Pelebaran nilai tukar rupiah di atas 17.000 per dollar memang membuat investor kehilangan kepercayaan. Tapi, perlu diingat bahwa ini bukan berarti kita harus panik. Kita harus fokus untuk mengoptimalkan kebijakan fiskal dan moneter sehingga perekonomian Indonesia bisa lebih stabil.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo benar-benar harus memperbaiki defisit anggaran dan mengontrol arus keluar modal asing. Namun, ada satu hal yang perlu diingat, yaitu bahwa kebijakan fiskal tidak boleh terlalu ketat. Kita juga harus memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, saya rasa Bhima Yudhistira benar-benar memiliki teori yang kuat tentang efek pelemahan rupiah berantai dan multidimensi. Namun, teori ini juga perlu diintegrasikan dengan kebijakan nyata agar bisa menjadi solusi yang efektif.
Untuk mengoptimalkan efektivitas kebijakan, saya rasa penting untuk mempertimbangkan dampak kebijakan pro-stabilitas BI terhadap investor. Kita harus memberikan jaminan bahwa kebijakan ini tidak hanya berfungsi sebagai langkah stabilitas, tapi juga menjadi solusi yang efektif bagi perekonomian Indonesia.
Saya harap pemerintah dan Bank Indonesia bisa bekerja sama untuk mengoptimalkan kebijakan fiskal dan moneter. Kita harus memberikan dampak positif bagi investor dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

