Alasan Ahok Mundur dari Pertamina: Beda Pandangan dengan Jokowi

Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mengatakan bahwa alasan utamanya untuk mundur dari jajaran Komisaris Pertamina adalah karena berbeda pandangan dengan Presiden Joko Widodo. Menurut Ahok, alasan ini juga terkait dengan kekecewaannya atas penanganan kasus korupsi tata kelola minyak mentah di perusahaan tersebut.

Ahok mengaku sudah seharusnya melaporkan dirinya sejak akhir Desember 2023, tetapi karena pertundaan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2024 yang kemudian ditunda lagi hingga Januari, maka dia tidak dapat memutuskan untuk mundur.

Dia juga menekankan bahwa jika tidak ada perubahan pada sistem pengadaan yang baru diintegrasikan dalam RKAP tersebut, maka terdapat potensi untuk menghemat Rp 46 triliun. Ahok juga menyebutkan bahwa dia telah meninggalkan catatan sistem pengadaan yang baru dan meminta agar semua yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut menandatangani dokumen tersebut.

Ahok juga menekankan bahwa dirinya sangat sedih ketika mengetahui Joko Priyono dicopot dari jabatannya sebagai direktur anak usaha Pertamina. Ia bahkan sempat menghubungi langsung orang yang bersangkutan dan menyanjung pengalaman tersebut sebagai contoh tindakan pemberantasan korupsi.

Dengan penutupan, Ahok juga menyatakan bahwa ia akan terus meminta agar jaksa memeriksa Presiden Joko Widodo terkait dengan keputusan untuk mencopot dua mantan direktur anak usaha Pertamina tersebut.
 
Gue rasa pilihan Ahok untuk mundur dari jajarannya itu sengaja bukan cuma karena pandangannya berbeda dengan Présiden, tapi juga gue pikir ada sesuatu yang tidak beres di dalam sistem pengadaan yang baru itu, kalau tidak dicorat lebih keras, nanti potensi kehematan itu bisa jadi hilang lagi. Gue juga sengaja ingin mengingatkan tentang pengalaman langsung Ahok sendiri, gue rasa dia masih serius sekali dalam memberantas korupsi, tapi mungkin Présiden Joko Widodo beliau tidak terlalu setuju dengan ide-ide Ahok.
 
Maksudnya gak ngerti sih. Kalau Ahok already niat mundur, kenapa masih sibuk-sibuk dengan RKAP yang baru? Gak punya waktu lagi untuk memikirkan hal lain, kan? Dan kalau dia udah melaporkan dirinya, kenapa pertundaan di RKAP itu bisa menghentikan prosesnya? Makin kekacauan kayak nanti.
 
Akhirnya selesai! Ahok harus menutup mulut, tapi masih banyak yang bisa dia lakukan, seperti mengintervensi dalam kasus korupsi 🙄. Saya rasa dirinya harus lebih bijak lagi dalam memilih waktu untuk mundur, tapi itu juga membuat saya rasa dia bukan orang yang berhati lemah 😐.
 
ini lagi adegan di mana Ahok jadi narasumu banget 🤦‍♂️, siapa yang bilang dia hanya bertentangan dengan Joko karena korupsi tata kelola minyak mentah itu? sepertinya Ahok masih ingin ngejek Joko dari belakang 🙄. tapi jadinya dia harus mundur? ini apa kabar? sih dia sudah capek banget sama system yang kaku itu 🤯. kayaknya di sini Ahok lebih suka menjadi narasumu daripada narapidana 🚔.
 
Kasus Ahok ini kayaknya masih banyak kejutan di baliknya 🤔. Sudah seharusnya dia melaporkan diri ya, tapi ada masalah yang bikin prosesnya ditunda lagi... gimana caranya bisa punya proses yang jadi macet begitu? Dan apa sih yang nantinya akan terjadi kalau sistem pengadaan itu benar-benar diintegrasikan? Potensi menghemat Rp 46 triliun itu memang seru, tapi apakah itu cuma kejutan kecil atau ada cerita lain yang di baliknya? Hmm...
 
Gue paham betapa kesalnya Ahok, tapi gue pikir dia udh capek banget kan? Kalau gak mau mundur, dia udh bisa jadi gaweta nanti kan? tapi kenapa dia tetap mau bawa masalah ke situasi ini? gue rasa si Joko Widodo udh benar2 capek juga sama Ahok kan?
 
kira-kira apa yang punya Ahok sebenarnya? kalau dia bukan karena berbeda pandangan dgn Presiden, kenapa dia tidak bisa bernegosiasi? apalagi kalau dia sudah ngecap penyusunan RKAP itu kapan aja?

saya pikir kalau Ahok nggak mau mundur lagi sebab ada potensi untuk menghemat Rp 46 triliun itu. tapi siapa sih yang punya ide untuk menghemati uang pertamina seperti itu? kalau tidak ada di Ahok, mungkin ada di orang lain.
 
Makasih dengerin kabar ini, tapi ahok lagi ngomong soal korupsi dan sistem pengadaan. Siapa yang tahu benar-benar apa yang terjadi di pertamina? Mungkin dia cuma ngerasa tidak puas dengan kebijakan Joko Widodo, tapi kenapa dia harus begitu kasar dan mengatakan bahwa presiden itu korup? Mau tidak mau Ahok punya pandangan sendiri, tapi kali ini dia jadi vikimmo yang kena mengkritik Presiden. Saya sengaja cek dulu di internet, tapi tidak ada kabar apapun tentang keputusan korupsi yang terjadi di pertamina. Mungkin Ahok cuma ngerasa sedih karena tidak bisa menangani kasus tersebut sendiri.
 
Gue rasa Ahok bosen banget kalau harus mundur dari jajaran karena dia punya pandangan yang berbeda sama Presiden Joko. Gue pikir dia harus jujur dan tidak perlu takut akan konsekuensi. Dia bisa mengabulkan keinginan Presiden tapi gak usah menyangkal dirinya sendiri. Ahok juga bilang kalau jika sistem pengadaan yang baru itu benar-benar efektif, maka Pertamina bisa menghemat uang Rp 46 triliun. Gue yakin ahok berasa sedih banget karena Joko Priyono dicopot dari jabatannya tapi dia harus fokus pada pekerjaannya. Ahok juga bilang kalau Presiden Joko harus diawasi lebih serius terkait dengan kasus korupsi di Pertamina.
 
Gak sabar banget sama cerita ini 🤯! Ahok, mantan komisaris utama PT Pertamina, udah keluar dari jabatannya tapi masih bingung kan? Dia bilang berbeda pandangan dengan Joko Widodo, tapi gak jelas apa itu 🤔. Tapi yang penting, dia punya kebenaran! Korupsi di Pertamina itu bukan mainan 🤑. Dan ahok ini, dia benar-benar peduli sama isu ini. Dia sudah menandatangani dokumen pengadaan yang baru dan meminta agar jaksa memeriksa Joko Widodo terkait dengan keputusannya 🤝.

Saya rasa Ahok ini adalah contoh orang yang benar-benar peduli sama bangsa kita 😊. Dia tidak takut untuk mengungkapkan kebenaran, bahkan jika itu berarti harus keluar dari jabatannya. Dan saya juga setuju sama dia, korupsi di Indonesia seharusnya tidak ada 🚫.
 
Gak bisa disangka kalau Ahok benar-benar sudah capek banget dengg permasalahan di Pertamina, apa lagi nanti dia udah mundur dari jabatannya itu. Kalau dia benar-benar penasaran soal pengadaan yang baru itu, maka ayo dia nanya langsung kepada Presiden Joko Widodo ya, siapa-siapa pun harus tahu dulu sebelum ditunda lagi. Hmm, tapi kalau benar-benar ada potensi untuk menghemat Rp 46 triliun itu, maka aku pikir itu sangat penting banget, kita perlu fokus duduk jujur dan buat kebijakan yang tepat biar tidak ada korupsi lagi.
 
kembali
Top