Operasi Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus berjalan dengan normal meskipun ada beberapa pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengundurkan diri. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan OJK dan BEI untuk melakukan transisi kepemimpinan dengan efektif sehingga tidak ada kekosongan dalam pengawasan pasar modal.
"Bapak Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan serta jajaran pengurus OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan operasional bursa tetap berjalan dengan normal dengan kepemimpinan transisi," kata Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta Selatan.
Penunjukkan pejabat pelaksana tugas untuk menggantikan posisi yang kosong di OJK dan BEI dilakukan untuk memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan. Airlangga juga menegaskan bahwa kondisi fundamental perekonomian nasional berada dalam posisi yang solid dengan beberapa indikator makroekonomi masih menunjukkan tren positif.
"Kondisi makro ekonomi kita kuat," kata Airlangga. "Pertumbuhan ekonomi masih 5,04 persen di kuartal ketiga dan dalam waktu yang singkat, nanti minggu depan hari Kamis tanggal 5 akan diumumkan pertumbuhan yang diperkirakan lebih besar daripada pertumbuhan yang di kuartal ketiga."
Namun, terdapat beberapa pejabat tinggi di OJK dan BEI yang mengundurkan diri secara massal dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan gangguan dalam operasional pasar modal.
"Bapak Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan serta jajaran pengurus OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan operasional bursa tetap berjalan dengan normal dengan kepemimpinan transisi," kata Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta Selatan.
Penunjukkan pejabat pelaksana tugas untuk menggantikan posisi yang kosong di OJK dan BEI dilakukan untuk memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan. Airlangga juga menegaskan bahwa kondisi fundamental perekonomian nasional berada dalam posisi yang solid dengan beberapa indikator makroekonomi masih menunjukkan tren positif.
"Kondisi makro ekonomi kita kuat," kata Airlangga. "Pertumbuhan ekonomi masih 5,04 persen di kuartal ketiga dan dalam waktu yang singkat, nanti minggu depan hari Kamis tanggal 5 akan diumumkan pertumbuhan yang diperkirakan lebih besar daripada pertumbuhan yang di kuartal ketiga."
Namun, terdapat beberapa pejabat tinggi di OJK dan BEI yang mengundurkan diri secara massal dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan gangguan dalam operasional pasar modal.