Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan program gentengisasi yang bertujuan untuk menggantikan atap seng di Indonesia dengan genting. Ia menyatakan bahwa material seng bukanlah pilihan yang tepat untuk dijadikan atap rumah karena memiliki masalah seperti panas berlebih dan mudah berkarat.
Menurut Prabowo, ada beberapa alasan utama mengapa program ini diperlukan. Pertama, ia khawatir turis melihat karat pada atap seng yang dapat membuat kesan masyarakat Indonesia tidak sejahtera. Kedua, atap seng juga memerlukan biaya besar untuk perawatan dan perbaikan karena mudah berkarat. Ketiga, genting dapat menjadi alternatif pengolahan limbah industri yang ramah lingkungan.
Program ini juga diperuntukkan untuk menggerakkan ekonomi tingkat desa dengan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam produksi genting. Prabowo berharap bahwa program ini dapat membantu meningkatkan kehidupan masyarakat dan membuat Indonesia menjadi negara yang lebih indah.
Tentu saja, ada juga argumen ekonomi mengapa pemerintah harus mengambil tindakan seperti ini. Ia menyatakan bahwa genting tidak akan memakan biaya besar dibandingkan dengan perawatan atap seng.
Menurut Prabowo, ada beberapa alasan utama mengapa program ini diperlukan. Pertama, ia khawatir turis melihat karat pada atap seng yang dapat membuat kesan masyarakat Indonesia tidak sejahtera. Kedua, atap seng juga memerlukan biaya besar untuk perawatan dan perbaikan karena mudah berkarat. Ketiga, genting dapat menjadi alternatif pengolahan limbah industri yang ramah lingkungan.
Program ini juga diperuntukkan untuk menggerakkan ekonomi tingkat desa dengan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam produksi genting. Prabowo berharap bahwa program ini dapat membantu meningkatkan kehidupan masyarakat dan membuat Indonesia menjadi negara yang lebih indah.
Tentu saja, ada juga argumen ekonomi mengapa pemerintah harus mengambil tindakan seperti ini. Ia menyatakan bahwa genting tidak akan memakan biaya besar dibandingkan dengan perawatan atap seng.