Kabinet Venezuela dihadang ancaman pembunuhan dari Amerika Serikat (AS) setelah Nicolas Maduro diculik. Menurut Delcy Rodriguez, penjabat presiden Venezuela, militer AS mengancam akan membunuh para pimpinan kabinet jika tidak menuruti kehendak Washington.
Delcy Rodriguez menyatakan bahwa ancaman dimulai sejak menit pertama AS menculik Maduro dan ia dan pihak-pihak yang diancam diberi waktu 15 menit untuk memutuskan apakah akan mematuhi tuntutan Washington. "Atau mereka akan membunuh kami," kata Delcy.
Namun, penilaian dari sejumlah analis termasuk Margarita Lopez Maya, pensiunan profesor Central University of Venezuela, menilai bahwa pernyataan Delcy perlu direspons dengan skeptis. Maya menyatakan bahwa sulit untuk menilai apakah ancaman yang diceritakan Delcy benar adanya.
Menurut Maya, upaya mendiskreditkan Delcy itu dilakukan oleh "kaum puritan" akan menganggap pemerintahan Delcy Rodrรญguez telah "menyerahkan negara, revolusi, mengkhianati" Chavismo.
Delcy Rodriguez menyatakan bahwa ancaman dimulai sejak menit pertama AS menculik Maduro dan ia dan pihak-pihak yang diancam diberi waktu 15 menit untuk memutuskan apakah akan mematuhi tuntutan Washington. "Atau mereka akan membunuh kami," kata Delcy.
Namun, penilaian dari sejumlah analis termasuk Margarita Lopez Maya, pensiunan profesor Central University of Venezuela, menilai bahwa pernyataan Delcy perlu direspons dengan skeptis. Maya menyatakan bahwa sulit untuk menilai apakah ancaman yang diceritakan Delcy benar adanya.
Menurut Maya, upaya mendiskreditkan Delcy itu dilakukan oleh "kaum puritan" akan menganggap pemerintahan Delcy Rodrรญguez telah "menyerahkan negara, revolusi, mengkhianati" Chavismo.