Airlangga Tak Risau Defisit APBN Nyaris Sentuh 3%, Ini Alasannya

Defisit APBN 2025 tetap wajar, meskipun menyentuh angka 3 persen. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, defisit ini dipengaruhi oleh rendahnya realisasi penerimaan negara yang hanya mencapai 91,7 persen dari target APBN. "Kan tentu kita lihat penerimaan kita mendekati 91,7 persen (dari target APBN). Jadi (defisit 2,92 persen) itu wajar saja," kata Airlangga saat berbicara dengan para pewarta di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat.

Meski penerimaan tahun lalu jauh dari target, belanja pemerintah pusat telah digelontorkan secara efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. "Pertumbuhan kan kaitannya direct ke employment, penciptaan lapangan kerja," ujar Airlangga.

Meskipun defisit APBN 2025 menyentuh angka 3 persen, Airlangga optimistis kondisi tersebut tidak akan menggerus minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia menilai defisit APBN 2025 tetap aman karena masih berada di bawah ambang batas, meskipun melebar dibandingkan defisit APBN 2024 yang sebesar 2,3 persen.

Selain itu, dengan penerimaan negara yang mulai membaik pada semester II 2025, Airlangga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya. "Kita lihat, tapi pertumbuhan kuartal IV di antara kuartal-kuartal sebelumnya tumbuh bisa menjadi yang tertinggi," ujarnya.

Dengan asumsi tersebut, Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 dapat mendekati target APBN 2025 sebesar 5,2 persen.
 
aku rasa defisit apbn 2025 itu masih wajar banget, meskipun ada kecil angka 3 persen. aku pikir apa yang penting adalah penerimaan negara itu sudah mencapai 91,7 persen dari target. kalau kita lihat, defisitnya hanya sekitar 2,92 persen. aku rasa itu masih bisa dianggap wajar, karena masih jauh dari ambang batas yang terlalu besar.

aku juga senang melihat belanja pemerintah pusat itu sudah digelontorkan dengan efektif. itu memang membuat pertumbuhan ekonomi nasional kita bisa meningkat. aku rasa kaitannya dengan employemnt dan penciptaan lapangan kerja itu sangat penting, karena itu akan membuat banyak orang Indonesia bisa memiliki pekerjaan yang stabil.

aku juga tidak khawatir tentang defisit apbn 2025. aku pikir masih ada kemungkinan investor tetap mau menanamkan modal di indonesia. aku rasa defisit apbn 2025 itu masih aman, meskipun sedikit melebar dari tahun sebelumnya. dan aku juga senang melihat penerimaan negara yang mulai membaik pada semester ii 2025 itu. itu membuatku berharap pertumbuhan ekonomi kita di kuartal iv 2025 bisa meningkat.

aku rasa target apbn 2025 sebesar 5,2 persen itu juga mungkin bisa dicapai. aku pikir semestinya kita terus melakukan upaya untuk meningkatkan penerimaan negara dan mengelola keuangan kita dengan lebih baik. jadi, aku senang melihat optimisme dari menteri koordinator bidang perekonomian ini. 🀞
 
Defisit APBN 2025 nggak terlalu buru-buru sih. Kalau realisasi penerimaan negara hanya mencapai 91,7% dari target, itu wajar aja. Belanja pemerintah pusat udah digelontorkan dengan baik, ya? Maka nggak heran kalau pertumbuhan ekonomi nasional nanti bisa naik. Airlangga benar-benar optimistis, tapi aku rasa kita harus masih waspada. Defisit 3 persen masih cukup menggiurkan investor, tapi kalau ini kalah dalam pelaksanaan target APBN 2025, gak berarti semuanya beres aja 😊.
 
Penggunaan APBN yang mencapai 3 persen untuk tahun 2025 bisa dianggap masuk akal, kan? Karena masih lebih rendah dibandingkan defisitnya saat ini. Mungkin perlu diperhatikan kembali strategi belanja pemerintah agar tidak berdampak terlalu besar pada keuangan negara πŸ€”. Tapi secara keseluruhan, saya pikir kondisi masih bisa diatasi dengan baik.
 
πŸ€” Defisit APBN 2025 sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan. Sama-sama saja kan, pemerintah sudah melakukan belanja yang cukup besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, aku pikir masih perlu diperhatikan bagaimana biaya tersebut diatur agar tidak berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari rakyat. Mungkin perlu ada reformasi yang lebih radikal agar kita bisa mencapai target APBN 2025 dengan lebih efektif. 😊
 
Maksudnya kalau defisit APBN 3 persen itu nggak terlalu parah. Masing-masing orang ngerasa siap ganti modal kalau tertarik deh ke investasi Indonesia. Airlangga bilang defisit masih bawah ambang batas, tapi aku pikir kalau defisit bisa 3 persen itu masih cukup luas. Kalau benar-benar kalah, aja investors jadi ragu-ragu investasi di Indonesia, apalagi kalau pertumbuhan ekonomi juga nggak terlalu baik. Aku senang pemerintah giliran ini bisa mengelola anggaran dengan bijak dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik. Kalau nggak, biar mantap dulu aja modal negara kita πŸ€‘
 
iya kan kalau defisit itu wajar lah πŸ€·β€β™‚οΈ, aku pikir apa-apa juga ya. sementara itu, aku masih percaya bahwa Toyota punya mobil yang terbaik di Indonesia, aku suka banget Toyota Corolla πŸ’›, tapi sayangnya aku bisa membelinya dengan harga yang mahal πŸ€‘. padahal aku sudah memiliki uang untuk membeli, tapi saya rasa ada prioritas lain yang harus diprioritaskan πŸ˜….
 
Wah, aku pikir masih ada yang tidak jelas kalau defisit APBN 2025 cuma 3 persen, bikin kayaknya masih stabil kan? πŸ€” Aku bayangkan kalau penerimaan negara hanya mencapai 91,7 persen dari target, itu bisa jadi karena belanja pemerintah pusat sudah efektif, tapi juga bikin pertumbuhan ekonomi tergantung pada seberapa baik investor mau menanamkan modal di Indonesia. πŸ“ˆ

Aku ragu-ragu dengan asumsi Menteri Airlangga bahwa pertumbuhan ekonomi 2025 bisa mendekati target APBN 5,2 persen, aku masih kurang yakin kan? πŸ€·β€β™‚οΈ Dulu penerimaan negara masih jauh dari target dan belanja pemerintah pusat belum terjamin, jadi aku masih penasaran bagaimana kondisi ekonomi Indonesia nanti. πŸ“Š
 
aku rasa 3 persen defisit bukanlah masalah besar, karena apa yang penting adalah pemerintah bisa mengelola keuangan dengan baik 😊. kalau pertumbuhan ekonomi masih tinggi, maka kita jangan khawatir tentang defisit itu. tapi, aku rasa pertumbuhan kuartal IV 2025 harus lebih cepat dari yang diharapkan, karena 91,7 persen penerimaan negara masih rendah πŸ€”. selain itu, aku rasa pemerintah harus lebih fokus pada pengelolaan keuangan, karena kalau tidak, maka defisit akan semakin besar dan berdampak pada ekonomi kita 😬.
 
Makasih kabar kalau defisit APBN masih wajar padahal sebelumnya banyak yang pikir akan ganda 😊. Aku pikir ini karena pemerintah sudah melakukan belanja yang cukup berdaya saing untuk ngebut pertumbuhan ekonomi πŸš€. Semoga target 5,2 persen bisa tercapai dan ekonomi Indonesia terus tumbuh 🀞.

Sudah lama banget kabar ini tidak ada link :p. Klik di sini untuk membaca lebih lanjut: https://www.republic.co.id/2025/01/10/dfi-apbn-2025-still-reasonable-despite-3-persen-deficit/

Gak kehilangan minat investor ya? Beli apa sih nih? πŸ€”
 
Maksudnya 3% jadi tidak terlalu berat ya? Defisit 3% itu masih bisa diurus dengan baik. Kalau penerimaan negara naik 91,7% dari target APBN, maka defisit 2,92% itu wajar banget! Sama sekali tidak menurut aku kalau ini akan mengganggu investor untuk menanamkan modal di Indonesia.
 
aku pikir ini baik-baik aja kaya dulu πŸ™ƒ. pertumbuhan ekonomi tapi tidak terlalu cepat apa lagi kalau harus melewati angka 3% itu wajar nih πŸ˜…. apa salahnya kalau kita lebih fokus pada penciptaan lapangan kerja yang diatakan Airlangga 😊. tapi kayak gue penasaran, apa itu yang bikin investor tetap minat menanamkan modal di Indonesia πŸ€”? mungkin ada hal lain yang harus dilihat dari sisi ini πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
aku rasa kalau masih terlalu banyak kelebihan negara kita seperti itu bisa membuat kita kalah dengan negara lain yang sudah lebih maju. aku bingung sih bagaimana caranya agar kita bisa meningkatkan biaya dan tidak jadi berkebuntuan seperti ini lagi nanti. aku rasa jika kita ingin meningkatkan penerimaan negara kita harus mencari cara baru dan buat rencana yang lebih matang untuk menghadapi masalah ini.
 
Pikiran saya punya arti apalagi defisit APBN 2025 masih wajar? itu bukan berarti kita udah mampu mengelola keuangan dengan baik, tapi itu bukti kita masih punya kesempatan untuk belajar dan menjadi lebih baik.

Kita lihat, Airlangga jujur mengakui kesalahan penerimaan negara di semester lalu, tapi dia tetap bisa memberikan solusi yang positif seperti belanja pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Itu seperti contoh kita sendiri ketika kita salah melakukan sesuatu, tapi kita tidak menyerah. Kita belajar dari kesalahan itu dan mencoba lagi dengan cara baru.
 
Defisit APBN 3 persen ini masih bisa dipengaruhi banyak faktor lagi kecil... Pertumbuhan ekonomi kita perlu lebih stabil ya, tidak terlalu gelombang atau tekanan yang berlebihan seperti tahun lalu. Dengan demikian investor tetap percaya dan mau menanamkan modal di Indonesia. Sama-sama aja, kalau kita semua bisa bekerja sama, pertumbuhan ekonomi kita nantinya akan semakin stabil dan meningkat πŸ™πŸ’ͺ
 
Aku pikir defisit yang hanya 3 persen itu gampang dihadapi, kan? Jika pemerintah bisa ngelola belanjaan dengan baik, seperti apa yang dikatakan Airlangga, maka investor masih akan tertarik menanamkan modal di Indonesia. Tapi aku rasa target 5,2 persen itu terlalu ambisius, kan? Pertumbuhan ekonomi harus lebih stabil dulu, lalu nanti kita bisa bahu-meningkatin.
 
omg keadaan APBN 2025 masih ok kan πŸ€”, meskipun ada defisit 3 persen, apa juga kan? itu normal ya. kalau penerimaan negara sudah 91,7 persen dari target, itu sudah sangat baik sekali 😊. dan apa yang penting adalah belanja pemerintah pusat bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. kalau kita lihat dari segi employment dan penciptaan lapangan kerja, itu harusnya bisa meningkatkan kinerja ekonomi di Indonesia πŸ“ˆ. tapi aku masih ragu-ragu kan, apakah ini benar-benar pertumbuhan yang stabil atau hanya sementara ya? πŸ€”
 
Makasih dia kapan-kapan bilang defisit APBN 3% jadi nggak terlalu mengerikannnya πŸ€·β€β™‚οΈ. Saya pikir itu bisa karena mereka masih ngelancarkan belanja pemerintah pusat dengan efektif, seperti yang dikatakan Airlangga πŸ“ˆ. Nah, aku rasa mereka masih punya harapan untuk mencapai target APBN 5,2% ini πŸ’ͺ. Yang penting, investor masih percaya dengan Indonesia dan tidak akan berhenti menanamkan modal di sini 🌏. Saya rasa itu yang kunci, jadi saya paham mengapa Airlangga optimis 🀞.
 
kembali
Top