Seorang SMP asal Kediri, Jawa Timur, bernama Seger, menjadi sorotan umat pada tahun 1989. Ia menerima hadiah uang sebesar Rp19,7 juta dari Presiden Soeharto setelah menemukan sebuah artefak yang berasal dari masa Kerajaan Majapahit.
Saat itu, Seger bekerja sebagai buruh tani di sawah milik Zaini. Namun, ia tidak bermain di sana, melainkan mencangkul tanah demi mengumpulkan uang karena terancam putus sekolah karena menunggak biaya pendidikan. Tekanan dari sekolah pun makin menghantui.
Pada 21 Juni 1989, kejadian tak terduga terjadi saat Seger mencangkul tanah sedalam setengah meter. Cangkulnya menghantam benda keras yang mengeluarkan suara nyaring. Bukan batu, tapi logam yang kemudian di temukan memiliki permata dan berlian.
Seger langsung memanggil dua temannya dan mereka membawa temuan itu ke kantor polisi. Berita ini menyebar cepat dan menghebohkan masyarakat. Seger sebenarnya bisa saja menyembunyikan temuannya, namun ia memilih jalur jujur.
Benda yang dia temukan ternyata memiliki nilai sangat tinggi. Emas 1,2 kilogram di masa kini setara Rp20 juta. Nilainya terdiri dari emas murni dan permata serta berlian. Artefak ini dianggap berasal dari masa Kerajaan Majapahit.
Seger menerima sejumlah penghargaan atas tindakan jujurnya, termasuk uang Rp19,7 juta dari Presiden Soeharto. Selain itu, ia juga mendapat beasiswa pendidikan hingga ke perguruan tinggi dan suma pemilik sawah Zaini.
Kejujuran Seger mungkin tak memberinya kekayaan instan, tapi memberi warisan moral yang tak lekang oleh waktu. Ia menjadi contoh bagi penemu lain untuk mengejar kebenaran di hadapannya.
Saat itu, Seger bekerja sebagai buruh tani di sawah milik Zaini. Namun, ia tidak bermain di sana, melainkan mencangkul tanah demi mengumpulkan uang karena terancam putus sekolah karena menunggak biaya pendidikan. Tekanan dari sekolah pun makin menghantui.
Pada 21 Juni 1989, kejadian tak terduga terjadi saat Seger mencangkul tanah sedalam setengah meter. Cangkulnya menghantam benda keras yang mengeluarkan suara nyaring. Bukan batu, tapi logam yang kemudian di temukan memiliki permata dan berlian.
Seger langsung memanggil dua temannya dan mereka membawa temuan itu ke kantor polisi. Berita ini menyebar cepat dan menghebohkan masyarakat. Seger sebenarnya bisa saja menyembunyikan temuannya, namun ia memilih jalur jujur.
Benda yang dia temukan ternyata memiliki nilai sangat tinggi. Emas 1,2 kilogram di masa kini setara Rp20 juta. Nilainya terdiri dari emas murni dan permata serta berlian. Artefak ini dianggap berasal dari masa Kerajaan Majapahit.
Seger menerima sejumlah penghargaan atas tindakan jujurnya, termasuk uang Rp19,7 juta dari Presiden Soeharto. Selain itu, ia juga mendapat beasiswa pendidikan hingga ke perguruan tinggi dan suma pemilik sawah Zaini.
Kejujuran Seger mungkin tak memberinya kekayaan instan, tapi memberi warisan moral yang tak lekang oleh waktu. Ia menjadi contoh bagi penemu lain untuk mengejar kebenaran di hadapannya.