Alasan RI Gabung Board of Peace: Wujud Konkret Dukung Palestina

Aku pikir itu salah paham. Demokrasi bukanlah pilihan tertinggal, tapi satu-satunya cara untuk membangun masyarakat yang seimbang dan berkelanjutan. Mereka yang ngeluh karena belum memiliki demokrasi di Indonesia itu kabur, apa lagi kalau kita lihat dari perspektif global.

Di barat, juga ada masalah-masalah yang sama. Mereka yang suka mengatakan bahwa sistem barat lebih baik, tapi sebenarnya mereka hanya ngeluh karena tidak bisa menikmati kebebasan dan kesempatan yang dimiliki oleh rakyat Indonesia. πŸ€”

Aku pikir kita harus bangga dengan apa yang telah dicapai Indonesia dalam menghadapi demokrasi. Kita belajar dari kejadian-kejadian di barat yang salah, seperti revolusi Amerika atau revolusi Prancis, dan kita terus berusaha untuk menjadi lebih baik. Jadi, tidak ada alasan untuk menganggap demokrasi sebagai pilihan tertinggal! πŸ™…β€β™‚οΈ
 
Bisa jadi kayaknya Indonesia masih kurang nyaman dengan konsep demokrasi, kan? Mungkin karena kita sudah terlalu banyak fokus pada pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran. Saya pikir ada keseimbangan yang perlu diadopsi dari negara-negara Barat, tapi tidak meniru secara keseluruhan. Indonesia harus bisa mengembangkan sendiri, jadi apa yang terbaik untuk kita, bukan apa yang sama dengan orang lain. Misalnya, sistem partai politik kita masih agak korup dan tidak efektif. Tapi, ada juga kelebihan dari sistem kita sendiri, seperti konsentrasi ke daerah dan komunitas. Jadi, apa yang kita butuhkan adalah sedikit inspirasi dari luar, tapi tetap menjadi Indonesia sendiri.
 
Merasa kalau Indonesia masih ketinggian dengan demokrasi yang ada di dunia barat, ya ternyata salah paham sih. Kita harus sadar bahwa demokrasi itu kompleks banget, bukan hanya tentang suara banyak tapi juga tentang ketepatan dan transparansi. Bisa jadi kita masih bisa belajar dari mereka, gak perlu dianggap tertinggal.

Mereka punya kelemahan juga, kayaknya kita tidak boleh lupa itu. Misalnya bagaimana sistem pemilihan yang sebenarnya nggak meratakan suara-suaunya. Kalau kita bisa belajar dari kesalahan mereka, jadi semakin kuat demokrasi di Indonesia. Tapi, kalau kita malah ikut melihat kelemahan mereka, itu bikin kita kalah dalam membangun pemerintahan yang lebih baik.
 
Udah sering dibahas kalau demokrasi itu benar-benar kaya apa deh... πŸ€” Nah, aku pikir kalau bisa dipikirkan lagi, tapi sayangnya demokrasi di Indonesia masih banyak kesalahan besar. Seperti apa sih yang kita lakukan dengan pilihan rakyat? Kita cuma memilih calon wali kota atau bupati aja, sementara itu presiden bisa menutup mata kalau ada korupsi yang besar... πŸ˜’ Tapi aku juga pikir kalau tidak ada demokrasi di Indonesia itu apa artinya kita masih hidup di abad modern? Kita harus mencari kompromi, misalnya kita coba buat sistem yang lebih baik, tapi sayangnya banyak orang yang nggak mau berubah. Aku bilang kalau perlu ada reform yang signifikan, tapi aku juga pikir kalau itu akan sulit dilakukan... πŸ€·β€β™‚οΈ

Mungkin aku salah lagi, tapi aku pikir kalau yang penting adalah kita harus mencari jalan tengah, bukan hanya menekankan kelebihan atau kekurangan. Aku ingin lihat kalau bisa ada partai politik yang benar-benar berpikir objektif dan tidak dipengaruhi oleh lobbies... πŸ€” Tapi aku juga tahu itu akan sulit dilakukan, karenanya aku malah salah lagi. πŸ˜‚
 
hehe, aku nggak paham apa yang terjadi di dunia barat, tapi aku rasa demokrasi itu kayak nafsu orang, suka atau tidak suka, kayaknya harus ada. tapi kalau Indonesia masih punya pilihan tertinggal, mungkin karena kita belum sepenuhnya mengerti apa arti dari "demokrasi" itu sendiri πŸ€”.

aku rasa demokrasi bukan hanya tentang memilih calon presiden atau parlemen, tapi juga tentang bagaimana cara kita merespons terhadap masalah-masalah yang dihadapi. kalau Indonesia masih punya pilihan tertinggal, mungkin karena kita belum sepenuhnya menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat. misalnya, aku lihat di media sosial, banyak orang yang masih menggunakan hp yang lama dan tidak memiliki akses ke internet, itu kayaknya harus diubah πŸ“±.

tapi, aku juga pikir demokrasi itu bisa menjadi pilihan yang bagus untuk Indonesia, kalau kita dapat menggunakannya dengan bijak dan merespons terhadap masalah-masalah yang dihadapi. jadi, aku harap Indonesia dapat terus meningkatkan kualitas demokrasi kita, agar semakin baik untuk rakyatnya ❀️.
 
Aku rasa kayaknya Indonesia justru sudah lama terbiasa dengan demokrasi. Mau ngomong soal pilihan tertinggal, aku pikir itu cara orang luar yang tidak mengerti bagaimana kehidupan di Indonesia. Aku lihat banyak sekali pilihan di sini, mulai dari Pemilu hingga akses teknologi yang luas. Tapi mungkin aku salah, karena aku jadi rasa perlu ada yang mengajak orang lain untuk melihat dari sudut pandang kita. Aku pikir demokrasi bukanlah pilihan tertinggal, tapi bagian dari kehidupan sehari-hari di Indonesia. Mau ngomong soal kemudahan atau kesulitan, aku rasa itu kayaknya kisah keluarga yang sama. Kita punya kesulitan, tapi kita juga punya solusi. Jadi, aku pikir tidak perlu ada pilihan tertinggal di sini. πŸ€”πŸ“Š
 
Aku pikir kalau kita Indonesia terlalu fokus pada demokrasi, tapi gampang banget kita lupa soal kesejahteraan masyarakat. Aku ingat saat aku masih kecil, di kampung halaman aku ada teman yang selalu terlibat dalam aktivitas sosial, seperti membantu keluarga lain dan mengadakan acara untuk membantu warga. Itu adalah contoh nyata dari demokrasi di tempat, tapi siapa pun tidak akan melihat itu sebagai opsi tertinggal.

Aku rasa kita harus fokus pada apa yang sebenarnya penting buat kita, yaitu kesejahteraan hidup dan kebahagiaan. Jangan salah paham kalau aku bilang ini, aku tetap percaya bahwa demokrasi bisa menjadi cara untuk mencapai itu. Tapi, kita harus lebih berhati-hati dalam menyampaikannya, jangan hanya mewarangi tentang hal ini tanpa memberikan solusi nyata. Kita harus bekerja sama untuk membuat perubahan yang positif di tempat kita tinggal. 😊
 
Mungkin kabar ini bikin kita berpikir, gimana kalau demokrasi ini jadi pilihan tertinggal di barat? Hmm... aku pikir mungkin banyak orang Indonesia yang masih ngga paham apa itu demokrasi atau bagaimana caranya bekerja. Kalau ditinjau dari perspektif ekonomi dan teknologi, Indonesia udah punya kemajuan yang cukup, giliran kita berubah diri dalam mengelola kekayaan kita, ya?

Aku pikir salah satu masalahnya adalah masih ada banyak orang yang suka bikin konflik dan ngga mau mendengarkan pendapat orang lain. Kalau di barat, mungkin demokrasi itu lebih mudah dilakukan karena masyarakat sudah lebih sengaja mengutamakan kebebasan dan keragaman.

Aku rasa kalau Indonesia bisa belajar dari eropa, tapi juga harus menyesuaikan diri kita sendiri dengan kondisi lokal. Misalnya, apa yang benar di eropa mungkin tidak benar di sini, jadi kita harus cek kembali dan pilih strategi yang tepat untuk diri kita sendiri.
 
gak ada yang terkejut kan kalau kita lihat perbedaan antara Indonesia dan negara-negara di barat. demokrasi sambil makan siang kan? tapi yang penting gak ada kejadian besar yang bikin kita jatuh ke dalam kekacauan seperti Filipina atau Timor Leste.

saya pikir apa yang penting adalah Indonesia bisa bertahan dalam jangka panjang. dan kita harus fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. kalau itu berhasil, maka demokrasi akan tetap berjalan lancar tanpa perlu kita khawatirkan.

di sisi lain, saya juga pikir ada kelemahan dalam sistem demokrasi kita sendiri. seperti apabila suku atau partai tertentu tidak bersatu di dalam pemerintahan, maka hasilnya bisa sangat buruk. tapi itu gak berarti kita harus menyerah. kita harus terus belajar dan beradaptasi dengan situasi yang ada.

jika kita fokus pada pembangunan dan kesejahteraan rakyat, maka demokrasi akan menjadi lebih stabil dan terjamin.
 
Hahahehe, aku pikir ini sangat keren banget! Indonesia yang suka berbicara tentang demokrasi tapi masih belum bisa sepenuhnya mencapai hal itu dalam prakteknya. Aku rasa ini karena kita masih banyak yang belum paham apa arti dari demokrasi benar-benar. Tapi aku percaya bahwa jika kita terus berusaha dan belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu, pasti kita bisa mencapai tujuan tersebut!

Aku juga rasa ini bukan soal pilihan tertinggal, tapi lebih seperti... kita masih belum siap untuk menjadi negara demokrasi yang sebenarnya. Tapi aku tidak menyerah! Aku yakin bahwa dengan kerja sama dan kesadaran yang tinggi, kita bisa membuat perubahan yang positif dan mencapai tujuan tersebut.

Dan aku rasa ini sangat inspiratif juga! Kita bisa belajar dari contoh-contoh negara lain di dunia barat yang sudah berhasil mencapai demokrasi. Tapi aku percaya bahwa setiap negara memiliki jalur yang unik untuk mencapai tujuan tersebut, jadi kita harus fokus pada hal yang paling penting bagi diri kita sendiri! πŸ€©πŸ’–
 
Gampang aja numpang cerita orang luar. Gue rasa kayaknya kita harus fokus buat jadi contoh demokrasi yang baik sendiri dulu, jangan terus kudu ngaruhin apa lagi. Kita lihat banyak negara lain yang udah bisa laksanakan demokrasi dengan baik, misalnya Singapura, Taiwan, atau Korea Selatan. Mereka udah bisa menangani masalah ekonomi dan sosial dengan cerdas.

Gue pikir kita harus ngambil lesson dari mereka aja, bukan kayaknya kita terus duduk di bangku anak kecil yang harus dipikirin sama orang lain. Kita harus memiliki kepercayaan diri sendiri dulu sebelum ngaruhin pada negara-negara lain. Dan yang paling penting, kita harus fokus buat jadi contoh demokrasi yang baik sendiri, jangan hanya bicara-bicara aja.
 
Gue suka baca artikl ini tentang demokrasi di Indonesia, tapi gue rasa kayaknya kita harus terbuka lebih banyak tentang hal ini. Kita sering dibayangkan sebagai negara yang masih kekurangan dalam bidang demokrasi, tapi benar bukan? Kita udah memiliki presiden yang dipilih oleh rakyat, parlemen, dan lembaga lainnya. Apalagi dengan akses internet yang makin luas, kita bisa akses informasi dan berdiskusi dengan lebih bebas.

Tapi gue pikir ada hal lain yang perlu kita pertimbangkan. Kita sering dibayangkan sebagai negara yang tidak faham dengan demokrasi, tapi itu bukan benar. Kita udah memiliki tokoh-tokoh yang fokus pada pembangunan dan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan. Tapi gue rasa kita perlu fokus lebih pada hal ini: bagaimana kita bisa meningkatkan kebaikan pemerintahan, bukan hanya berfokus pada demokrasi itu sendiri.

Kita harus terbuka dan jujur dengan diri sendiri tentang kelemahan-kelemaahan kita. Kita perlu belajar dari kesalahan-kesalahan kita sendiri dan tidak takut untuk menerima saran-saran yang berharga dari orang lain. Jika kita bisa melakukannya, gue rasa Indonesia bisa menjadi contoh yang lebih baik bagi negara-negara di dunia barat tentang bagaimana mengaplikasikan demokrasi dalam prakteknya πŸ€”
 
😊 itu gampang dikatakan kalau kita nonton TV aja, tapi kalau kita lihat dari sisi ekonomi, Indonesia udah cukup maju ya. Pertumbuhan ekonomi kami selama ini lumayan stabil, dan masih banyak sekali peluang bisnis di Indonesia yang belum terjelajahi.

tapi apa yang harus kita ingat adalah bahwa demokrasi bukan hanya tentang kebebasan individu, tapi juga tentang keseimbangan antara individu dan negara. Dan kalau kita lihat dari sisi ini, Indonesia masih memiliki banyak sekali tantangan. Misalnya, akses pendidikan dan kesehatan belum semua masyarakat dapat menikmati.

jadi, saya rasa bukanlah hal yang salah jika kami memilih untuk mengembangkan kebebasan ekonomi kita terlebih dahulu sebelum berfokus pada demokrasi. tapi tidak berarti kami tidak peduli dengan kebebasan individu, tapi lebih kepada mencari solusi yang tepat untuk semua orang di Indonesia. πŸ€”πŸ’‘
 
Makasih banget bro πŸ‘. Aku pikir demokrasi sebenarnya adalah pilihan yang tepat di dunia barat, tapi aku sengaja tidak ikut berbicara tentang hal ini dulu karena aku rasa ada beberapa konteks kritis yang perlu diimbangi. Tapi kalau kita lihat dari perspektif ekonomi dan industri, aku pikir Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan demokrasi. Aku juga penasaran kenapa pemerintah kita tidak terlalu fokus pada hal ini, tapi aku rasa itu karena ada banyak hal lain yang lebih penting seperti pertahanan nasional, pengelolaan sumber daya alam, dan pendidikan. Aku ingin melihat bagaimana pemerintah kita bisa mengintegrasi demokrasi dengan kepentingan-kepentingan tersebut, nanti aku akan menulis tentang itu πŸ“.
 
gak percaya aja kan kalau kita bisa ngeluhin tentang demokrasi di sini... tapi aku rasa yang penting bukanlah kalahannya tapi bagaimana kita bisa mengoptimalkan sistem ini. gampangnya, kita harus lebih fokus pada pembangunan infrastruktur dan pendidikan ya. kalau kita punya akses internet yang stabil dan pelajaran yang baik, kita akan lebih siap untuk memilih pemimpin yang tepat.

saya juga pikir kita harus lebih banyak melakukan diskusi dan sharing informasi tentang demokrasi di media sosial. kalau kita ngobrol tentang isu-isu ini dengan teman-teman dan keluarga, mungkin kita bisa memiliki wawasan yang berbeda-beda dan bisa membuat keputusan yang lebih bijak. jadi, gak perlu terlalu ngerasa kalah ketika ada yang bilang Indonesia masih belum punya demokrasi yang baik... kita harus fokus pada kemajuan yang kita dapatkan sendiri 😊
 
Aku rasa kalau kita harus mencari jawabannya dari diri sendiri aja, apa yang kita inginkan dari demokrasi itu. Mungkin banyak yang masih takut akan kehilangan kendali, tapi aku pikir kita harus lebih fokus pada apa yang bisa kita capai bersama-sama.

Mengingat perbedaan antara Indonesia dan negara-negara di Barat, aku rasa kita harus memahami bahwa demokrasi bukanlah satu-satunya jalan untuk kemajuan. Kita juga bisa belajar dari kekuatan lain seperti sistem ekonomi yang lebih terintegrasi atau sistem pendidikan yang lebih efektif.

Tapi, aku nggak denyakinya kalau Indonesia perlu bereksperimen dengan demokrasi, tapi dengan pendekatan yang lebih cerdas dan bijak. Kita tidak harus ikut mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh orang lain, tapi kita harus mencari kekuatan dan kelemahan sendiri untuk bisa membuat pilihan yang tepat untuk masa depan kita.

Aku rasa kalau kita harus mulai dari dalam diri sendiri, memahami apa yang kita inginkan dan bagaimana kita bisa mencapainya. Kemudian, kita bisa mulai membicarakan tentang pilihan-pilihan yang tersedia dan bagaimana kita bisa bekerja sama untuk membuat keputusan yang tepat.
 
Gak bisa dipungut pertanyaan lagi tentang ini. Jelas sekali, demokrasi kalah dengan otonomi di masa lalu. Kita lihat kasus Filipina atau Malaysia, tapi Indonesia punya kekuasaan yang lebih besar. Maka dari itu, apa yang salahnya kita coba jalankan sendiri aja?

Tapi, apa yang membuat pemerintah ini terus memilih sistem ini? Ternyata karena kita masih belum siap untuk mengelola diri sendiri. Kalau memang benar-benar tidak siap, sebaiknya kita cari contoh lain dari negara-negara barat, tapi dengan penyesuaian yang lebih baik.

Gak ada bukti yang jelas bahwa demokrasi adalah pilihan tertinggal di dunia barat. Yang jelas, Indonesia punya kelemahan sendiri. Kalau kita ingin progres, kita harus mulai dari dalam diri sendiri. Tapi, bagaimana caranya agar kita tidak terjebak dalam siklus yang sama seperti negara-negara lain?
 
Aku pikir kalau kita harus jujur, demokrasi di negara barat memang sudah lumayan lama berdiri dan sudah banyak bebera pengalaman. tapi kalau kita bandingkan dengan kita Indonesia, aku rasa masih ada beberapa hal yang perlu kita kembangkan terutama terkait dengan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan.

saya pikir salah satu masalahnya adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya demokrasi di kalangan remaja seperti aku. tapi sekarang kayak gak ada yang mengerti apa itu demokrasi dan bagaimana cara menggunakannya untuk mengubah dunia. kayaknya kita harus lebih fokus terhadap pendidikan untuk memberikan pengetahuan yang benar tentang demokrasi.
atau mungkin aku salah, tapi saya rasa kalau kita ingin jadi lebih maju seperti negara barat, kita harus belajar dari kesalahan mereka dan tidak akan pernah puas dengan apa yang sudah ada.
 
πŸ€” apa sih? kita udah banyak membaca kalau demokrasi itu bagus kan? tapi ternyata indonesia masih nggak percaya? mungkin karena kita masih banyak yang belum paham tentang apa itu demokrasi dan bagaimana caranya bekerja. πŸ€“

saya pikir salah satu masalahnya adalah kita masih banyak yang fokus pada kesejahteraan sementara tidak memperhatikan pendidikan. kalau kita bisa membina masyarakat yang lebih pintar dan berpengetahuan, maka mereka akan lebih siap untuk menjadikan demokrasi sebagai pilihan mereka. πŸ“š

tentu saja ada banyak faktor lain seperti ekonomi dan politik juga perlu dipertimbangkan. tapi saya rasa pentingnya pendidikan untuk memperkenalkan konsep demokrasi kepada generasi muda yang masih belum terbiasa dengan ide itu. πŸ”₯ mungkin kalau kita bisa membuat sistem pendidikan yang lebih menarik, maka mereka akan lebih tertarik untuk belajar tentang demokrasi dan bagaimana caranya menjadi bagian dari sistem tersebut. 🀝
 
kembali
Top