Aiptu Ikhwan Minta Maaf usai Tuduh Pedagang Es Pakai Bahan Spons

Polda Metro Jaya Maaf, Bikin Viral Pedagang Es Kue Bahan Spons

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi mengakui telah kehilangan kesabaran. Sebelumnya dia sempat bikin video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran. Pedagang itu asal Depok, Jawa Barat.

Lalu Aiptu dan timnya sempat mengamankan pedagang untuk dimintai keterangan. Namun, sekarang dia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat video yang beredar luas di media sosial.

"Kami meminta maaf atas kesalahan kami. Kami hanya ingin menjaga keselamatan warga, tapi ternyata kami mengambil langkah yang salah. Kami hanya ingin edukasi dan tidak bermaksud merugikan," kata Ikhwan saat merilis keterangan resmi.

Aiptu mengakui telah menyimpulkan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat.

Aiptu juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi mereka.
 
aku rasa polisi yang jadul ini wajib jaga kesabaran dulu... aku pernah coba es hunkue di depok, tapi malah bikin aku pusing nih, sih... aku pikir aiptu ikhwan mulyadi itu jadi bahan video viral, ternyata dia sendiri yang tidak sabar, woi.. aku juga sedikit khawatir, apa bahan spons itu nggak benar? aku nggak percaya kalau polda metro jaya itu bisa salah seperti ini... tapi aku juga mengerti bahwa polisi harus jaga keselamatan masyarakat, tapi seharusnya mereka tidak terburu-buru...
 
Gak ngertian sih apa kegaduhan itu? Mereka bikin viral aja sih dengan sedikit es hunkue, tapi gak apa-apa kan? Saya pikir kalau bikin video tentang hal ini seharusnya lebih teliti dan tidak langsung menyerang penjual es. Tapi k credit Aiptu yang mau ngakui kesalahannya dan memaafkan diri, itu lumayan deh! 🙏💪
 
Maksudnya apa sebenarnya kita lakukan saat kita menyaksikan kejadian yang tidak beres dengan orang lain? Kita bisa langsung bertindak tanpa memikirkan hal-hal yang lebih luas atau kira-kira apakah itu benar-benar benar. Tapi, Aiptu Ikhwan Mulyadi malah kesalahan dan takut ada yang salah, gak jelas sih. Kita harus belajar dari kesalahannya supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi.
 
ini kisah yang sedih ya... pedagang es kue itu hanya ingin menjual es kue di jalan, tapi dijadikan sasaran oleh Aiptu. makasih sekali untuk memaafkan kesalahan-kesalahan kita, tapi ini juga bisa menjadi pelajaran berharga bagaimana cara berkomunikasi yang lebih baik. seharusnya mereka menyimpulkan terlebih dahulu apakah itu spons atau bukan, jangan sampai salah informasi beredar di media sosial. dan ini juga membuat saya penasaran, pedagang es kue itu asal dari mana? depok, jawa barat ya...
 
🙏 Wah, aku rasa ini kayak kesalahan yang sama dengan aku banget, kalau kita nggak perhatikan informasi sebelum membagikannya di media sosial. Pedagang es hunkue itu ternyata tidak menggunakan bahan spons, tapi apa sih yang bikin Aiptu dan timnya terburu-buru? 🤔

Aku pikir ini adalah kesempatan untuk belajar dan jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi. Jangan biarkan emosi kita mengalahkan logika dan ke bijaksanaan. 🙏
 
😊🤦‍♂️ Wah, sepertinya polda Metro Jaya juga punya kesalahan lagi kan? 🙈 Mereka bilang mau edukasi tapi ternyata hanya memaksa pedagang ke penjara bukan? 🚫👮‍♂️ Tapi aku rasa kalau mereka tidak perlu khawatir, karena kita semua sudah tahu bahwa video itu jadi viral kan? 😂🤦‍♂️ Aku rasa polda Metro Jaya harus fokus bukan ke penangkapan pedagang, tapi ke keselamatan warga Jakarta Pusat. 🙏🏻💕
 
Gak ngerti sih, apa yang salah sama pedagang es hunkue itu? Tapi kalau polisi harus minta maaf karena bikin video viral tentangnya... mungkin ada sesuatu yang salah di dalam prosesnya. Ternyata mereka hanya ingin edukasi, tapi malah jadi bahan virals aja. Saya pikir sebaiknya mereka jangan terburu-buru menyerukan klaim tanpa bukti.
 
kembali
Top