Crocodile, mantan Shichibukai berpengaruh di One Piece yang mengejutkan semesta. Kekuatan dan visinya yang unik membuatnya menjadi salah satu karakter antagonis paling kuat dalam sejarah serial ini.
Sebagai pendirian organisasi kriminal Baroque Works, Crocodile menunjukkan betapa mengerikkannya seorang bajak laut yang mengandalkan otak. Salah satu titik poin paling menarik dalam sejarahnya adalah kemitraannya dengan Nico Robin saat itu dikenal sebagai Miss All Sunday. Hubungan ini berakhir dengan pengkhianatan di makam kerajaan Alabasta, namun dinamika antara Crocodile dan Robin menunjukkan sisi pragmatis sang "Raja Pasir".
Crocodile berhasil melakukan kudeta tanpa terdeteksi Pemerintah Dunia melalui Operasi Utopia. Rencana ini sangat rapi: menggunakan bubuk penari untuk menciptakan kekeringan, memfitnah Raja Cobra untuk memicu perang saudara, dan tampil sebagai pahlawan rakyat Alabasta sebelum mengambil alih kekuasaan. Kekalahannya di tangan Monkey D. Luffy adalah titik balik yang membuatnya menjadi karakter yang lebih dalam saat dijebloskan ke Impel Down Level 6.
Fakta kekuatan Suna Suna no Mi, buah iblis tipe Logia milik Crocodile, menunjukkan kemampuan menyerap kelembapan dari apa pun yang disentuhnya hingga kering kerontang. Namun, kelemahan terhadap air adalah satu-satunya celah yang bisa dimanfaatkan Luffy saat itu.
Di medan perang Marineford, Crocodile menunjukkan bahwa ia bukan sekadar penjahat picik. Ia melakukan beberapa aksi krusial: menyelamatkan Portgas D. Ace dari eksekusi pertama, menghalau serangan Dracule Mihawk yang mengarah ke Luffy, dan menyelamatkan Luffy dan Jinbe dari kejaran Akainu.
Pengaruh Crocodile semakin terasa setelah Time Skip. Ia tidak lari bersembunyi, melainkan menghubungi Dracule Mihawk untuk membentuk aliansi baru. Inilah lahirnya Cross Guild, organisasi yang membalikkan tatanan dunia One Piece.
Gebrakan yang dilakukan Crocodile melalui Cross Guild sangatlah revolusioner: mencari Angkatan Laut sebagai target berbahaya, menggabungkan kekuatan tempur Mihawk, kecerdasan dan dana Crocodile, serta pengaruh Buggy. Meskipun Buggy secara tidak sengaja dianggap sebagai pemimpin oleh dunia, Crocodile adalah otak operasional yang menjalankan bisnis dan strategi organisasi ini.
Tetap menjadi ancaman nyata bagi Pemerintah Dunia hingga tahun 2026, karena pola pikirnya. Ia belajar dari kegagalan di Alabasta dan tidak lagi terobsesi pada satu negara, melainkan menciptakan sistem yang merusak otoritas Angkatan Laut secara global.
Hubungannya dengan karakter kunci seperti Ivankov, Doflamingo, hingga Mihawk menempatkannya di pusaran konflik utama menuju harta karun One Piece.
Sebagai pendirian organisasi kriminal Baroque Works, Crocodile menunjukkan betapa mengerikkannya seorang bajak laut yang mengandalkan otak. Salah satu titik poin paling menarik dalam sejarahnya adalah kemitraannya dengan Nico Robin saat itu dikenal sebagai Miss All Sunday. Hubungan ini berakhir dengan pengkhianatan di makam kerajaan Alabasta, namun dinamika antara Crocodile dan Robin menunjukkan sisi pragmatis sang "Raja Pasir".
Crocodile berhasil melakukan kudeta tanpa terdeteksi Pemerintah Dunia melalui Operasi Utopia. Rencana ini sangat rapi: menggunakan bubuk penari untuk menciptakan kekeringan, memfitnah Raja Cobra untuk memicu perang saudara, dan tampil sebagai pahlawan rakyat Alabasta sebelum mengambil alih kekuasaan. Kekalahannya di tangan Monkey D. Luffy adalah titik balik yang membuatnya menjadi karakter yang lebih dalam saat dijebloskan ke Impel Down Level 6.
Fakta kekuatan Suna Suna no Mi, buah iblis tipe Logia milik Crocodile, menunjukkan kemampuan menyerap kelembapan dari apa pun yang disentuhnya hingga kering kerontang. Namun, kelemahan terhadap air adalah satu-satunya celah yang bisa dimanfaatkan Luffy saat itu.
Di medan perang Marineford, Crocodile menunjukkan bahwa ia bukan sekadar penjahat picik. Ia melakukan beberapa aksi krusial: menyelamatkan Portgas D. Ace dari eksekusi pertama, menghalau serangan Dracule Mihawk yang mengarah ke Luffy, dan menyelamatkan Luffy dan Jinbe dari kejaran Akainu.
Pengaruh Crocodile semakin terasa setelah Time Skip. Ia tidak lari bersembunyi, melainkan menghubungi Dracule Mihawk untuk membentuk aliansi baru. Inilah lahirnya Cross Guild, organisasi yang membalikkan tatanan dunia One Piece.
Gebrakan yang dilakukan Crocodile melalui Cross Guild sangatlah revolusioner: mencari Angkatan Laut sebagai target berbahaya, menggabungkan kekuatan tempur Mihawk, kecerdasan dan dana Crocodile, serta pengaruh Buggy. Meskipun Buggy secara tidak sengaja dianggap sebagai pemimpin oleh dunia, Crocodile adalah otak operasional yang menjalankan bisnis dan strategi organisasi ini.
Tetap menjadi ancaman nyata bagi Pemerintah Dunia hingga tahun 2026, karena pola pikirnya. Ia belajar dari kegagalan di Alabasta dan tidak lagi terobsesi pada satu negara, melainkan menciptakan sistem yang merusak otoritas Angkatan Laut secara global.
Hubungannya dengan karakter kunci seperti Ivankov, Doflamingo, hingga Mihawk menempatkannya di pusaran konflik utama menuju harta karun One Piece.