Alissa Wahid mengungkapkan, ada tiga dinamika tantangan yang muncul saat layani jemaah haji lansia di Arab Saudi. Pertama, adalah tantangan normal saat memenuhi kebutuhan fisik mereka. Alissa mengatakan, ada jemaah yang tidak bisa berjalan karena kondisi kesehatannya, atau mereka butuh bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Kedua, adalah tantangan psikologis saat mereka baru saja tiba di tempat keramaian atau belum terbiasa dengan area baru. Mereka mungkin merasa bingung atau takut ketika melihat sesuatu yang baru seperti bandara. Alissa menjelaskan, "Mereka akan bingung saat turun dari pesawat," kata Alissa.
Tantangan ketiga adalah kekurangan pengetahuan tentang teknologi informasi dan komunikasi. Pemerintah sudah menggunakan teknologi ini untuk membantu jemaah haji, namun ini menjadi tantangan baru bagi para lansia yang lahir di abad sebelumnya. Alissa mengatakan, "Para lansia itu lahir di abad lalu, enggak kenal teknologi. Kalaupun bawa HP, belum tentu tahu cara gunakan."
Kedua, adalah tantangan psikologis saat mereka baru saja tiba di tempat keramaian atau belum terbiasa dengan area baru. Mereka mungkin merasa bingung atau takut ketika melihat sesuatu yang baru seperti bandara. Alissa menjelaskan, "Mereka akan bingung saat turun dari pesawat," kata Alissa.
Tantangan ketiga adalah kekurangan pengetahuan tentang teknologi informasi dan komunikasi. Pemerintah sudah menggunakan teknologi ini untuk membantu jemaah haji, namun ini menjadi tantangan baru bagi para lansia yang lahir di abad sebelumnya. Alissa mengatakan, "Para lansia itu lahir di abad lalu, enggak kenal teknologi. Kalaupun bawa HP, belum tentu tahu cara gunakan."