Pemerasan di Lapas, Ini yang Dilaporkan Ammar Zoni: Pemeriksaan Pengadilan Menemukan Adanya "Pemalakan"?
Ammar Zoni, selebritas Indonesia yang terlibat dalam kasus pemerasan di lapas, mengungkapkan adanya pemerasan di tempat tidurnya. Ia melaporkan bahwa ada yang meminta uang senilai Rp 300 juta dan menanggung sembilan orang lainnya, sehingga totalnya Rp3 miliar.
Namun, Ammar Zoni menolak untuk memberikan uang tersebut. Dia mengklaim bahwa ada pihak yang memeras uang dari mereka di lapas. Pihak ini juga diduga melakukan tindak pidana pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memperjualbelikan narkotika.
Pemeriksaan di pengadilan menemukan adanya "pemalakan" di lapas tersebut. Namun, belum ada informasi yang jelas tentang siapa saja yang terlibat dalam kejadian tersebut. Ammar Zoni dan kawan-kawan didakwa mengedarkan narkotika di dalam Rutan Salemba, Jakarta Pusat, pada Desember 2024.
Kasus ini menimbulkan perdebatan tentang cara pengadilan menanganani kasus-kasus seperti ini. Beberapa orang mengatakan bahwa pemeriksaan di pengadilan harus lebih cepat dan efektif dalam menemukan adanya "pemalakan" di lapas.
"Kami akan melakukan cross-check kebenaran laporan Ammar Zoni," kata Yusril, pejabat yang bertanggung jawab atas kasus ini.
Ammar Zoni, selebritas Indonesia yang terlibat dalam kasus pemerasan di lapas, mengungkapkan adanya pemerasan di tempat tidurnya. Ia melaporkan bahwa ada yang meminta uang senilai Rp 300 juta dan menanggung sembilan orang lainnya, sehingga totalnya Rp3 miliar.
Namun, Ammar Zoni menolak untuk memberikan uang tersebut. Dia mengklaim bahwa ada pihak yang memeras uang dari mereka di lapas. Pihak ini juga diduga melakukan tindak pidana pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memperjualbelikan narkotika.
Pemeriksaan di pengadilan menemukan adanya "pemalakan" di lapas tersebut. Namun, belum ada informasi yang jelas tentang siapa saja yang terlibat dalam kejadian tersebut. Ammar Zoni dan kawan-kawan didakwa mengedarkan narkotika di dalam Rutan Salemba, Jakarta Pusat, pada Desember 2024.
Kasus ini menimbulkan perdebatan tentang cara pengadilan menanganani kasus-kasus seperti ini. Beberapa orang mengatakan bahwa pemeriksaan di pengadilan harus lebih cepat dan efektif dalam menemukan adanya "pemalakan" di lapas.
"Kami akan melakukan cross-check kebenaran laporan Ammar Zoni," kata Yusril, pejabat yang bertanggung jawab atas kasus ini.