Material kayu yang mengganggu aktivitas warga di Desa Geudumbak itu gini aja kalau tidak ada banjir . Bisa jadi dari awal sudah ada kerusakan, tapi pemerintah malah tunggu sampai banjir nanti lalu bawa beko . Pekerjaan ini sebaiknya harus segera selesai agar masyarakat bisa kembali ke normal .
Wow! Akses jalan Desa Geudumbak kembali mulai terlihat setelah puluhan alat berat bekerja sama memecahkan tumpukan kayu yang mengganggu aktivitas warga. Interesting!
Aku pikir ini cuma pujian untuk Kementerian Pertahanan kan? Mereka malah mempercepat pekerjaan pembersihan material kayu yang menutupi akses jalan dan pemukiman warga di Desa Geudumbak, tapi apa yang membuat mereka bekerja sama dengan Mabes TNI itu? Ada tidak ada konspirasi untuk mengontrol informasi tentang kejadian ini? Mungkin ada hal lain di balik keselamatan masyarakat yang kita dengar.
Pekerjaan pembersihan material kayu di Desa Geudumbak ini pasti perlu dilakukan dengan hati-hati tapi kayaknya sudah cukup berproses... Jadi setelah selesai, kira-kira akses jalan Desa Geudumbak bisa kembali normal, dan kehidupan masyarakat desa dapat berangsur pulih
Masing-masing orang pasti suka banjir aja , tapi nggak ada yang suka kayu di tengah-tengah jalan. Saya harap kerja keras ini tidak akan berlanjut setiap tahunnya
Sekarng banjir di Geudumbak Aceh Utara udah mulai recok, kayaknya kerja sama pemerintah dan Kementerian Pertahanan yang baik #KerjaSamanyaUntukDesaGeudumbak #BanjirDiAcehUtaraSudahMulaiRecok
Material kayu di sungai itu sebenarnya bikin masalah besar, kayaknya perlu diatur agar tidak terjadi lagi banjir dan kerusakan parah #PertahananLingkunganYangCerdas
Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI bekerja sama dengan lintas instansi lain, kayaknya semua pihak punya peran yang penting dalam solusi ini #SinergiLintasInstansi #DesaGeudumbakAkanBerangsurPulih
Semoga kegiatan pembersihan itu berhasil dan akses jalan di Geudumbak kembali normal, semoga masyarakat Geudumbak tidak terlalu berat #SemogaSempurna