Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI segera menghadirkan puluhan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu yang mengganggu akses jalan dan pemukiman warga di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Dampak banjir dan derasnya arus sungai yang membawa material kayu menumpuk di beberapa titik strategis desa.
Koloneel Inf Mustafa Kamal, Kapendam Iskandar Muda, mengatakan pembersihan difokuskan di wilayah yang terdampak parah. "Tumpukan kayu sangat mengganggu aktivitas warga serta berpotensi menimbulkan bahaya serius," katanya.
Selain menghambat akses jalan, material kayu ini dapat membahayakan keselamatan masyarakat, merusak fasilitas umum, dan memperbesar risiko banjir susulan jika tidak segera ditangani. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan personel dan warga serta menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas instansi, seperti Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan DPR RI. Dengan total puluhan unit alat berat yang dikerahkan, kegiatan ini bertujuan mempercepat proses pembersihan material kayu di sepanjang akses jalan desa.
Selain membuka kembali akses jalan yang tertutup, kegiatan ini juga bertujuan memulihkan jalur utama yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Diharapkan setelah pembersihan ini selesai, aliran sungai dan akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali normal, risiko bencana susulan dapat ditekan, dan kehidupan masyarakat berangsur pulih ke kondisi yang lebih aman dan nyaman.
Koloneel Inf Mustafa Kamal, Kapendam Iskandar Muda, mengatakan pembersihan difokuskan di wilayah yang terdampak parah. "Tumpukan kayu sangat mengganggu aktivitas warga serta berpotensi menimbulkan bahaya serius," katanya.
Selain menghambat akses jalan, material kayu ini dapat membahayakan keselamatan masyarakat, merusak fasilitas umum, dan memperbesar risiko banjir susulan jika tidak segera ditangani. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan personel dan warga serta menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas instansi, seperti Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan DPR RI. Dengan total puluhan unit alat berat yang dikerahkan, kegiatan ini bertujuan mempercepat proses pembersihan material kayu di sepanjang akses jalan desa.
Selain membuka kembali akses jalan yang tertutup, kegiatan ini juga bertujuan memulihkan jalur utama yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Diharapkan setelah pembersihan ini selesai, aliran sungai dan akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali normal, risiko bencana susulan dapat ditekan, dan kehidupan masyarakat berangsur pulih ke kondisi yang lebih aman dan nyaman.