Kasus Anak SD di NTT Bunuh Diri, Cak Imin: Lapor Jika Ada Masalah Ekonomi
Dalam kasus tragis anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia diduga akibat tekanan masalah ekonomi keluarga, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya keterbukaan masyarakat terhadap pemerintah apabila menghadapi persoalan ekonomi.
Menurut Cak Imin, kepala desa yang karib disapa oleh korban, keterbukaan masyarakat sangat penting agar pemerintah dapat melakukan penanganan secara cepat, baik di tingkat pusat maupun daerah. "Jadi, saya sudah minta kepada seluruh jajaran, baik pemerintah pusat maupun daerah, dan juga kepada masyarakat, untuk betul-betul terbuka terhadap keadaannya," kata Cak Imin.
Cak Imin menekankan bahwa setiap kebutuhan masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan pendidikan, harus segera disampaikan agar bisa ditangani. Ia juga menekankan pentingnya pemerintah bertindak cepat apabila masyarakat melaporkan kesulitan ekonomi maupun persoalan pendidikan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Cucun Sjamsurijal menilai bahwa aparat penegak hukum perlu mendalami penyebab meninggalnya YBS (10) anak SD di NTT tersebut. Ia mengingatkan agar kasus tersebut tidak disederhanakan hanya pada persoalan ketidakmampuan membeli alat tulis, seperti buku dan pena.
Kasus ini menjadi perhatian semua pihak, menurut Cucun. "Ini, kan, pukulan berat, kita sangat prihatin juga. Masih ada di negara kita hanya karena permasalahan kecil," tutur Cucun.
Dalam kasus tragis anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia diduga akibat tekanan masalah ekonomi keluarga, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya keterbukaan masyarakat terhadap pemerintah apabila menghadapi persoalan ekonomi.
Menurut Cak Imin, kepala desa yang karib disapa oleh korban, keterbukaan masyarakat sangat penting agar pemerintah dapat melakukan penanganan secara cepat, baik di tingkat pusat maupun daerah. "Jadi, saya sudah minta kepada seluruh jajaran, baik pemerintah pusat maupun daerah, dan juga kepada masyarakat, untuk betul-betul terbuka terhadap keadaannya," kata Cak Imin.
Cak Imin menekankan bahwa setiap kebutuhan masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan pendidikan, harus segera disampaikan agar bisa ditangani. Ia juga menekankan pentingnya pemerintah bertindak cepat apabila masyarakat melaporkan kesulitan ekonomi maupun persoalan pendidikan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Cucun Sjamsurijal menilai bahwa aparat penegak hukum perlu mendalami penyebab meninggalnya YBS (10) anak SD di NTT tersebut. Ia mengingatkan agar kasus tersebut tidak disederhanakan hanya pada persoalan ketidakmampuan membeli alat tulis, seperti buku dan pena.
Kasus ini menjadi perhatian semua pihak, menurut Cucun. "Ini, kan, pukulan berat, kita sangat prihatin juga. Masih ada di negara kita hanya karena permasalahan kecil," tutur Cucun.