Bencana alam di Aceh tidak menghalangi distribusi BBM, meski akses jalan yang terputus. Pemerintah dan perusahaan ini (Pertamina) bekerja sama untuk menormalisasi penyediaan bahan bakar minyak (BBM). Sementara itu, pemberian keringanan pembelian BBM selama masa tanggap darurat harus dimanfaatkan dengan baik.
Dalam beberapa hari terakhir ini, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan PT Pertamina Patra Niaga berupaya keras menormalisasi pasokan bahan bakar minyak di Provinsi Aceh. Pasokan BBM di provinsi tersebut dalam keadaan aman, sebanyak 97% Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah beroperasi kembali.
Dalam pengejutan ini, PT Pertamina Patra Niaga yang memiliki tanggung jawab penuh untuk melakukan normalisasi penyediaan dan penyaluran BBM di Aceh, terutama di wilayah terdampak bencana. Mereka juga berupaya membantu memperlancar penyaluran BBM untuk masyarakat.
Kapabilitas armada mobil tangki yang dapat melewati jalan tersebut hanya sekitar 8 kiloliter (KL). Meskipun akses ke Bener Meriah dan Aceh Tengah masih dalam perbaikan, distribusi BBM dipastikan tetap menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Sementara itu, Suplai BBM dari Integrated Terminal Lhokseumawe juga disiapkan di Blang Rakal. Upaya ini untuk mempercepat distribusi BBM untuk wilayah yang sulit dijangkau dengan mobil tangki besar, sehingga menggunakan mobil tangki kapasitas kecil yang mampu menjangkau daerah terdampak bencana.
Pertamina juga telah meninjau langsung lokasi hub suplai atau Fuel Terminal bayangan di Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah. BBM yang dibawa dari Integrated Terminal Lhokseumawe menggunakan truk tangki berkapasitas 16 KL, dipindahkan (transfer) ke truk yang lebih kecil berkapasitas 8 KL, dan selanjutnya secara estafet disalurkan ke lokasi dengan menggunakan jerigen atau drum.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Sunardi menegaskan bahwa pasokan BBM di Aceh dalam keadaan aman. Integrated Terminal Lhokseumawe merupakan salah satu fasilitas terbesar yang mendistribusikan BBM ke wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, dan sekitarnya.
Pertamina juga berupaya mempercepat distribusi BBM untuk wilayah yang sulit dijangkau dengan mobil tangki besar. Dengan demikian, pengguna dapat menyalakan genset yang diberikan pemerintah untuk penerangan sementara bagi masyarakat.
Dalam beberapa hari terakhir ini, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan PT Pertamina Patra Niaga berupaya keras menormalisasi pasokan bahan bakar minyak di Provinsi Aceh. Pasokan BBM di provinsi tersebut dalam keadaan aman, sebanyak 97% Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah beroperasi kembali.
Dalam pengejutan ini, PT Pertamina Patra Niaga yang memiliki tanggung jawab penuh untuk melakukan normalisasi penyediaan dan penyaluran BBM di Aceh, terutama di wilayah terdampak bencana. Mereka juga berupaya membantu memperlancar penyaluran BBM untuk masyarakat.
Kapabilitas armada mobil tangki yang dapat melewati jalan tersebut hanya sekitar 8 kiloliter (KL). Meskipun akses ke Bener Meriah dan Aceh Tengah masih dalam perbaikan, distribusi BBM dipastikan tetap menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Sementara itu, Suplai BBM dari Integrated Terminal Lhokseumawe juga disiapkan di Blang Rakal. Upaya ini untuk mempercepat distribusi BBM untuk wilayah yang sulit dijangkau dengan mobil tangki besar, sehingga menggunakan mobil tangki kapasitas kecil yang mampu menjangkau daerah terdampak bencana.
Pertamina juga telah meninjau langsung lokasi hub suplai atau Fuel Terminal bayangan di Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah. BBM yang dibawa dari Integrated Terminal Lhokseumawe menggunakan truk tangki berkapasitas 16 KL, dipindahkan (transfer) ke truk yang lebih kecil berkapasitas 8 KL, dan selanjutnya secara estafet disalurkan ke lokasi dengan menggunakan jerigen atau drum.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Sunardi menegaskan bahwa pasokan BBM di Aceh dalam keadaan aman. Integrated Terminal Lhokseumawe merupakan salah satu fasilitas terbesar yang mendistribusikan BBM ke wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, dan sekitarnya.
Pertamina juga berupaya mempercepat distribusi BBM untuk wilayah yang sulit dijangkau dengan mobil tangki besar. Dengan demikian, pengguna dapat menyalakan genset yang diberikan pemerintah untuk penerangan sementara bagi masyarakat.