Ahok, mantan komisaris PT Pertamina, mengaku bahwa bermain golf merupakan bagian dari praktik negosiasi yang ideal dalam industri internasional. Hal itu disampaikan Ahok saat menjadi saksi kasus korupsi tata kelola minyak mentah di pengadilan tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ahok menyatakan bahwa awalnya ia memang membenci bermain golf dan bahkan melarang anak buahnya untuk tidak bermain karena sudah memiliki tugas yang terlalu banyak. Namun, setelah bergabung dengan Pertamina, ia terpaksa belajar golf untuk bisa menemani para pelaku industri dari perusahaan Amerika Serikat.
"Enggak bisa mukul, saya terpaksa pergi sekolah golf supaya bisa menemani mereka," kata Ahok. Ia menilai bahwa lapangan golf justru menjadi tempat negosiasi yang lebih sehat dan efisien dibandingkan lokasi lain.
Ahok juga menepis anggapan bahwa aktivitas tersebut berkaitan dengan perjudian atau pelanggaran etika. Menurut Ahok, praktik isi-isian di lapangan golf hanya sebatas bentuk apresiasi yang lazim dilakukan.
"Saya masih ingat nasihat Pak Riva pada saya, dia ngomong begini, 'istri saya cuma pesan begini Pak kalau main golf, apa? jangan lihat papa kedi ya' katanya ya," jelas Ahok.
Ahok menyatakan bahwa awalnya ia memang membenci bermain golf dan bahkan melarang anak buahnya untuk tidak bermain karena sudah memiliki tugas yang terlalu banyak. Namun, setelah bergabung dengan Pertamina, ia terpaksa belajar golf untuk bisa menemani para pelaku industri dari perusahaan Amerika Serikat.
"Enggak bisa mukul, saya terpaksa pergi sekolah golf supaya bisa menemani mereka," kata Ahok. Ia menilai bahwa lapangan golf justru menjadi tempat negosiasi yang lebih sehat dan efisien dibandingkan lokasi lain.
Ahok juga menepis anggapan bahwa aktivitas tersebut berkaitan dengan perjudian atau pelanggaran etika. Menurut Ahok, praktik isi-isian di lapangan golf hanya sebatas bentuk apresiasi yang lazim dilakukan.
"Saya masih ingat nasihat Pak Riva pada saya, dia ngomong begini, 'istri saya cuma pesan begini Pak kalau main golf, apa? jangan lihat papa kedi ya' katanya ya," jelas Ahok.