Kemakmuran akses jalan Desa Geudumbak di Aceh Utara kembali mulai terlihat setelah puluhan alat berat Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI bekerja sama memecahkan tumpukan kayu yang mengganggu aktivitas warga. Sabtu (24/1/2026) ini, Langkahan, Aceh Utara, dipilih sebagai titik strategis di mana material kayu yang dibawa arus sungai menyebabkan banjir dan kerusakan parah.
Menurut Kapendam Iskandar Muda, Kolonel Inf Mustafa Kamal, pembersihan ini segera dilakukan untuk menangani dampak yang terjadi karena banjir dan derasnya arus sungai yang mencapai titik-titik strategis di Desa Geudumbak. Pihak Kementerian Pertahanan dengan Mabes TNI menghadiahkan puluhan alat berat seperti beko standar, beko capit hingga doser guna mempercepat pekerjaan pembersihan material kayu yang menutup akses jalan dan pemukiman warga di Desa Geudumbak.
"Selain menghambat akses jalan, material kayu ini dapat membahayakan keselamatan masyarakat, merusak fasilitas umum, dan memperbesar risiko banjir susulan jika tidak segera ditangani," kata Kolonel Inf Mustafa Kamal.
Pihak Kementerian Pertahanan dengan Mabes TNI bekerja sama untuk melakukan pembersihan secara bertahap. Fokusnya adalah pada wilayah yang terdampak parah, khususnya Dusun Pante Reusip dan Dusun Pante Seupeng. Selain itu, kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan juga menjadi pertimbangan utama pihak Kementerian Pertahanan.
Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas instansi seperti Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Yonzipur 5/ABW, dan DPR RI. Dengan total puluhan unit alat berat yang dikerahkan, kegiatan ini bertujuan mempercepat proses pembersihan material kayu di sepanjang akses jalan desa.
Dari sini, dampak banjir dapat diprediksi akan menurun. Selain membuka kembali akses jalan yang tertutup, kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan jalur utama yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari seperti menuju ladang, sekolah dan pusat perekonomian desa.
"Kemudian, setelah selesai, aliran sungai dan akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali normal, risiko bencana susulan dapat ditekan, dan kehidupan masyarakat berangsur pulih ke kondisi yang lebih aman dan nyaman," kata Kapendam Iskandar Muda, Kolonel Inf Mustafa Kamal.
Menurut Kapendam Iskandar Muda, Kolonel Inf Mustafa Kamal, pembersihan ini segera dilakukan untuk menangani dampak yang terjadi karena banjir dan derasnya arus sungai yang mencapai titik-titik strategis di Desa Geudumbak. Pihak Kementerian Pertahanan dengan Mabes TNI menghadiahkan puluhan alat berat seperti beko standar, beko capit hingga doser guna mempercepat pekerjaan pembersihan material kayu yang menutup akses jalan dan pemukiman warga di Desa Geudumbak.
"Selain menghambat akses jalan, material kayu ini dapat membahayakan keselamatan masyarakat, merusak fasilitas umum, dan memperbesar risiko banjir susulan jika tidak segera ditangani," kata Kolonel Inf Mustafa Kamal.
Pihak Kementerian Pertahanan dengan Mabes TNI bekerja sama untuk melakukan pembersihan secara bertahap. Fokusnya adalah pada wilayah yang terdampak parah, khususnya Dusun Pante Reusip dan Dusun Pante Seupeng. Selain itu, kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan juga menjadi pertimbangan utama pihak Kementerian Pertahanan.
Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas instansi seperti Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Yonzipur 5/ABW, dan DPR RI. Dengan total puluhan unit alat berat yang dikerahkan, kegiatan ini bertujuan mempercepat proses pembersihan material kayu di sepanjang akses jalan desa.
Dari sini, dampak banjir dapat diprediksi akan menurun. Selain membuka kembali akses jalan yang tertutup, kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan jalur utama yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari seperti menuju ladang, sekolah dan pusat perekonomian desa.
"Kemudian, setelah selesai, aliran sungai dan akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali normal, risiko bencana susulan dapat ditekan, dan kehidupan masyarakat berangsur pulih ke kondisi yang lebih aman dan nyaman," kata Kapendam Iskandar Muda, Kolonel Inf Mustafa Kamal.