Di Jakarta Timur, seorang anak perempuan berinisial C menjadi korban bullying dan pelecehan seksual oleh teman sekolahnya di SMP Negeri. Peristiwa ini bermula ketika teman C, R, mengajaknya menyambut tahun baru bersama.
Menurut ibu C, anaknya lebih milih pergi bersamanya ketika R mengajak ke Yogyakarta. Namun, setelah kembali ke sekolah, C mendengar dari teman-temannya tentang rencana R terhadap dirinya di tahun baru lalu.
"Ternyata si R ini mempunyai rencana mau ngajak si C, itu di tahun baru kemarin mau dibawa ke mana gitu, terus mau dibius. Ya kan, mau dibius dengan tujuan pasti kita tahulah arahnya," kata ibu C.
Ketika R merespons pertanyaan anaknya tentang niat membius saat pergi ke Yogyakarta, R bilang bahwa dia hanya bercanda. Namun, anak C tidak percaya dan menegurnya setelah itu.
Selain itu, ibu C juga menyebutkan bahwa anaknya mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025 yang makin intens terjadi pada November 2025.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut.
Menurut ibu C, anaknya lebih milih pergi bersamanya ketika R mengajak ke Yogyakarta. Namun, setelah kembali ke sekolah, C mendengar dari teman-temannya tentang rencana R terhadap dirinya di tahun baru lalu.
"Ternyata si R ini mempunyai rencana mau ngajak si C, itu di tahun baru kemarin mau dibawa ke mana gitu, terus mau dibius. Ya kan, mau dibius dengan tujuan pasti kita tahulah arahnya," kata ibu C.
Ketika R merespons pertanyaan anaknya tentang niat membius saat pergi ke Yogyakarta, R bilang bahwa dia hanya bercanda. Namun, anak C tidak percaya dan menegurnya setelah itu.
Selain itu, ibu C juga menyebutkan bahwa anaknya mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025 yang makin intens terjadi pada November 2025.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut.