Ahli Ungkap Sederet Luka Penyebab Kematian Brigadir Nurhadi

Pernyataan ahli forensik dr Arfi Syamsun mengungkapkan penyebab kematian Brigadir Nurhadi masih belum jelas. Dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan anggota polisi itu di Pengadilan Negeri Mataram, Arfi menyatakan dirinya melakukan autopsi jenazah Korban atas permintaan penyidik Polda NTB pada 1 Mei 2025.

Arfi menjelaskan bahwa ia melakukan autopsi dari proses ekshumasi yang dilakukan sekitar dua pekan setelah kejadian. Ia memeriksa luka-luka yang ada di sekujur jasad Brigadir Nurhadi, baik yang tampak dari luar maupun dalam jasad.

"Ada luka memar dan luka lecet tekan," kata Arfi. Untuk pemeriksaan bagian dalam, Arfi memeriksa pada bagian otak dan paru-paru korban, mengingat Nurhadi sempat tenggelam di dasar kolam kecil sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Menurut Arfi, ada temuan luka fatal yang diduga menjadi pemicu Korban meninggal, yaitu pendarahan pada bagian leher belakang dan patah tulang lidah. "Kalau otaknya sudah seperti bubur, hitam pekat. Dalam paru-paru ada resapan air, kalau tulang rusuk normal," ucap dia.

Arfi menyampaikan hal tersebut berdasarkan hasil uji sampel yang diambil pada seluruh organ dalam dengan merujuk hasil visum pertama. Ia menyimpulkan bahwa Nurhadi meninggal akibat kemasukan air dalam saluran pernapasan.

"Saya mengatakan sebab kematiannya adalah masuknya air ke dalam paru-paru atau tenggelam, itu yang saya bahasakan," ujarnya.
 
Mana lagi kasus kematian polisi yang susah dipahami kayak gini ๐Ÿค”. Apa sih maksudnya dengan "otaknya sudah seperti bubur" ๐Ÿ˜‚? Ada benar-benar orang yang mengalami hal ini? Mau tahu, aku punya teman yang pernah jatuh dari bangunan dan sayangnya otaknya keluar ๐Ÿคฏ. Betapa sulit cara jiwa itu bisa bertahan. Nah, tolong kasus Brigadir Nurhadi dibukukan sih ๐Ÿ˜Š. Mungkin ada yang bisa dipelajari dari sini.
 
Kasus Brigadir Nurhadi kayak bingung banget, kan? Saya ngerasa penyebab kematian korban masih belum jelas kok. Dr. Arfi Syamsun bilang ada luka memar dan luka lecet tekan, tapi tapi gak terlalu serius, kan? Lalu ada temuan luka fatal yang bikin korban meninggal, yaitu pendarahan pada bagian leher belakang dan patah tulang lidah. Tapi kayak gini, otaknya sudah seperti bubur hitam pekat, sih... Saya ngerasa masih banyak hal yang belum dipahami. Mungkin perlu dilakukan penelitian lebih lanjut ya?
 
ada kabar gembira dari pengadilan negeri mataram, ternyata penyebab kematian brigadir nurhadi masih belum jelas... apa aja yang ada di dalam otaknya... ๐Ÿค” [www.reuters.com](http://www.reuters.com)
 
oiaaaaahh kan giliran Arfi Syamsun untuk menjelaskan apa benar kena brigadir nurhadi itu walaupun masih kabur kan jadinya oke lah dia sudah berani bilang jawabannya
 
Gue pikir pengadilan ini pasti akan ngewijilin banget! Kenapa bisa jadi Brigadir Nurhadi tenggelam di kolam kecil dan kemudian meninggal? Gue bingung sama hasil autopsi dr Arfi Syamsun, luka fatal apa sih yang membuatnya mati? Kalau otaknya sudah seperti bubur hitam pekat, itu nggak bisa jadi dari masuknya air ke paru-paru. Gue kira ada lagi sesuatu yang tidak disebutkan.
 
๐Ÿค” ini kasus Brigadir Nurhadi udah lama bnyk, tapi masih ada aksi forensik baru, ya! Dr Arfi Syamsun ini adalah ahli forensik dari Polda NTB, dia melakukan autopsi jenazah Brigadir Nurhadi pada 1 Mei 2025 dan hasilnya bnyk berbeda dari yang pernah diterimanya penyidik sebelumnya.

Aku rasa ada kesan bahwa penyebab kematian Brigadir Nurhadi bukan hanya karena tenggelam, tapi juga ada faktor lain yang mempengaruhi kematiannya. Jadi, aku penasaran apa yang sebenarnya terjadi padanya? Apakah benar adanya luka fatal di leher belakang dan patah tulang lidah seperti yang dikemukakan oleh Dr Arfi Syamsun?

Aku percaya bahwa penyelidikan ini masih belum selesai, tapi aku harap hasilnya bisa memberikan penyelesaian bagi keluarga Brigadir Nurhadi. Semoga mereka bisa menemukan kebenaran tentang apa yang terjadi padanya ๐Ÿคž
 
ADA LAGI BANYAK SEHUTU-SEHUTU DALAM KASUS INI! APA KAH TENTANG PENYEBAB NYA KEMATIAN BRIGADIR NURHADI? PERNYATAAN DR ARFI SYAMSUN TERBACA PADA SIKLIS, tapi aku rasa ada yang kurang dipaksa sih, seperti uji paru-paru yang lebih spesifik. kalau kata dr Arfi itu air masuk ke dalam paru-paru korban, tapi aku curiga bagaimana jika ada air lain yang masuk? apa kita harus berujung pada teori lain juga? ๐Ÿค”
 
Kalau ini kasus Brigadir Nurhadi mantap, aku pikir harus dijadikan pelajaran bagi semua orang Indonesia. Maka dari itu kita harus waspada dengan air tawar dan berbahaya, karena banyak sekali yang mengandung racun atau menyebabkan kematian jika tidak hati-hati. Kita harus selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di kolam kecil, seperti berenang atau menikmati matahari terbit. Karena aku pikir ini adalah kesempatan yang baik untuk mengingatkan semua orang tentang pentingnya keselamatan dan keseimbangan dalam hidup. ๐ŸŒŠ๐Ÿ’ก
 
๐Ÿค” Mungkin nanti ada yang bisa dibahas lebih lanjut tentang kasus ini, kayaknya ada hal yang tidak jelas, siapa yang benar-benar tahu apa yang terjadi pad Brigadir Nurhadi? Saya pikir pasti ada banyak faktor yang mempengaruhi hasil autopsi, misalnya kualitas sampel atau proses ekshumasi sendiri. Apakah ada yang bisa dilakukan untuk meningkatkan transparansi dalam kasus ini? ๐Ÿค
 
Akhirnya ada jawaban dari apa yang terjadi pada Brigadir Nurhadi. Saya pikir penyebab kematian beliau memang masih sulit dipahami, tapi sekarang setidaknya ada petunjuk. Luka lecet tekan dan pendarahan pada bagian leher belakang pasti membuatnya dalam kesulitan. Tapi apa yang lebih penting adalah dia tenggelam di kolam kecil. Saya rasa ini adalah hal yang perlu kita pertimbangkan, bukan hanya tentang luka-lukanya saja. Jangan sabar untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas kecelakian itu ๐Ÿ˜Š
 
ini kasus Brigadir Nurhadi yang lagi bingung sih, ada yang bilang dia jatuh dari atas, tapi arfi syamsun bilang ada luka lecet tekan di bagian kepala... itulah yang bikin saya curious, siapa yang bertanggung jawab membuat ini terjadi? dan kenapa tidak ada bukti apa pun tentang itu? ini bikin saya pikir lebih banyak hal daripada yang sudah dikatakan oleh polda... ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Kalau gitu, ngomongin, aku pikir ada seseorang yang harus diangkat tangan. Autopsi yang dilakukan oleh dr Arfi Syamsun itu penting banget, tapi kalau prosesnya belum jelas, rasanya tidak adem lagi. Aku rasa pemeriksaan bagian dalam otak dan paru-paru korban juga harus lebih lengkap lagi. Kalau ada luka fatal yang diduga menjadi pemicu kematiannya, ngomongin, itu sudah cukup jelas, tapi apa benar-benar semua temuan tersebut? Aku rasa perlu ada penelitian lebih lanjut untuk memastikan hasilnya.
 
tp apa sih kalau kubangun kolam dan ternyata korban itu bisa tenggelam? kan sama aja kayak buat kita yang suka renang ๐Ÿค”

maksudnya sih apa ada yang bawa korban ke kolam itu dengan sengaja atau nggak? tapi sekarang kisahnya jadi siapa? ๐Ÿ˜’
 
Aku rasa masih kabut tentang apa sebenarnya yang terjadi pad Brigadir Nurhadi sih. Nih aja hasil autopsi dari dr Arfi Syamsun, tapi aku masih ragu apakah itu benar-benar menyelamatkan keadilan atau tidak. Kalau benar benar ada pendarahan pada leher belakang dan patah tulang lidah, maka sebenarnya apa yang terjadi? Aku pikir lebih baik jika bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi pad korban.
 
Sekarang sih aku rasa suka banget sama proses investigasi ini ๐Ÿค”. Jadi ada beberapa orang ahli forensik seperti Dr Arfi Syamsun yang berusaha mencari jawaban tentang kenapa Brigadir Nurhadi itu wafat. Mungkin kalau ada yang masih penasaran dengan kasus ini, aku rasa penting banget dia bercerita tentang luka-lukanya dan bagaimana dia memakai metode autopsi untuk menemukan jawaban.
 
kira-kira siapa nih yang bilang korban Brigadir Nurhadi jatuh dari kereta? tapi ternyata kan dia hanya tenggelam di kolam kecil dan kemudian mati disebabkan pendarahan pada leher belakang dan patah tulang lidah. kalau ada yang masih ragu-ragu dengan teori lain, mungkin mereka butuh waktu terobosin lagi ๐Ÿ˜Š
 
Sudah lama nggak ada kabar tentang kasus Brigadir Nurhadi, tapi hasil autopsi dari Dr Arfi Syamsun ini cukup menarik ๐Ÿ˜. Jadi, apa yang harus diartikan dari temuan Dr Arfi? Semua tanda-tanda pada jasad Korban benar-benar membuat orang penasaran. Ada luka memar dan luka lecet tekan, tapi apa artinya? Dan kemudian ada pendarahan pada bagian leher belakang dan patah tulang lidah... itu kalau saya lihat, mungkin terjadi karena Korban jatuh atau terkena sesuatu? Tapi, apa yang membuat Dr Arfi menyimpulkan bahwa Korban meninggal akibat kemasukan air ke dalam paru-paru? Saya pikir ada salah satu hal di balik semua ini... Misalnya, apakah ada kesan tertentu pada jasad yang membuat kita berpikir korban benar-benar tenggelam? Atau mungkin ada alasan lain yang lebih kompleks yang tidak kita bisa lihat dari sini ๐Ÿค”.
 
Gue pikir kasus Brigadir Nurhadi itu gampang dipecahkan ๐Ÿ˜…. Siapa tahu apa benar si luka lecet tekan dan pendarahan pada bagian belakang leher itu? Gue rasa penyebab kematian Korban itu udah jelas, tapi kayaknya masih ada yang penasaran tentang segala hal, hehe ๐Ÿ˜‚. Gue lihat keseluruhan uji sampel yang diambil oleh Dr Arfi Syamsun itu, luar biasa banget! ๐Ÿ‘€

Gue juga pikir kalau penyebab kematian Korban itu masih bisa dipertahankan dengan memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku yang mengakibatkan Korban itu tenggelam dan gugur ๐Ÿ˜ข. Kalau semua beres, siapa tahu mungkin ada klarifikasi lebih lanjut tentang apa sebenarnya yang terjadi pada Brigadir Nurhadi itu ๐Ÿ’ก.
 
iya, kayaknya masih ada banyak hal yang belum jelas di kasus Brigadir Nurhadi. aku tahu, kalau korban sempat tenggelam di kolam kecil itu, pasti ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kematian korban. aku pikir, lebih baik penelitian ini lanjutin terlebih dahulu, bukan langsung mengatakan sebab kematiannya adalah masuknya air ke dalam paru-paru. kalau benar-benar seperti itu, aku ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana hal itu terjadi, dan siapa yang bertanggung jawab atas keamanan kolam itu di malam hari, ya? ๐Ÿค”
 
kembali
Top