Pemerintah Indonesia gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen di tahun 2025. Menurut BPS, hanya sebesar 5,11 persen yang diraih. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2025 hanya sebesar 4,87 persen.
Namun, pemerintah masih berusaha keras untuk mencapai target yang lebih tinggi di akhir tahun. Upaya ini membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV tahun 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen, sedikit lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 5,4 persen.
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah mendorong perekonomian nasional dengan menggelontorkan bantuan sosial. Hasilnya, konsumsi rumah tangga tumbuh dan menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang 2025.
Konsumsi rumah tangga di tahun 2025 tumbuh sebesar 4,98 persen dengan kontribusi sebanyak 53,88 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Capaian ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga di tahun 2024 yang tumbuh sebesar 4,94 persen.
Namun, pemerintah masih berusaha keras untuk mencapai target yang lebih tinggi di akhir tahun. Upaya ini membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV tahun 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen, sedikit lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 5,4 persen.
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah mendorong perekonomian nasional dengan menggelontorkan bantuan sosial. Hasilnya, konsumsi rumah tangga tumbuh dan menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang 2025.
Konsumsi rumah tangga di tahun 2025 tumbuh sebesar 4,98 persen dengan kontribusi sebanyak 53,88 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Capaian ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga di tahun 2024 yang tumbuh sebesar 4,94 persen.