu lintas dan kondisi alam di kawasan tersebut.
Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, meninjau langsung progres perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar). Peninjauan dilakukan Senin lalu. Andre didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi serta Kepala Proyek Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Lembah Anai Fathoni.
Andre mengatakan bahwa kehadiran jajaran teknis ini memberikan gambaran langsung mengenai kondisi lapangan dan progres pekerjaan yang sedang berjalan. Andre juga menilai, kecepatan penanganan kerusakan jalan strategis penghubung utama antarwilayah pascabencana sangat penting. Jalan Lembah Anai memiliki peran strategis sebagai urat nadi perekonomian, distribusi logistik, serta konektivitas antardaerah di Sumatera Barat.
Dalam beberapa hari terakhir, kerusakan jalan parah akibat bencana galodo akhir November lalu terlihat. Kondisi tersebut sempat berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah. Namun, setelah instruksi langsung dari pemerintah pusat, jalur tersebut mulai kembali dapat dilewati sejak 16 Desember lalu.
Saat ini, pengaturan lalu lintas dilakukan melalui sistem buka-tutup jalan untuk memastikan proses pengerjaan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan faktor keselamatan pengguna jalan. Jalan bisa dilalui mulai pukul 17.00 hingga 08.00 WIB.
Andre juga menyampaikan bahwa jalur Lembah Anai direncanakan dibuka penuh dua arah selama 24 jam selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran mendatang. Kebijakan ini diambil untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat.
Target proyek perbaikan jalan Lembah Anai secara keseluruhan ditargetkan rampung pada Juli 2026, kata Andre. "Karena itu pentingnya konsistensi pengerjaan agar target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal," katanya.
Elsa Putra Friandi menambahkan bahwa fokus utama pengerjaan saat ini adalah penguatan struktur badan jalan untuk memastikan ketahanan jalan terhadap beban lalu lintas dan kondisi alam di kawasan tersebut.