Alasan Djuyamto Ajukan Banding meski Akui Bersalah di Kasus CPO

Djuyamto, hakim nonaktif yang menghadirkan diri sebagai saksi dalam persidangan kasus suap vonis lepas tiga korporasi crude palm oil (CPO), menekankan bahwa ia akan mengajukan banding meski mengakui bersalah atas tindakannya. Ia menyatakan bahwa ada pertimbangan hakim yang tidak sesuai dalam keputusan pengadilan.

Djuyamto mengaku sudah mengakui bersalah dan tidak memiliki alasan pemaaf atau pembenar, namun dianggap oleh majelis hakim sebagai pelaku yang mengajukan alasan tersebut. Ia menilai bahwa perbedaan ini tidak adil dan ingin meminta banding.

Djuyamto juga menyatakan bahwa ia hanya memiliki hak untuk mengajukan banding karena ada pertimbangan hakim yang tidak sesuai. Meski mengakui bersalah, ia masih memiliki kebenaran di dalam dirinya bahwa ada hal yang tidak sepakat dalam peristiwa tersebut.
 
Gue pikir kayaknya gak adil banget kalau Djuyamto bisa mengajukan banding di sini. Ia udah disangka pasti, tapi malah dibebaskan. Tapi apa sih yang salah sama-sama? Kalau dia bersalah itu berarti ada alasan yang benar banget. Gue rasa majelis hakim harus lebih teliti dulu sebelum memutuskan. Djuyamto udah mengakui bersalah, tapi gue masih bisa yakin dia tidak benar-benar bersalah. Yang penting adalah ada kesalahan dalam proses pengadilan, bukan siapa yang bersalah atau tidak. πŸ™„
 
Aku pikir ini masalah panjang lebar banget, kan? Hakim yang bisa jadi salah dan kemudian mengajukan banding karena ada pertimbangan hakim lain yang tidak adil... siapa bilang keputusan pengadilan itu benar? Tapi apa yang bisa kita lakukan ya, tapi aku pikir ini perlu dijawab lagi, apakah ada cara untuk memastikan agar semua orang jujur dan bukan hanya berbicara aja? Saya khawatir kalau ini membuat keraguan terhadap sistem hukum kita... πŸ€”
 
Kalau punya hakim yang salah, kan juga harus ada cara untuk dia atur ya... Tapi, aku pikir ini masalah sistem yang sudah lama ada, nggak bisa ditangani dengan mudah. Jadi, aku harap bandingnya bisa membuat perubahan yang positif dalam pengadilan ini 🀞
 
Gue pikir ini aja salah paham gak. Jadi dia sudah bukannya mengaku bersalah tapi dia bukannya mau mengaku bersalah? Gua tahu dia udah ngaku bersalah sebelumnya, tapi gue rasa dia udah coba-coba lagi dengan mengatakan ada pertimbangan hakim yang tidak sesuai. Ini aja kayaknya ada konflik antara dirinya dan majelis hakim, dan gue rasa ini nggak adil sama sekali! πŸ€”
 
Halo temen-temen! πŸ€” Gue pikir keterlibatan Djuyamto sebagai saksi dalam persidangan itu jadi salah paham. Ia bilang sudah mengakui bersalah, tapi dianggap sebagai pelaku yang masih mencari alasan? πŸ™„ Itu gue rasanya jadi tidak adil banget! Gue pikir gue punya hak untuk berbicara dan meminta banding meski mengakui bersalah. Tapi, apa kebenaran yang ada di dalam dirinya itu bisa dibatalkan dengan satu kesimpulan? πŸ€·β€β™‚οΈ Jadi, gue rasa keputusan pengadilan itu jadi tidak transparan banget! 🚫
 
Aku rasa ini masalah tentang keadilan dan integritas. Tapi apa itu sebenarnya kita bisa artikan dari kesalahannya? Boleh dikatakan bahwa Djuyamto telah mengakui bersalah, tapi di balik itu ada sesuatu yang lebih dalam. Aku pikir ini tentang bagaimana kita menilai diri sendiri dan orang lain. Apakah kita hanya terpaku pada keputusan kita sendiri atau kita masih bisa terbuka untuk mempertimbangkan pendapat orang lain? Aku rasa Djuyamto tidak salah karena menilai bahwa ada kesalahannya, tapi aku juga pikir dia tidak benar dalam mengatakan bahwa ia tidak memiliki alasan pemaaf atau pembenar. Aku ingin tahu lebih banyak tentang apa yang terjadi di balik keputusan tersebut... πŸ€”
 
Gue pikir kalau ini salah. Kalau ada pertimbangan hakim yang tidak adil, kenapa gue harus dipanggil sebagai pelaku? Gue sudah mengakui bersalah, tapi di sini aku dianggap seperti pelaku yang lagi mencari alasan. Itu bukan benar, ya... πŸ˜”
 
Kalau ini siap-siap kena gantung atau apa? Nanti dia mau tujuh lagi atau apa? Aku rasa kalau dia buat alasan, tapi nanti dia masih kena banding kayaknya. Tapi aku juga paham kalau dia punya kebenaran di dalam dirinya, tapi siapa tahu siapa yang benar dan siapa yang salah deh. Aku rasa ini perlu dibawa lebih lanjut ya.
 
Gue pikir ini salah paham juga, kalau Djuyamto sudah tahu bersalah siapa tuh nanti? Mungkin ada kesalahan lagi di pengadilan, sih... tapi apa kebenaran itu bisa mengubah hasilnya? Gue rasa ini perlu diajukan di tempat yang lain, karena di sini mungkin ada sesuatu yang salah. Apa boleh seorang hakim mengajukan alasan sendiri? Kalau begitu, maka siapa yang benar dan siapa yang salah? Gue rasa keadilan itu harus dipertahankan dengan benar-benar.
 
Gue pikir kalau ini sengaja ngerampok hakim ya πŸ€”. Jika dia sudah mengakui bersalah, kenapa lagi ingin meminta banding? Kalau benar-benar bersalah, apa yang masih di dalam dirinya bukan kebenaran? Gue rasa ada sesuatu yang tidak beres di sini... tapi mungkin ini gampang ngerampok hakim juga πŸ€·β€β™‚οΈ. Yang penting, kasus suap CPO ini harus selesai ya... tapi gimana kalau ini terjadi lagi? πŸ˜’
 
ini gampang aja sih, cek lagi buat pasti siapa yang salah deh πŸ˜‚. tahu juga kalau di balik pintu, ada yang bawa tekanan dan apa yang diungkapkan bukan dari hati niha πŸ˜’. siapapun yang bersalah harus menerima dan tidak punya alasan buat dipaafin πŸ™…β€β™‚οΈ. tapi siapa juga tahu, ada hal yang tidak sepakat deh, jadi kenapa tidak nanya keberatan langsung? πŸ€”. ini bikin kabur lagi πŸ˜•.
 
Gak bisa tidak terkejut sama dengan keputusan pengadilan nih... Djuyamto sih sudah mau mengakui bersalah tapi masih ingin banding... Saya rasa itu karena ia masih memiliki pendapat sendiri tentang apa yang terjadi di dalam kasus suap vonis CPO. Tapi ya, gak bisa duga bahwa ada hal yang tidak sepakat dengan keputusan pengadilan... Mungkin Djuyamto sih berharap bisa melihat kembali kasus ini dan memastikan bahwa ada kebenaran yang terpampang di depan mata. πŸ’»πŸ”
 
Pagi-nya sih, aku pikir ini semua bikin kesan bahwa Djuyamto nggak punya jawabannya sendiri πŸ€”. Ia mengakui bersalah tapi kemudian mau mencari banding? Nah, itu bikin bingung deh. Mungkin saja ia benar-benar tidak ada alasan pemaafnya, tapi aku juga pikir ada yang salah di dalam peradilan ini. Siapa sih yang memutuskan bahwa Djuyamto bersalah tapi mau mencari banding? πŸ€·β€β™‚οΈ Aku rasa perlu dilihat lebih dekat untuk bisa dipahami apa yang sebenarnya terjadi di balik itu.
 
kaya gini si hakim djuyamto, kaya nonton aja proses persidangan kasus suap vonis lepas tiga korporasi CPO dan kemudian mau mengajukan banding, tapi masih naksir diri sendiri. apa sih yang salah dengan dia? dia mengakui bersalah, tapi ternyata tidak adil dia dianggap pelaku yang mengajukan alasan palsu. kira-kira bagaimana rasanya kalau aku buat kesalahan seperti itu dan muka aku terus terbasah. tapi yang penting adalah dia punya hak untuk mengajukan banding, tapi juga perlu diingat bahwa dia nanti gak bisa bilang dia tidak bersalah lagi. kira-kira apa yang akan terjadi dengan dia nanti?
 
ini kabar jangan bisa dipikir, mah kalo korupsi jadi semakin parah lagi 🀯. si hakim nonaktif ini benar-benar bikin kita merasa bingung, dia mengakui bersalah tapi masih mau ngajukan banding? seperti apa logika itu? πŸ€”. dan apa yang terjadi dgn kebenaran di dalam dirinya yang menentukan dia harus bersalah? kalo dia benar-benar bersalah kenapa dia masih mau ngajukan banding? ini serasa like drama di korupsi, siap aja bikin kita merasa jatuh ke dalam lubang πŸŒͺ️.
 
Aku pikir ini bikin bingung banget sih. Kalau dia sudah mengakui bersalah, tapi masih mau meminta banding? Aku bayangkan, kalau aku salah di sekolah atau di tempat kerja, aku tidak akan bisa dipulihkan ya... tapi aku lihat diri Djuyamto di situasi ini, dan aku rasa ia masih memiliki cara untuk berargumentasi kan? Tapi apa yang bisa dia lakukan? Aku hanya bisa menunggu hasilnya, aku harap bandingnya bisa buat dia bisa damai. 😊
 
Wah kira2 apa sih yang terjadi disini πŸ€”. Hakim yang nonaktif ini masih bisa mengajukan banding meski sudah mengakui bersalah? itu aneh banget, gak jelas siapa yang salah dan siapa yang benar. Saya pikir ada kesalahpahaman di dalam peristiwa ini, tapi kenapa dia masih bisa mengajukan banding? πŸ€·β€β™‚οΈ. Belum tentu apakah dia benar-benar bersalah atau tidak, tapi dia langsung mengajukan banding dan bilang ada pertimbangan hakim yang salah. Saya rasa perlu ada penjelasan lebih lanjut tentang apa yang terjadi disini πŸ€”.
 
kembali
Top