Airlangga Tak Risau Defisit APBN Nyaris Sentuh 3%, Ini Alasannya

Defisit APBN 2025 tetap wajar, meski mendekati batas maksimal. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) masih berada dalam batas wajar. Defisit ini menurut Airlangga dipengaruhi rendahnya realisasi penerimaan negara, sehingga hanya terpaut 0,08 persen dari batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-Undang (UU) Keuangan Negara.

Pemerintah telah mendorong pertumbuhan ekonomi dengan belanja pemerintah pusat yang efektif. Meski penerimaan negara tahun lalu jauh dari target, Airlangga menilai ini sebagai langkah yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia optimistis bahwa ini dapat membantu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan penerimaan negara.

Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi memiliki kaitan langsung dengan penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, pemerintah berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru. Meskipun defisit APBN 2025 mendekati batas maksimal, Airlangga optimistis bahwa ini tidak akan menggerus minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

Sementara itu, dengan penerimaan negara yang mulai membaik pada semester II 2025, Airlangga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya. Dengan asumsi tersebut, ia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 dapat mendekati target APBN 2025 sebesar 5,2 persen.
 
Kalau mau ngomong soal defisit APBN tahun ini, gak perlu bingung sama-samanya. Defisit sekitar 2,92% dari PDB itu masih wajar, apa-apa lagi kalo ada penerimaan negara yang mulai membaik? Airlangga bilang defisit dipengaruhi oleh rendahnya realisasi penerimaan negara, tapi siapa yang nggak tahu kalau penerimaan negara tahun lalu jauh dari target? Jadi, itu bukan bermasalah. Yang penting adalah pertumbuhan ekonomi kita mulai membaik, dan itu akan membantu menciptakan lapangan kerja baru.
 
Dulu kalau kita lihat keadaan keuangan negri ini, masih ada yang agak ketat, tapi jangan dipaksakan ke kondisi maksimal aja, 2,92 persen masih bisa dikatakan wajar nih. Kalau pemerintah belanja dana dengan strategis dan investor-nya terus percaya, aku rasa ini bukan masalah besar.
 
Defisit APBN 2025 itu lumayan besar kan? Tapi kalau dilihat dari sudut pandangnya, jangan salah sih. Bisa dipikirkan bahwa ini sedikit lebih baik daripada defisit lama-lama. Pemerintah udah berusaha keras untuk meningkatkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. Menteri Airlangga itu benar-benar optimistis banget! Kalau asumsinya benar, mungkin 2025 nanti bisa menjadi tahun yang bagus lagi 😊. Tapi aku masih ragu-ragu kayak gini... apa kepastian ini? 🤔
 
aku rasa kalau gini terus kita bisa bertahan di indonesia 🤣. defisit apbn 92 persen tidak apa-apanya, kan? asalkan kita masih bisa ngerjain project-project dan ngambil uang dari investor yang suka banget jadi kaya. aku rasa pemerintah udah mencoba keras dulu, jadi apa lagi yang harus dilakukan? semoga saja ini semua berjalan lancar dan kita bisa ngekspansi bisnis di dunia. tapi, siapa tahu nanti kita akan jatuh, hehe 😂.
 
Sangat luar biasa ya, defisit APBN 2025 masih wajar gak? Aku pikir ini karena pemerintah makin serius dan efektif dalam belanja dana yang suda. Aku senang lihat pertumbuhan ekonomi mulai menambah, tapi aku masih khawatir sama dengan rata-rata penghasilan orang Indonesia, masih terlalu rendah gak?
 
Hehe, 92 persen defisit APBN 2025 masih wajar, makanya gak perlu khawatir deh... 🤣 Nah, kalau benar-benar memikirin itu, aku rasa pemerintah sedang serius2 buat meningkatkan ekonomi. Belanja pusat yang efektif bisa bikin lapangan kerja baru, jadi menurutku itu udah bagus banget... 🤑 Airlangga juga benar, pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja tergantung deh sama hal. Jadi, kalau ekonomi mulai membaik, lapangan kerja pasti juga akan semakin banyak... 📈 Tapi, aku masih curiga kalau apa yang mereka maksud dengan "investor" udah mau menanamkan modal di Indonesia atau apa... 😒
 
Defisit APBN 2025 udah tidak berarti apa-apa kayaknya! Sama-sama kan? Defisit itu justru membantu agar pemerintah bisa lebih bijak dalam merencanakan anggaran tahun depan. Lihat aja kemampuan pemerintah dalam mengelola ekonomi, kalau defisit itu udah 2,92 persen dari PDB masih wajar, berarti kita udah cukup maju kan? Jangan sabar-sabaran dengan target APBN 2025 sebesar 5,2 persen, semoga pemerintah bisa mencapainya aja! 🎉
 
Aku nggak terlalu suka ngomong soal defisit APBN 2025, tapi aku penasaran banget apa yang membuat Airlangga percaya kalau pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mendekati target 5,2 persen. Aku pikir 0,08 persen dari batas maksimal masih terlalu rendah, dan aku curiga kalau penerimaan negara pada semester II 2025 masih mungkin tidak bisa menyesuaikan diri dengan target yang ditetapkan.

Aku juga penasaran bagaimana pemerintah berencana untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja baru. Aku ingat kalau lama ini banyak yang terkejut banget kalau Budi Gunadi Tjahja gak bisa jadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian... tapi aku nggak bisa menelepon Airlangga soal ini 😅
 
Gue rasa apapun pun jadi okay banget kalau defisit APBN 2025 tetap di atas angka nol. Aku pikir ini karena pemerintah udah berusaha keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan aku yakin kalau semuanya berjalan lancar, maka investor juga akan tertarik menanamkan modal di Indonesia.

Gue masih ragu-ragu banget tentang asumsi Airlangga bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya. Gue membutuhkan data yang konkrit tentang penerimaan negara dan inflasi untuk bisa yakin kalau ini benar-benar terjadi.
 
Maksudnya apa kalo defisit ini masukin batas maksimal? Masa kalau pemerintah tidak bisa menebak ke depan dengan benar? Jadi kira-kira apakah penerimaan negara mulai membaik kan? Lagi-lagi, saya masih ragu2 kalo ini apa yang sebenarnya yang terjadi...
 
🤔 Maksudnya defisit APBN 2025 2,92% itu bagus kok? Kalau seperti itu, berarti pemerintah sudah bisa menyelesaikan masalah pendapatan negara, kan? Sebelumnya aku lihat pengaruhnya pada lapangan kerja dan investor. Jika semua ini masuk akal, maka aku setuju, tapi aku masih ragu-ragu. 💸
 
kembali
Top