Akses Jalan Desa Geudumbak Aceh Utara Mulai Dibuka, Warga Rejoyis!
Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI bekerja sama dengan berbagai instansi lain untuk memulihkan akses jalan desa yang tertutup akibat banjir di Geudumbak, Aceh Utara. Pembersihan tumpukan kayu yang mengganggu aktivitas warga dilakukan secara cepat dan aman.
Kolonel Inf Mustafa Kamal menyatakan bahwa pembersihan fokus pada wilayah tertinggal, khususnya Dusun Pante Reusip dan Pante Seupeng. Di sana, tumpukan kayu sangat mengganggu kehidupan warga dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
"Walaupun akses jalan masih tertutup, pembersihan ini bertujuan untuk melindungi keamanan masyarakat, menyelamatkan fasilitas umum, dan mengurangi risiko banjir susulan," kata Kamal.
Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan personel dan warga serta menjaga arus lalu lintas di lokasi pekerjaan. Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas instansi seperti Kementerian Kehutanan, BNPB, Yonzipur 5/ABW, dan DPR RI.
Total puluhan unit alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material kayu. Tidak hanya membuka kembali akses jalan yang tertutup, pembersihan ini bertujuan untuk memulihkan jalur utama yang digunakan masyarakat setiap hari.
"Setelah selesai, harapan kami adalah aliran sungai dan akses jalan di Geudumbak dapat kembali normal. Kehidupan masyarakat akan berangsur pulih ke kondisi yang lebih aman dan nyaman," kata Kamal pada Minggu (25/1/2026).
Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI bekerja sama dengan berbagai instansi lain untuk memulihkan akses jalan desa yang tertutup akibat banjir di Geudumbak, Aceh Utara. Pembersihan tumpukan kayu yang mengganggu aktivitas warga dilakukan secara cepat dan aman.
Kolonel Inf Mustafa Kamal menyatakan bahwa pembersihan fokus pada wilayah tertinggal, khususnya Dusun Pante Reusip dan Pante Seupeng. Di sana, tumpukan kayu sangat mengganggu kehidupan warga dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
"Walaupun akses jalan masih tertutup, pembersihan ini bertujuan untuk melindungi keamanan masyarakat, menyelamatkan fasilitas umum, dan mengurangi risiko banjir susulan," kata Kamal.
Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan personel dan warga serta menjaga arus lalu lintas di lokasi pekerjaan. Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas instansi seperti Kementerian Kehutanan, BNPB, Yonzipur 5/ABW, dan DPR RI.
Total puluhan unit alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material kayu. Tidak hanya membuka kembali akses jalan yang tertutup, pembersihan ini bertujuan untuk memulihkan jalur utama yang digunakan masyarakat setiap hari.
"Setelah selesai, harapan kami adalah aliran sungai dan akses jalan di Geudumbak dapat kembali normal. Kehidupan masyarakat akan berangsur pulih ke kondisi yang lebih aman dan nyaman," kata Kamal pada Minggu (25/1/2026).